Teori Lama Tentang Gempa( yang terlupakan)
Sepeda Motor Faktor Pemicunya
Sekilas tentang teori baru.
Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Continental Drift yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan50-100mm/a.
http://img41.imageshack.us/i/350pxtecton…http://img41.imageshack.us/i/350pxtectonicplate
Mengenang Kembali Teori lama.
Yang saya maksud dengan teori lama dalam tulisan ini adalah sebuah teori yang terdapat dalam Al-Quran, tepatnya dalam surat Az-Zalzalah ayat 1 dan 2 .
……..”Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan (karena) bumi telah mengeluarkan kandungannya.”…….
Pada ayat pertama Allah memberitahukan bahwa bumi diguncang dengan guncangan yang dahsyat. Guncangan bumi biasanya kita kenal dengan nama gempa bumi. Ayat berikutnya yakni ayat kedua menjelaskan penyebabnya adalah karena bumi telah mengeluarkan kandungannya.
Berdasarkan data yang ada baik berdasarkan studi literatur maupun pengamatan dilapangan dapat dikemukakan fakta sebagai berikut;
Pertama, setiap hari penulis memperhatikan banyak sekali sepeda motor
(semua kendaraan bermotor) yang berseliweran di darat laut dan udara. Semua kendaran tersebut mengkonsumsi bahan bakar minyak bumi.
Jumlah kendaraan bermotor tersebut di seluruh dunia penulis memmang tidak tahu. Tapi penulis yakin bahwa jumlahnya sangat banyak, juaan barangkali.
Yang terlibat mengkonsumsi minyak bumi bukan saja kendaraan bermotor saja, akan tetapi pabrik bermotor juga. Namun jumlahnya penulis juga tidak tahu. Tapi penulis berkeyakinan di seluruh dunia jumlahnya mungkin jutaan.
Berapa jumlah kendaraan bermotor dan pabrik bermortor mungkin untuk sementara dapat saja kita abaikan. Namun jumlah bahan bakar minyak yang dikonsumsinya sangat penting untuk diperhatikan dan dijadikan sebagai alat analisa.
Berdasarkan data produksi minyak OPEC pada tahun 2006 saja diperoleh angka lebih 25 juta barel minyak di sedot setiap hari dari perut bumi. Angka tersebut belum termasuk jumlah minyak yang disedot oleh negara yang tidak termasuk anggota OPEC. Bayangkan saja 1 barel setara dengan 159 liter.
Kalau kita coba-coba mengkalkulasikannya 25.000.000. x 159 liter = 3.775.000.000. liter atau setara dengan 3.775.000. meterkubik.
Pembaca dapat mengira, berapa mk perbulan dan berapa mk pertahun ?
Itu baru salah satu poin dari pengeluaran kandungan perut bumi.
Kedua. Kita dapat juga menambahkan satu poin lagi yang tidak kalah hebatnya pengeluaran kandungan perut bumi, yakni material atau gas yang keluar dari gunung berapi. Berapa banyak jumah gunung berapi di seluruh dunia ? Berapa jumlah volume material yang keluar tiap bulan atau tahun ?
Setelah kandungan perut bumi keluar, pasti ada bagian bumi yang berongga, makanya bumi itu pada bagian tertentu begerak, atau mengerut, sehingga terjadi bumi bergoyang dengan goncangan yang dahsyat, yang disebut dengan gempa. Dalam ayat berikutnya Allah mengabarkan kepada kita, bawa yang demikian itu adalah perintahNya. Az-alzalah ayat 5.
……….. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya …….
Teori ini bagaikan kita memakai pasta gigi. Bila tabung pasta gigi itu kosong bagian kepalanya maka kita aka memencet bagian belakangnya, agar berisi kembali. Makanya dengan adanya gempa tersebut ladang minyak yang mungkin akan kering dapat berisi kembali. Sehingga sampai saat ini masih saja minyak bumi berproduksi untuk kita konsumsi. Tentu ada berkahnya kan ?
Mukin saja semakin banyak motor semakin sering terjadi gempa atau semakin kuat getarannya. Semoga kita bersiap-siap dengan semua resiko. Allahu’alam bisawab.
