PENGERTIAN KONVENSIONAL


Istilah konvensional sangat sering dipakai oleh para analis, komentator dan narator. Terkadang pemakaian sangat pas dan sering pemakaiannya hanya sekedar agar istilah yang dipakai terkesan keren dan tendensius. Tidak jarang kata ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang telah kuno yang tidak layak lagi untuk digunakan pada masa sekarang dan  akan datang.
Dalam tulisan ini penulis mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan konvensional. Penulis berharap semoga dengan adanya penjelasan ini dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan dalam hal pemakaian bahasa dan pilihan kata dimasa yang akan datang.
Kata konvensional berasal dari kata konvensi. Istilah konvensi awalnya digunakan untuk menyatakan atau mengkomunikasikan segala sesuatu yang didasarkan kepada kesepakatan.  Kesepakatan itu  dilakukan oleh sejumlah atau banyak orang, Jumlahnya  yang meliputi sebuah lembaga, daerah tertentu atau  yang berskala internasional.
Kesepakatan tersebut dapat juga dilakukan oleh sejumlah orang dalam suatu kelompok atau antar kelompok. Sekelompok orang bisa saja dalam suatu organisasi atau dalam suatu masyarakat. Sedangkan jumlah orang yang meliputi antar kelompok, bisa saja antar kabupaten, antar propinsi. Dan tidak jarang sebuah kesepakatan meliputi dunia internasional seperti dalam forum PBB. Sering kesepakatan dilakukan oleh beberapa orang, namun demikian mereka mewakili jumlah orang yang relatif banyak.  
Kesepakatan itu sering dilakukan karena adanya perbedaan pendapat atau kepentingan. Untuk mendapatkan suatu formula yang dapat memenuhi keinginan berbagai pihak atau kelompok maka dilakukan musyawarah. Dalam musyawarah itulah dilakukan dialog dan dirumuskan sebuah formula yang akan dijadikan keputusan yang bersifat mengikat. Sehingga semua anggota yang terkait dengan kepentingan tersebut akan dan dapat mematuhinya.
Persoalan yang disepakati mempunyai ruang lingkup yang luas. Misalnya mengenai hukum-hukum tentang pengetahuan, etika pergaulan dalam masyarakat, baik masyarakat sebuah desa atau masyarakat multi nasional dan juga dalam bidang standar kuantitas dan kualitas suatu produk. Bahkan yang sangat penting lagi adalah tentang penggunaan senjata untuk berperang . Bahkan sasaran yang boleh ditembak jugatelah disepakati oleh dunia internasional.
Sering juga yang disepakati adalah standar-standar kebudayaan yang meliputi sistim bahasa, sistem peralatan, sistem mata pencaharian, sistem kesenian dan lain sebagainya.
Hal-hal yang menonjol untuk disepakati antara lain kecocokan sesuatu dengan kebutuhan. Misalnya sistem keamanan dan peralatan yang digunakan. Tingkat efektivitas dan efisiensi suatu metoda atau strategi dalam suatu program kerja juga harus disepakati.
Di dalam sistem berfikir, prinsip-prinsip harus disepakati dengan tujuan untuk membangun suatu sistem yang bersifat formal. Sampai hari ini belum ada seperangkat aksioma (tentang aturan, kesimpulan, postulat atau metode ) yang menjadi dasar utama dalam sistem berfikir (logika). Kebenaran aksioma dalam suatu sistem berfikir merupakan soal kesepakatan konseptual mengenai fokus suatu persoalan dan bagaimana selanjutnya atau penyelesaiannya. Paling tidak telah disusun dalam bentuk metodologi penelitian dan etika profesional.
Selanjutnya sebutan konvensional, adalah sebuah kata yang menujukan sifat. Yakni, untuk menyatakan segala sesuatu kegiatan (bersama) atau tindakan berdasarkan konvensi. Artinya setiap konsep yang akan dikerjakan pelaksanaannya harus berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati. atau perundang-undangan. Biasanya setiap orang yang terkait dengannya telah memahaminya, sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Konvensi atau sebuah kesepakatan dalam masyarakat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia, fungsi pokoknya adalah, pertama memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama menyangkut kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan. Kedua menjaga keutuhan dari masyarakat bersangkutan. Ketiga memberikan pegangan pada anggota masyarakat (orang yang bersepakat) untuk mengadakan   kontrol sosial, artinya sebagai alat kontrol terhadap tingkah laku anggota yang bersepakat (masyarakat).
Kesepakatan dapat dilakukan dalam sebuah pertemuan atau forum, misalnya dalam sidang atau rapat. Ada pula kesepakatan yang sifatnya tidak formal, seperti seseorang melakukan perubahan dalam menghadiri pesta pernikahan, biasanya orang-orang membawa kado berupa barang, tapi dia hanya membawa amplop yang berisi uang. Semua orang yang melihat menilai perbuatannya itu. Ternyata semua orang menilai baik, menyetujui perbuatan itu boleh dilakukan (selalu seperti itu) setiap ada pesta perkawinan. Itu artinya telah terjadi semacam kesepakatan. Bukan bunga, dan tidak pula cendera mata, tapi hanya amplop. Entah kapan mulainya saya tidak tahu. Yang jelas perbuatan seperti itu telah menjelma dalam masyarakat sebagai sebuah tradisi…. Praktis bagi semua…menyenangkan juga kan ?
Lubuk Buaya, Oktober 09
About these ads

