Pengertian Benar, Betul dan Baik


Tulisan ini sebagai tulisan pertama dibuat dan dimuat di Blog Explaining dalam rangka ikut serta atau berpartisipasi dalam dunia filsafat. Sebelumnya penulis telah banyak membaca buku tentang filsafat, karena perjalanan waktu, apa nama bukunya dan siapa penulisnya sudah banyak yang lupa. Lebih dari itu nama buku dan penulisnya memang tidak pula dijadikan hafalan.  Alasan yang gampang   dikemukakan disini adalah minimalis agar kita tidak repot.  Yang jelas artikel ini ditulis berdasarkan pengetahuan  (merujuk  pada Al Quran) yang ada pada penulis dan juga realitas ayat-ayat Allah yang ada di alam sekitar kita.

Perhatikan Firman Allah di dalam Al Quran sebagai berikut:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Kebenaran itu datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu ( Al Quran  3 : 60).

Pertama sekali yang  perlu kita ambil dari pernyataan Allah tersebut adalah bahwa “kebenaran itu  datang dari Tuhanmu”.  Setelah itu pertanyaan yang perlu diajukan adalah, apa (sebagai kebenaran) yang datang dari Tuhanmu itu ? Jawabannya secara tegas adalah semua  yang ada di langit dan yang ada di bumi atau jagat raya ini itulah yang datang dari Tuhanmu. Seluruh isi alam raya ini  memang datangnya dari Tuhan, karena Dialah yang menciptakannya. Maka itulah kebenaran. Terhadap kebenaran itu kita tidak boleh ragu dan harus yakin. Itulah yang ditegaskan Allah di akhir kalimat tersebut. Keyakinan itu tidak boleh dicampuri oleh keraguan.

Setelah duduk merenung berulang kali, sesekali menarik nafas dalam-dalam, penulis merasakan dalam hati dan menemukan dalam alam pikir bahwa ada sisi lain yang harus dimasuki untuk mengungkapkan ke ruang publik tentang  apa itu benar. Terminologi  benar bisanya  selalu tertuju pada kata kebenaran. Dalam dunia filsafat atau dalam kehidupan sehari-hari, apakah  dia sebagai filosof atau tidak konsep kebenaran selalu menjadi persoalan utama bagi mereka. Sampai hari ini kenyataannya belum final, mungkin saja sampai hari kiamat datang persoalan kebenaran tetap segar untuk dibicarakan. Betapa tidak, setiap generasi selalu ingin tahu  tentang konsep  kebenaran. Disamping itu juga setiap masa konsep kebenaran harus pula selalu diajarkan kepada generasi muda.

Semua buku yang membahas tentang kebenaran (yang telah penulis baca)  belum  ada yang menganalisisnya dengan menjelaskan  apa konsep benar dan apa pula  sebagai kebenaran. Pada saat ini penulis mencoba berangkat mulai dari kata benar ini sebagai sebuah pernyataan atau sebuah pengakuan. Untuk keperluan penjelasan  pernyataan atau kata  benar ini penulis melibatkan konsep atau terminologi baik dan betul. Alasan yang bisa dikemukakan disini adalah, bahwa tiga konsep utama ini berada dalam sistem kehidupan kita sehari-hari yang sering salah pemakaiannya atau salah suai.  Ada kalanya untuk menyatakan ” betul ” digunakan kata ” benar,” dan ada juga seharusnya digunakan  istilah kebaikan , sementara  mereka memakai istilah kebenaran. Ketiga konsep ini harus jelas, agar tidak mengacaukan penalaran.