Selamat berargumentasi, semoga ada manfaatnya untuk pengembangan pemikiran.
Lubuk Buaya, Januari 10
Wassalam
Jalius HR
Puncak Jaya dan Global Warming
Salah satu isu yang berkembang secara tendensius dewasa ini adalah tentang pemanasan global (global warming). Banyak para ahli merasa cemas. Karena kecemasan tersebut mereka kasak-kusuk kesana-kemari berseminar untuk berdiskusi. Mereka berharap dampaknya dapat diminimalisir.
Tidak tanggung-tanggung, banyak kepala negara ikut pula melakukan KTT Bumi, di Tokyo, di Bali dan Kopenhagen terakhir bulan Desember tahun lalu. Presiden Obama dari Amerika Serikat juga ikut ambil bagian, sebagai bukti lain Presidan Indonesia Susilo Bambang Yudoyono juga terpaksa harus hadir.
Salah satu dampak pemanasan global tersebut yang mereka cemaskan adalah mencairnya lapisan es di kutup utara dan selatan bumi. Mencairnya lapisan es tersebut menimbulkan kenaikan permukaan air laut. Ini juga mereka buktikan dengan sudah adanya beberapa pulau kecil-kecil yang berkurang luasnya. Dahsyatnya abrasi juga sebagai argumentasi mereka.
Sungguhpun demikian sampai saat ini penulis tetap saja menyangsikan pemanasan global tersebut. Ada berbagai kejanggalan yang tidak disadari oleh banyak orang. Kejanggalan tersebut menyangkut fakta-fakta pendukung isu yang mereka usung.
Para pembaca dan analis yang budiman.
Dilain pihak perlu disadari dan difahami berdasarkan studi literatur, bahwa sampai saat ini ada tiga gunung yang terletak di daerah khatulistiwa masih saja diselimuti oleh salju abadi. Tiga gunung tersebut adalah Puncak Jaya di Indonesia, Gunung Kalimanjoro di Tanzania dan Cayambe di Equador.
Taman Nasional Palulahua, Cayambe Equador
Puncak Jayawijaya , Indonesia
Kibo_Summit Kalimanjoro, Tanzania
Berdasarkan teori atau hukum fisika, bahwa untuk mencairkan es memerlukan temperetur (panas) lebih tinggi jika dibandingkan dengan panas yang diperlukan untuk melelehkan salju.
Dengan kata lain bila terjadi kenaikan suhu permukaan bumi, lapisan salju yang ada di tiga gunung tadi tentu saja terlebih dahulu lenyap sebelum gunung-gunung es yang ada di kutub utara dan selatan mencair.
Banyak juga diantara kita yang mengetahui bahwa di puncak pegunungan Himalaya ( mount Efferets) dan El Chanten Bajo Nubes Patagonia yang terletak di daerah “sub tropic” (temperaturnya lebih tinggi dari daerah kutup) juga dilapisi oleh bongkahan es. Harusnya juga sudah habis mencair karena volumenya sangat sedikit jika dibandingkan dengan gunung es yang ada di kutub utara dan selatan.
Mount Everest, Himalaya
El Chanten Bajo Nubes, Patagonia Argentina
Fakta lainya adalah, bila memang telah terjadi kenaikan suhu permukaan bumi yang menyebabkan mencairnya lapisan es tesebut tentu juga badai salju yang melanda USA, Eropa dan Cina bulan yang lalu tidak terjadi. Seharusnya yang terjadi adalah badai dan hujan saja., dan juga tidak membekukan sungai Elbe di Jerman.
Di daerah kita juga masih sering kita lihat awan atau kabut yang berhawa dingin menyapu puncak-puncak bukit barisan, seharusnya sudah menghilang karena awan tersebut meninggi.
Oleh sebab itu penulis pantas curiga ada apa di balik isu Global Warming ?
Demikian saja, semoga bermanfaat untuk mengembangkan penalaran.
Lubuk Buaya. Januari 2010-01-11
Jalius.HR
Tahun Hijrah dan Kekeliruan Umat
……..”Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia tentukan perjalannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hisab.”…….
Al-Quan surat Yunus ayat 5.