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

55 Responses to PENGERTIAN KONVENSIONAL

  1. Generson mengatakan:

    thx atas penjelasannya..
    tapi saya mau nanya, pengertian konvensional dalam bidang ekonomi itu apa?

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih atas kunjungan dan selamat membaca.
      Maaf, terlambat membalasnya/menjawab pertanyaannya.
      Dalam bidang ekonomi konfensi sangat banyak kita jumpai, seperti aturan dalam kerjasama, material barang dan kwalitasnya, tempat pemasaran dan segmen pasar.

    • Jalius HR mengatakan:

      Sdr. Generson, terima kasih atas kunjungan dan kometarnya. pertanyaan sdr. sangat bagus,
      Pertanyaan itu dapat di jawab sebagai berikut; konvensional pada bidang ekonomi banyak sekali, sebagai contoh sistem ” Subak ” di Bali dan bagi masyarakat tani di pedesaan selalu turun ke sawah ” serentak ” untuk wilayah tertentu.

    • alham putra mengatakan:

      jika di bandingkan dengan komunikasi dalam jaringan, apa kelebihan dan kekurangan komunikasi konvensional dengan komunikasi dalam jaringan (daring)

  2. ji ratnasari mengatakan:

    pengertian nonkonvensionalnya mana ya???

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih Ratnasari, semoga tulisan informasi ini bermanfaat.
      Mohon maaf, terlambat menjawabnya, karena berbagai kesibukan.
      Pengertian ” konvensional ” sudah ada, lihat paragraf X
      Salam kenal

  3. Muji Hartono mengatakan:

    Wis ok banget

  4. Rusa mengatakan:

    makasih infonya
    nyasardari google nih :)

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih “Rusa” semoga bermanfaat.
      Sekali gus salam kenal mudah-mudahan ada hubungan baik di masa depan.

  5. zeit mengatakan:

    Terima kasih penjelasan yang bermanfaat namun ada sedikit yang mengganjal. Penjelasan tentang “Konvensi” yang disetarakan dengan kesepakatan yang dilakukan oleh banyak orang di tingkat Internasional. Sedangkan penjelasan berikutnya dijelaskan bahwa “Konvensional” yang berawal dari kata “Konvensi” juga dapat dimaknai oleh banyak orang walaupun dalam lingkup yang tidak inernasional. Seperti tingkat nasional, provinsi, kab/ kota bahkan oleh kelompok masyarakat yang lebih kecil lagi. Tentunya hal ini disesuaikan dengan rasional atau alasan dan ditujukannya hasil kesepakatan bersama tersebut yang umumnya memang bersifat parsial. Mohon penjelasannya karena kesepakatan yang dimaknai secara lokal saja belum tentu merepresentasikan yang “riil” lokal. Hal ini menurut saya mendukung pemaknaan dimana setiap Kebijakan yang ditetapkan walaupun memiliki legal aspek yang kuat belum tentu menjadi Kebijakan Publik (yang baik). Waduhh maaf saya melantur Pak Jalius. Terima kasih dan senang kenal dengan Bapak.