Yang pertama, kata benar digunakan sebagai pernyataan dari sebuah pengakuan terhadap adanya sesuatu. Terlebih dahulu  kita  menggunakan contoh terhadap pernyataan  benar  sebagai sebuah pengakuan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak atau semua orang sepakat dengan realitas-realitas atau kenyataan bahwa ; tahi kucing busuk,  di sungai ada batu, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, ayam jago berkokok dan api mengeluarkan panas. Pengakuan terhadap  hal-hal yang seperti itu atau pernyataan untuk hal tersebut adalah menggunakan kata  benar. Contoh lain adalah jeruk purut rasanya asam. Gula rasanya manis, kedua kenyataan itu  diakui dan dinyatakan sebagai benar. Pada tanggal 24 Desember 2004 terjadi gempa dan sunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Yang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia adalah Ir. Soekarno. Kedua pernyataan tersebut diakui dan dikatakan benar . Karena sungguh ada terjadi dan pernah terjadi peristiwa tersebut sebagai sebuah realitas. Keberadaanya itu tidak dapat dinafikan atu dipungkiri. Realitasnya itu harus diakui, maka untuk pengakuan terhadap hal yang demikian adalah dengan menggunakan kata benar

Banyak lagi dan tidak terhingga contoh yang bisa dimunculkan, tetapi  contoh tersebut sudah memadai. Selajutnya penulis akan mengambil pengertian benarberdasarkan contoh yang telah diungkapkan tadi. Adapun pengertian benar yang dapat diambil adalah, bahwa  kata benar sebagai sebuah konsep ditujukan utuk menyatakan    ada-nya sesuatu yang tidak dapat dibantah atau dipungkiri ke – ada – nya itu.

Makanya  hal-hal yang berkaitan dengan  ada-nya sesuatu disebut dengan kebenaran. Kebenaran  sebagai  hal-hal yang berkaitan denganapa yang ada, adanya sesuatu  diwujudkan atau didukung oleh zat dari  apa yang ada, sifat-sifat dari  apa yang ada dan bentuk atau model dari apa  yang ada. Jadi kebenaran itu adalah adanya sesuatau dengan segala atributnya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan apa yang ada adalah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi serta apa yang ada di antara langit dan bumi. Dengan kata lain apa yang ada sebagai isi alam raya ini dengan segala atributnya. Ada-nya sesuatu itu baik di langit ataupun di bumi dapat berupa benda fisik, berupa proses, kondisi atau situasi. Kontradiksinya adalah bathil artinya ungkapan untuk menyatakan apa yang tidak ada atau ditiadakan. Artinya kita harus menggunakan kata bathil untuk memberikan pernyataan dari sesbuah pengakuan terhadap sesuatu yang memang tidak ada atau ditiadakan. Tetapi kebanyakan kita ungkapan benar sering dikontradiksikan dengan kata salah atau keliru. Dalam hal ini perlu mendapat perhatian serius oleh kita semua.

Kedua konsep betul, dapat pula dijelaskan secara konkrit. Terlebih dahulu dikemukakan contoh-contoh untuk itu. Misalnya 2 + 3 = 5, bunga di taman (dalam keadaan layu) kalau disiram dengan air akan menjadi segar. Kedua  kenyataan tersebut diakui, pengakuan untuk itu digunakan kata betul. Contoh lain adalah air jika dipanaskan akan mendidih dan sebuah gelas jika dilemparkan ke batu atau ke dinding beton akan pecah.  Untuk memberikan pengakuan terhadap contoh tersebut kita gunakan kata betul.

Sebab akibat pada Siklus Air

Sebab akibat pada Siklus Air

Berdasarkan contoh-contoh diatas dapat diambil pengertian betul, yakni  sebuah kata yang kita gunakan sebagai pernyataan atau pengakuan terhadap  hubungan sebab dan akibat atau hukum kausalitas. Dapat dilihat pada realitas yang ada, jika apa saja yang berbilang dua (2) kalau ditambah  tiga (3)  akan berakibat  terjadinya bilangan lima (5),  Sehubungan dengan itu kita harus mengakuinya dengan menggunakan kata betul . Kontradiksi dari betul adalah salah artinya tidak ada menunjukan hubungan sebab dan akibat. Untuk hal ini dapat dikemukakan contoh lain misalnya  air kalau dipanaskan akan menjadi uap .  Pada penggunaan kata   betul ini sering salah. Terkadang ada orang menggunakan kata benar terhadap pernyataan 5 + 2 = 7. Padahal pengakuan yang  kita berikan seharusnya adalah menggunakan  kata betul. Kita perlu juga  berhati-hati dalam menggunakannya. 