Tiap tahun masyarakat kita selalu memperingati atau menyambut “tahun baru” ada tahun baru Hijriah dan ada pula tahun baru Masehi. Saya pernah menerima kiriman dari kerabat kerja E-Newsletter Disdik Sumbar ucapan “Selamat Tahun Baru Islam”, tapi sayangnya tidak pada tahun baru masehi, ada apa ?
Tahun Hijriah disebut juga Tahun Qomariyah, adalah sistim penanggalan Islam yang didasarkan atas peredaran bulan [qomariyah]. Penamaan yang lebih populer adalah ‘Tahun Hijriah’. Karena awal tarikh hijriah dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, dari Mekah ke Madinah.
Sedangkan sistim penanggalan yang didasarkan pada waktu perputaran bumi mengelilingi matahari disebut sistim penanggalan Syamsiah atau disebut juga kelender Masehi. Karena didasarkan pada awal kelahiran Isa Almasih. Nama bulan yang di pakai adalah Januari s/d Desember.
Yang dianggap hari hijrah ialah hari tanggal 8 Rabi’ul Awwal – 20 September 622M. Penetapan tahun Hijriah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, Tepatnya pada tahun ke-empat ia berkuasa, yakni hari Kamis, 8 Rabi’ul Awwal 17 H.
Tarikh Islam mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622 M. Menurut perhitungan, tarikh islam kira-kira 11 hari lebih singkat dari tahun menurut perhitungan peredaran matahari. Sedikit informasi untuk menghitung bagaimana tahun hijriah (H) bertepatan atau sebaliknya dengan tahun masehi (M) maka dapat dipakai rumus M = 32/33 ( H+622 ) atau sebaliknya H = 33/32 (M-622).
Penjelasannya tentang sistem penanggalan tahun Qomariah dan Syamsiah diatas cukup baik dan jelas. Namun demikian ada kekeliruan, yakni prenyataan kebanyakan orang-orang islam tentang (hanya) :
…..”Tarikh Islam mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622″….
Pernyataan ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat, hanya ketetapan yang bersifat emosional dan popular.
Pada hal Allah sudah menjelaskan dalam al-quran surat Yunus ayat 5
……..”Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia tentukan perjalannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hisab.”…….
Ayat tersebut sangat jelas mengandung kedua sistem perhitungan penanggalan dan perhitungan tahun yang telah di uraikan di atas, yakni sistem “qomariah” dan sistem “Syamsiah”. Sangat keliru lagi kalau perhitungan kalender masehi tidak diakui termasuk kedalam sistem perhitungan kalender orang Islam.
Kedua sistem perhitungan tanggal dan tahun sangat berguna dalam kehidupan muslim. Sistem penanggalan masehi dapat digunakan untuk menentukan perhitungan iklim dan musim (misalnya). sedangkan sistem penanggalan Qomariah sangat penting untuk menetapkan jadwal-ibadah (misalnya).
Makna ayat al-Quran tersebut jangan dipilih hanya satu sistem saja. Coba anda bayangkan dalam kehidupan sehari-hari sepanjang masa, hampir semua muslim dewasa ini mencatat tanggal lahir dan sitem administrasinya menggunakan kalender masehi. Itu apa maknanya ? Suka atau tidak itulah ketentuan Allah, baik dalam firmanNya maupun dalam ciptaanNya.
Betul sekali perkiraan banyak orang, bahwa …”kebanyakan kaum Muslim tidak tahu dengan penanggalan tahunnya”…Sudahlah lupa dengan penanggalan kalender Hijriah tidak pula mengakui penanggalan sistem syamsiah atau kalender masehi. Pemakaian kalender masehi dikokohkan kenapa pengakuannya tidak ?
Setelah saya membaca berbagai pernyataan dan penyikapan terhadap “tahun Hijriah dan Kekeliruan Umat” saya merasa sangat heran. Ada dua hal yang mengherankan saya;
Pertama, pokok fikiran dari konsep dasar perhitungan tersebut tidak difahami dengan baik, yaitu pengakuan terhadap sistem syamsiah (solar sitem) sebagai dasar perhitungan waktu atau sistem kalender. Karena sudah jelas dasar hukumnya, baik berdasarkan ayat Al-Quran maupun berdasarkan realitas di alam raya. Bahkan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat bukan ? Bagaimanapun tidak ada alasan untuk tidak menerima dan mengakuinya.
Pada awal tahun baru hijriah diisi dengan berbagai acara (ibadah) berzikir bersama dan menghisab diri itu bagus, atau mengenang peristiwa hijrahnya Nabi SAW, sebagai penyadaran umat. Itukan soal bentuk amal yang dilakukan. Bentuk amal itu bisa saja bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Tentu saja yang kita harapkan adalah bentuk amal soleh.
Demikian pula halnya dengan awal tahun masehi, seharusnya kan bisa pula di isi dengan acara atau ibadah yang bersifat amal soleh. Tidak diisi dengan acara “hura-hura”. Kalau diisi dengan acara hura-hura sepertinya orang non muslim itulah yang keliru, dewasa ini kan itu yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslim. Bukan saja diawal tahun baru “masehi” pada waktu yang lainpun muslim tidak juga dibolehkan berhura-hura.
Kedua, mungkin banyak orang muslim yang lupa bahwa Al-masih adalah bahagian dari nama nabi kita Nabi Isa, yakni Al-masih ‘Isa ibnu Maryam. Tercantum dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 45…”(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”….. Kenapa kita harus pula ikut-ikutan mengingkari. Yang perlu di ingatkan adalah bahwa Nabi ‘Isa tidak sama denganYasus dan kristus di kalangan kaum Nasrani. Walau sama penggunaannya dengan kaum Nasrani tidak perlu di persoalkan, kan sama alat dan dasar perhitungan waktu. Sama saja dengan persamaan jenis makanan.
Karena tahun masehi (masehi berasal dari kata al-masih) dimulai semenjak tahun kelahiran Nabi Isa as maka tidak ada salahnya dan pantas kita juga memperingati riwayat hidup Nabi Isa as seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Atau menggali fakta sejarah bagaimana penyimpangan-penyimpangan di zaman pengikut-pengikutnya. “Pengikut Al-masih” tidak sama dengan “pengikut Yesus dan kristus”. Pengikut Al-masih adalah orang beriman sedangkan pengikut Yesus dan kristus itulah yang Nasrani. Kan perlu dijelaskan kepada Umat.
Kalau muslim mau meninggalkan “acara hura-hura” dan menggantinya dengan “acara amal soleh” itulah sikap yang terpuji. Kalau muslim mau memulainya setiap tahun baru masehi itu akan menjadi sutu kemajuan, bisa juga dianggap sebagai inovasi dan akan menjurus kearah perkembangan Islam. Tapi kalau tidak mau mengakui dan tidak pula mau mengisinya denga acara amal soleh akan menjadi kerdilah pemahaman tentang Islam. Berarti juga termasuk bahagian memperkokoh ketertinggalan dalam memahami dan mengamalkan Al-Quran.
Terakhir jangan lupa bahwa esensi tulisan saya adalah pengakuan terhadap perhitungan waktu berdasarkan sistem Syamsiah sangat penting disamping sistem qomariah. Perhitungan tahunnya boleh saja berdasarkan kelahiran Nabi Isa as, atau tahun kemerdekaan Republik Indonesia dsb. Tentu saja yang bagus adalah yang disepakati banyak orang. Sedangkan bentuk acara-acara tiap awal tahun pilih saja mana yang suka dan yang bersifat amal soleh.
Berfikir, dan berfikir kembali adalah pelita hati !
Banyak maaf.
Wassalam
Jalius.HR
di Lubuk Buaya Padang.
Mengenal Hati Nurani
Kenyataannya, walaupun sudah banyak yang menghimbau dan mengajak untuk menghidupkan hati nurani, mulai dari rakyat kecil menghimbau dengan berbagi deritanya, para aktivis dakwah dengan aneka taujih dan tausyiahnya, mahasiswa dengan gerakan moralnya sampai dengan politisi dan presiden, gubernur, ataupun bupati yang menghimbau dengan bahasa pidato yang mugkin sangat indah didengar namun jauh dari kesungguhannya. Realitanya, belum ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Mungkin masalahnya, ketidaktauan kita tentang apa hati nurani itu sebenarnya?