Ketiga konsep baik. Untuk menjelaskan konsep baik ini kita juga harus memulainya dengan menggunakan contoh. Berbagai contoh yang dapat dikemukakan disini adalah,  tahi ayam baik jika digunakan untuk pupuk bunga. Lari-lari pada pagi hari baik untuk kesegaran badan. Undang-Undang lalu-lintas sangat baik untuk ketertiban dan keselamatan berkendaraan . Telur ayam  baik untuk makanan oleh anak balita. Pengertian baik yang bisa diambil dari contoh tersebut adalah sesuai atau cocok dengan keperluan atau kebutuhan.  Konsep baik  selalu  berorientasi pada   guna.

Jadi jika sesuatu (apa yang ada) dihubungkan dengan keperluan dan menunjukan kesesuaian dengan kebutuhan akan dinyatakan (diakui) sebagai baik,  Maka akan selalu jika sesuatu itu berguna, itulah yang baik. Berguna dapat saja dalam pengertian lebih luas. Misalnya berguna untuk menjalankan fungsi atau mendukung eksistensi. Kontradiksi dari konsep baik adalah buruk yang berarti tidak berguna atau tidak sesuai dengan keperluan (kebutuhan) dan tidak pula dapat menunjang terlaksananya sebuah fungsi, atau tidak mendukung sebuah eksistensi. atau tidak dapat berjalan sebuah proses dan prosedur.  Boleh juga diartikan tidak dapat mewujudkan apa yang seharusnya ada atau yang diinginkan ada.

Dari kata baik dapat dilahirkan apa yang disebut sebagai kebaikan atau kebajikan. Biasanya kata ini digunakan untuk menyatakan bentuk-bentuk perbuatan seseorang yang disukai atau sesuai dengan kebutuhan orang lain (komunitas). Tidak jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari penggunaan suatu ungkapan  terhadap sebuah konsep yang tidak  cocok atau salah  pakai. Misalnya konsep kebajikan dinyatakan  sebagai suatu kebenaran. Makanya penggunaan istilah sebagai suatu ungkapan atau pernyataan harus tepat atau pas. Berawal dari penggunaan kata baik dan buruk  dalam memberikan pengakuan, dalam hal inilah konsep dasar dari nilai dibangun dan dikembangkan. Misalnya  nilai estetika, etika dan lainnya. Dalam ruang lingkup yang lebih luas implementasi konsep nilai kita mengenal budaya atau peradaban.  Untuk sementara kata baik kita gunakan mewakili pengakuan kita terhadap konsep umum atau universal, di dalamnya terkandung banyak spesifikasi,   misalnya bagus, indah, cantik, nyaman, kondusif dan lain sebagainya. Yang pada intinya adalah baik sebagai pengakuan kita terhadap hal-hal yang menunjukan kesesuaian antara satu dengan lainnya. Sebaliknya buruk sebagai pernyataan kita terhadap  hal-hal menujukan tidak adanya kesesuaian atau kecocokan antara satu dengan lainnya. (Selanjutnya baca juga Pengertian Nilai).

Untuk sementara cukup demikian,  selamat berfikir dalam rangka menemukan dan mengoreksi. Bila diperlukan dapat disambung lagi.

Wassalam      –  Jalius HR

Lubuk Buaya –  Padang   –  Agust-09

About these ads

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

2 Responses to Pengertian Benar, Betul dan Baik

  1. ukulele mengatakan:

    jadi nggak ada konklusi yg nyata jelas sederhana dan komunikatifnya ya ??? yg secara sederhananya saja gitu, misalya Benar adalah ….. Betul adalah …… dan Baik adalah …… menunjukan ada perbedaan gitu

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih Ukulele….
      Blog ini bersifat menjelaskan dengan anlisis..bukan menyimpulkan.
      Semoga tidak salah memahaminya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.