Itulah keluhan Tengku Zulkhairi dalam artikelnya yang berjudul Menghidupkan Hati Nurani, yang saya baca dalam blog-nya.
Maka kali ini penulis merasa terpanggil pula untuk menjelaskan tentang apa itu Hati Nurani yang sesungguhnya. Walaupun sudah banyak para ilmuwan yang menjelaskannya. Namun mungkin penjelasan inilah yang akan ada manfaatnya.
Untuk mengawali uraian selanjutnya , terlebih dahulu mari kita mengenal hakekat manusia. Hakekat merupakan inti pokok dari sesuatu, maka pada manusia hakekatnya dalah makhluk Tuhan yang terdiri dari jasad dan roh.
Jadi esensi (hakekat) dari manusia itu adalah jasad dan roh. Dalam hal ini perlu diingat adalah setelah roh ditiupkan atau dimasukan kedalam jasad, maka roh tersebut berubah namanya menjadi nafs (Indonesianya, jiwa). Maka yang namanya manusia (an-naas) adalah makhluk yang memiliki jiwa dan raga. Bila jiwa berpisah dengan raga maka hilanglah sebutan manusia. Kalau jasad saja mungkin bernama mayat dan jiwanya berobah namanya kembali sebagai roh. Pada hakekat itulah terletaknya hal-hal lain yang menjadi atribut manusia.
Pada jasmani (jasad) terdapat berbagai perlengkapan atau komponen-
komponen sistem fisik, seperti tangan, kaki, mata dan lain sebagainya.Barang kali persoalan jasad atau jasmani semua kita mengenalnya, tentu saja yang lebih tahu adalah ilmu kedokteran, dan kita tidak mengupasnya dalam kesempatan ini.
Pada jiwa terdapat pula berbagai perlengkapan atau komponen-komponen system kejiwan. Diantara perlengkapan jiwa adalah:
1. Hati, dalam AlQuran diterangkan bahwa hati adalah perangkat jiwa yang berfungsi untuk memahami atau mengerti, maka ia akan menerima informasi, mengolah dan menyimpannya. Hati ini dalam menjalankan tugas ada perlengkapannya. Untuk dapat menjalankan tugas-tugasnya, perlengkapan hati antra lain; akal, fikir, hawa(keinginan) dan fuad ( kemampuan untuk menerima dan kemampuan untu menolak ).
2. Pendengaran, kemampuan ini bisa berfungsi melalui organ jasmani yakni melalui telinga.
3. Penglihatan, kemampuan ini berfungsi melalui organ jasmani, yakni melalui mata.
4. Perasa, ada kemampuan perasa ini dapat berfungsi melalui kulit, lidah dan hidung.
Kelengkapan 2.3 dan 4 biasanya disebut dengan istilah “Panca Indera”. Panca indra inilah yang bertugas menangkap dan mengirimkan pesan kedalam hati, kemudian hati akan mengelola pesan atau informasi tersebut dengan perangkat yang ada padanya tadi.
Bahagian jiwa yang disebut dengan hati seakan-akan bagaikan sebuah dapur di sebuah rumah. Informasi-informasi yang dibawa oleh panca indera akan dikelola oleh akal. Akal akan mengklasifikasi atau mengelompokan informasi tersebut, mungkin tentang bentuk, sifat, guna dan hukum kausalitas dan sebagainya terus disimpan. Informasi atau gambaran yang tersimpan tersebutlah yang dianggap sebagai pengetahuan. Dalam hal ini tentang fungsi akal diisyaratkan oleh surat Al-Jatsiyah ayat 5.” dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” Maka dalam ayat tersenut terang sekali dari fungsi hati, yakni memahami tentang hukum kausalitas. Akal bekerja menemukan hubungan sebab akibat, yakni kenapa terjadi malam dan kenapa terjadi siang.
Dari berbagai perenungan dan percobaan,maka manusia (para ilmuwan) menemukan jawabannya. Bila belahan bumi menghadap ke mata hari maka permukaan bumi akan terjadi siang. Demikian pula sebaliknya, belahan bumi yang lain terjadi malam. Demkianlah seterusnya
Bila ada informasi dibawa oleh panca indera kedalam hati yang berupa problematika atau permasalahan, maka tugas-tugas akan dikerjakan oleh fikir terutama. Fikir adalah kemampuan yang ada dalam hati menghubungkan problematika dengan pengetahuan yang telah ada. Adakalanya proses menghubungkan itu berlansung sangat cepat adakalanya sangat lambat atau lama. Misalnya ada informasi berupa pertanyaan “ 2 + 2 = …….? “ dengan kecepatan tinggi fikiran akan menemukan pengetahuan yang telah ada yang bersesuaian sebagai jawabannya dan segera memberikan respon. Adakalanya memang sangat lambat. Fungsi fikir ini diisyaratkat dalam surat Al-Jatsiyah ayat 13. “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir “. Jadi kata-kata menundukan adalah dalam arti bisa diolah untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memecahkan masalah. Kata orang bijak bertukar fikiran kita , itu baik. Tapi….. bertukar akal, sekali-kali jangan.
Selanjutnya dalam hati ada perangkat yang namanya Hawa (kemampuan untuk menyenangi atau membenci, suka atau tidak suka). Setiap orang punya hawa atau keinginan. Tapi sayangnya hampir semua orang memberikan pengertian yang konotasinya tidak baik ( – ) bila ada orang yang berkata tentang hawa nafsu. Pada hal hawa nafs(u) artinya adalah keinginan jiwa (keinginan seseorang). Bila segera diartikan negative, akan terhalang penalaran untuk mengembangkan pemikiran terhadap aspek lainnya. Sekaitan dengan hawa nafsu ini, bukan hawa nafsu itu yang jelek, akan tetapi yang jelek itu adalah objek yang diinginkan itu, atau sebaliknya. Persoalan ini sebaiknya dibahas pula dalam kesempatan lain.
Dalam hati ada kemampuan utuk menerima atau menolak sesuatu , bahasa Al-Qurannya adalah Fuad. Setiap orang juga punya fuad. Seseorang memiliki kemampuan menerimanya tinggi dan ada juga yang rendah. Misalnya kita mampu menelan obat yang sangat pahit, (pada hal rasa pahit tidak seorang pun yang suka atau menginginkannya), karena kita telah tahu bahwa memang obat itu dapat menyembuhkan penyakit. Kita mampu pula menolak yang manis dan enak, karena memang akan mendatangkan siksa dikemudian hari.Contoh yang sangat baik dalam surat Al-Qasash tentang cerita ibu nabi Musa as, dia mendapat perintah untuk menghanyutkan bayinya ke sungai, tugas itu dilaksanaknnya dengan baik (walaupun dalam keadaan berat hati). Begitulah fuad ummi Musa.ra.
Tentu saja sistem kerja hati tidak sesederhana uraian diatas. Sistem kerjanya sangat rumit, lebih lagi memahami saling kerjasama atau saling keterkaitan masing-masing perangkat hati tersebut dan lebih lagi masuknya faktor hidayah.
Sebaiknya baca juga tentang dua macam hati, yakni hati yang sehat dan hati yang sakit dalam buku “Keajaiban Hati” oleh alm. Ibnu Qayyim Al-Jauziah.
Perlu diingat selama ini pemahaman terhadap hati nurani kehilangan esensi, karena masyarakat kita atau cendekiawan kita melupakan fakta historis. Pada awalnya ungkapan hati nurani, sekaitan dengan pemahaman Nur Allah atau risalah yang telah di wahyukan Allah kepada rasulnya. Dalam hal ini tentu saja semua risalah kepada semua nabi dan rasul. Kalau jaman sekarang sudah jelas pemahaman yang baik terhadap ayat-ayat Al-Quran. Terutama yang berkaitan dengan perkara yang tersuruh dan yang terlarang, yang halal dan yang haram, tentang yang zalim dan tentang keadilan.
Bagi orang-orang yang telah memahami risalah dengan baik tentu di akan berperilaku atau mengambil keputusan dan tindakan sesuai dengan tuntutan risalah tersebut. Bila ia berkeinginan tentu keinginannya disesuaikan dengan nilai dan norma yang ada dalam risalah tersebut. Dasar keputusan pelaksanaan dan tujuan tindakan selalu diusahan berada dalam koridor risalah. Jadi Al-Quran alat timbangan akal dan fikirannya. Dan orang seperti itu pulalah disebut dengan ahli hikmah.
Itulah yang dimaksud dengan Hati Nurani
Faktabiru ya ulill abshaar, La’allakum turhamuun.
Lubuk Buaya, November 09
Mandiri Utopia Belaka
Bila saya membaca, menganalisa dan memahami persoalan manusia sebagai makhluk social, fikiran saya menjadi cerah karena konsepnya sangat realistis. Tapi bila saya membaca persoalan manusia tentang konsep mandiri , penalaran saya kehilangan arah, karena saya tidak menemukan realitasnya. Maka tulisan berikut merupakan sebuah anekdot yang menggugat. Mungkin ini adalah sebuah utopia belaka.
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).( Al-Ahzab. 4 )
Dalam ayat ini penulis mengutip dan akan menjelaskan “dua buah hati”. Kalau kita membaca Al-Quran kita akan ketemu dengan banyak sekali kata hati. Hati merupakan salah satu perangkat atau komponen dari jiwa, yang berperan sebagai pengelola informasi. Adapun fungsi yang dijalankannya adalah menerima, mengolah dan menyimpan informasi atau pengetahuan.
Dengan peran dan fungsi yang dijalankannya itu maka kita yang punya hati akan menjadi faham dengan informasi atau berita yang ada. Dengan kata lain hati adalah alat pemahaman bagi kita, (otak,kata orang lain).
Maka yang dimaksud oleh firman Allah tersebut diatas adalah kalau kita melakukan pengamatan terhadap satu objek, kita tidak akan menemukan dua konsep sekaligus berbeda. Kalau ada didapatkan dua konsep yang berbeda, berarti satu diantaranya adalah salah atau bathil. Satu hati, satu pemahaman. Kalau ada satu objek padanya ada satu konsep. Jangan ada perubahan, karena alasan situasi dan kondisi atau keinginan. Seekor ayam tidak dapat berubah pengertiannya atau defenisinya menjdi seekor itik hanya dengan sebuah pernyaan dari kamu.
Lanjutan dari firman Allah diatas, dapat di fahami bahwa esensi “seorang isteri” tidak dapat dirobah menjadi esensi atau statusnya menjadi “seorang ibu” (orang tua ) hanya dengan sebuah “pernyataan” ( zihar atau zahir ). Sekalipun bersepakat banyak orang untuk setuju tentang itu. Walaupun dinyatakan lagi dengan selembar sertifikat atau akta dari pejabat catatan sipil. Demikian juga lanjutan ayat tersebut, anak “angkat” tidak bisa dirobah esensinya atau statusnya menjadi anak “kandung”.
Dalam realitas yang ada, kita menemukan sebuah esensi yang nyata, akan tetapi kenapa para ilmuan dan analis memberikan dua konsep yang saling controversial terhadap esensi tersebut. Yakni tentang salah satu sifat manusia, manusia sebagai makhluk sosial dan di fihak lain manusia sebagai makhluk yang mampu mandiri. Bagaimana manusia itu sebagai makhluk social ? Mari kita baca kutipan berikut
…………” Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan potensi yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya menggunakan potensinya itu. Dorongan masyarakat yang membina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia lainnya.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya sampai batas mksimal.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia lainnya.”………… Kata kuncinya adalah “tidak bisa hidup tanpa bantuan orang Lain”.
Sementara dipihak lain kita menemukan pula para analis menginginkan tujuan-tujuan dari berbagai macam program pendidikan atau pelatihan untuk menjadikan manusia itu sebagai makhluk yang mampu mandiri . Misalnya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, dalam pendidikan kewiraswastaan, dalam layanan-layanan pendidikan lainnya. Disinilah kontoversial-nya pemikiran dan pemahaman tersebut dengan realitas manusia sebagai makhluk sosial .. Coba kita baca dengan cermat apa yang tercantum dalam kutipan berikut tentang kemandirian;
…………..” Mandiri atau sering juga disebut berdiri diatas kaki sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk tidak tergantung pada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kemandirian dalam konteks individu tentu memiliki aspek yang lebih luas dari sekedar aspek fisik.
Kemandirian, menurut Sutari Imam Barnadib (1982), meliputi “perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan/masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain”. Pendapat tersebut juga diperkuat oleh Kartini dan Dali (1987) yang mengatakan bahwa kemandirian adalah “hasrat untuk mengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri”. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kemandirian mengandung pengertian:
Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan, sehingga individu pada akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandiriannya seseorang dapat memilih jalan hidupnya untuk dapat berkembang dengan lebih mantap.
Untuk dapat mandiri seseorang membutuhkan kesempatan, dukungan dan dorongan dari keluarga serta lingkungan di sekitarnya, agar dapat mencapai otonomi atas diri sendiri. Pada saat ini peran orang tua dan respon dari lingkungan sangat diperlukan bagi anak sebagai ”penguat” untuk setiap perilaku yang telah dilakukannya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Reber (1985) bahwa : “ kemandirian merupakan suatu sikap otonomi dimana seseorang secara relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain”. Dengan otonomi tersebut seorang diharapkan akan lebih bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.”……..Kata kuncinya “Berfikir dan bertindak dengan kemampuan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Setelah kita membaca dan membandingkan kedua kelompok kutipan di atas didapatkan dua kata kunci yang saling beseberangan yakni “Tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain dan “berfikir dan bertindak tanpa bantuan orang lain”, maka akan dimunculkan aneka macam pertanyaan, mungkinkah dua konsep yang saling berkontradiksi tersebut menjadi realitas pada diri manusia ? Atau sebuah realitas dapat memunculkan satu konsep diantara dua konsep yang disebutkan diatas? Mungkinkah seorang pedagang kaki 5 akan menjadi seorang konglomerat tanpa bermitra dengan orang lain ? Atau apakah memang manusia itu harus berusaha sendiri dibidang ekonomi tanpa memasuki dunia organisasi ?
Di suatu komplek perumahan diperlukan kegiatan ronda malam untuk menjaga keamanan.Kita tahu bahwa petugas ronda itu bergantian tiap malam diantara warganya. Seorang anak mampu memakai pakaiannya setelah dicuci oleh ibu dan disetrika oleh kakak atau adiknya. Seorang sarjana mampu melepaskan diri dari tanggung jawab orang tuanya dibidang ekonomi, tapi ia harus bekerja sebagai pegawai negeri. Kita tahu bahwa PNS itu adalah organisasi birokrasi. Seterusnya, anda pernah menikah atau berumah tangga, apakah itu mandiri ? dibidang lain ? Mungkinkah ? Ada Pak Tani di sawah, dia mencangkul sawahnya sampai selesai dan siap untuk ditanami. Keesokan harinya ada saja ibu-ibu tani yang sedang sibuk menanam benih yang baru saja dicabut dari semaiannya. Menyiangi padi dan memanen selalu bergantian sang ibu dan bapak tani. Apakah itu mandiri namanya? Mandiri itu dimana sih ? Sekali lagi mandiri mungkinkah ?
Dalam kontek yang lebih luas, negara jepang melejit kemajuannya karena mereka meretas jalan kemua penjuru dunia, demi relasi dan bermitra dalam banyak hal dengan negara lain. Amerika juag tidak bisa mandiri, tanpa kontrak-kontrak bisnis tentang sumberdaya alam dengan negara lain.
Contoh terakhir, Kita mengendarai sepeda motor di jalan raya sendirian pulang pergi ke tempat tujuan dengan selamat. Jangan juga dimasukan itu kedalam atau sebagai contoh konsep mandiri. Sebab di jalan raya kita dililit oleh jaringan sosial, yakni peraturan lalu-lintas atau tata nilai dan norma sosial.
Semoga saya tidak bermimpi kemarin dan hari ini, bahwa saya bisa hidup mandiri, karena hati saya masih satu untuk memahami dan mengambil keputusan untuk hidup selalu dalam jaringan sosial yang lebih luas.
Sadarkah pembaca, bahwa sosial versus mandiri ?
Lubuk Buaya, November 09
-
Arsip
- Februari 2010 (1)
- Januari 2010 (2)
- November 2009 (5)
- Oktober 2009 (4)
- September 2009 (2)
- Agustus 2009 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS