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih atas komentarnya.
      Apa yang sdr. maksukan betul sekali,
      Memang kesepakatan dalam suatu kelompok besar atau kecil terkadang 100 % setuju dan sering juga kurang dari itu.
      Yang penting adalah kesepakatan selalu mengikuti kemauan yang terbanyak dari anggota komunitas.
      Dalam hal ini kalau di Masyarakat kita (Indonesia) selalu diupayakan dalam musyawarah dan mufakat. Demikian pula dengan berbagai MOU, selalu dikaji terlebih dahulu untung – ruginya. Hasil dari konvensi ini biasanya dijadikan sebagai dasar hukum untuk sebuah kebijaksanaan atau tindakan.
      Demikian untuk sementara, mohon bantuannya untuk melengkapi penjelasan ini, supaya siapa saja yang membacanya mendapatkan manfaat untuk berfikir.

  6. lennora mengatakan:

    saya mau tanya ,penertian konvensional dalam bidang pendidikan khususnya e-learning ,apa ya?

  7. maung bandung mengatakan:

    konvensioanl dalam biologi apa ya??

  8. mayya mengatakan:

    thanks buanget yowh atas materina..

  9. suhaenih mengatakan:

    trimakasih sangat baik sekali informasinya, sehingga kami banyak memahami arti atau penegtian konvesional ,

  10. juna mengatakan:

    terima kasih atas penjelasannya tentang kovensional.
    kalau saya mau tanya bahasa -bahasa istilah bisa ga pak?????
    seperti : significant,
    dimana saya bisa menemukan kata-kata istilah itu y pa?
    mohon petunjuknya
    terima kasih

  11. betty mengatakan:

    kalau pengertian konvensi dalam ilmu ketatanegaraan apa ya ?. tolong dibantu ya. penting buanget nih

    • Jalius HR mengatakan:

      Ok,terima kasih atas kunjungan sdr. semoga ada berkahnya. Konvensional dalm ilmu tata negara.|Didalam ilmu tata negara kita akan mempelajari; Hal-hal pokok yang diselidiki dan dipelajari dalam Ilmu Tata Negara, antara lain: a. alat-alat perlengkapan Negara. b. Susunan dan penyelenggaraan pemerintahan. c. Hubungan antara alat-alat perlengkapan Negara. d. Organisasi kekuasaan Negara. Namun semuanya itu intinya adalah ” Intitution ” yang berarti seperangkat aturan atau norma yang berfungsi memenuhi semua kebutuhan warga. Semua warga (dapat melalui perwakilan) bersepakat membuat aturan atau norma. Norma yang akan dijalankan di dalam kehidupan sehari oleh semua warga.api Tetapi apa yang dimaksud dengan PP (peraturan pemerintah) tidak termasuk kedalamnya, karena sifatnya pertama tidak berdasarkan kesepakatan bersama dan kedua bersifta membatasi apa yang telah disepakati. Disinilah foktor apa yang disebut dengan “Pemerintah”. dalam realitasnya bersifat imperatif. Demikian secara sederhana semoga bermanfaat. Ada lampiran buku untuk anda.

      Sumber:http://id.shvoong.com/social-sciences/2134020-ilmu-negara-dan-ilmu-tata/#ixzz1nOAgFLuI

  12. betty mengatakan:

    bisa dibantu gak kalau pengertian konvensi dalam bidang hukum dan pemerintahaan apa ya? sebelum dan sesudahnya terimakasih

  13. Jalius HR mengatakan:

    Terima kasih Betty, saya sangat senang melihat kunjungan anda ke Blog Explaining ini, semoga apa yang anda baca ada manfaatnya.
    Apa yang anda minta sangat agus, yakni sebuah penjelasan. Di sini ada suatu hal perlu diingat, sesungguhnya apa yang dibahas di bidang hukum sampai saat ini masih sangat banyak para ahli bersepakat. baik objek kajian, metodologi atau sistematika dari kajian hukum. hal ini biasanya disebabkan oleh apa yang disebut dengan “kepentingan”. atau dengan kata lain sebagai “penggiringan”.

    Namun demikian Saya memberikan sedikit apa yang dapat dipahami secara filosofis.
    Hukum dapat dijelaskan sebagai ” aturan ” yang ada. Kata kuncinya adalah “aturan”.
    Hukum (aturan yang ada) dimaksudkan adalah aturan yang mengatur apa yang ada di alam raya ini. Dengan demikian berarti hukum itu secara garis besarnya dibedakan atas dua bagian.
    Bagian pertama kita sebut hukum alam dan bagian kedua kita sebut saja sebagai hukum sosial. (istilahnya boleh saja diganti). Tapi tidak dapat dipisahkan secara tegas.

    Hukum alam sudah jelas hukum (aturan) yang mengatur apa yang ada di alam ini. Adanya hukum alam ini adalah sudah disiapkan oleh Sang Maha Pencipta. Sementara hukum sosial adalah hukum yang ada di dalam komunitas manusia. Hukum ini dibuat oleh manusia secara bersama-sama baik pada kelompok kecil atau kelompok besar. baik yang menyangkut persoalan sederhana maupun persoalan yang lebih komplek.

    Didalam konsep hukum terdapat:
    a. Aturan tentang yang “wajib” dikerjakan oleh siapa saja atau kelompok mana saja
    b. Aturan tentang yang “sebaiknya” dikerjakan
    c. Aturan yang melarang seseorang atau sekelompok orang mengerjakan sesuatu.
    d. Aturan yang mengandung “sangsi” yang harus diberikan kepada orang yang tidak mematuhi
    e. Aturan yang mengatur pemberian ganjaran bagi orang pantas dihargai.

    Aturan-aturan yang disebutkan di atas ( a. b. c. d. e) itu ada yang telah ditetapkan oleh Tuhan dan ada yang dibuat atas kesepakatan komunitas manusia (masyarakat). Biasanya peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk manusia itu disebut dengan ” aturan/hukum agama ” . selanjutnya semua aturan yang dibuat oleh manusia selalu diawali dengan ” kesepakatan”. Ada diantara aturan itu disepakati sudah ribuan atau ratusan tahun yang lalu, ada yang baru saja disepakati, misalnya berbagai perda (peraturan daerah) yang disahkan oleh anggota dewan perwakilan rakyat. Artinya apa ? ya semua hukum (aturan ) yang ada dalam masyarakat asal-usulnya adalah berdasarkan “kesepakatan” dengan istilah lainnya secara ” konvensional “.

    Perlu diingat, berdasarkan realitanya berbagai peraturan yang ada / berlaku di dalam masyarakat ada yang secara kasatmata kelihatan aspek “konvensi ” nya dan ada yang tidak. Hal ini disebabkan oleh faktor waktu., yakni konvensi (persetujuan)-nya sudah berlalu ratusan tahun atau memang aturan itu tidak perlu dicatat tanggal waktunya dan siapa saja yang bersepakat membuat aturan itu.

  14. Dino mengatakan:

    pengertian konvensional dalam analisa kuantitatif protein apa ya?

    • pengertian konvesonal di bidang pertanian ap ya??? mengatakan:

      klo pengertian konvesianal di bidang pertanian ap ya??

      • Jalius HR mengatakan:

        Konvensional di bidang pertanian contohnya adalah sistem ” Subak ” di Bali
        Atau kalau masyarakat tani di pedesaan jika turun ke sawah mereka harus ” serentak “. artinya jadwal menggarap harus serentak agar proses panenya juga serentak. Tujuannya adalah efektifitas dan efisiensi dalam berbagai hal. Seperti membersihkan saluran irigasi, menghadapi hama tanaman, dan lainnya.

  15. Kristin Sri Lestari mengatakan:

    Terima kasih saya boleh membaca bolg ini.

  16. Jalius HR mengatakan:

    Terima kasih kembali Sri….. semoga ada manfaatnya.

  17. zaiton mengatakan:

    Boleh berikan persamaan antara kajian konvensional dengan kajian tindakan? Dalam modul yang diberi oleh pensyarah kurang dibincangkan ttg masalah ini. Perbezaan antara kedua-dua kajian senang didapati..

  18. izal mengatakan:

    apa yang di maksud dengan sumber daya alam non konvensional

  19. Vera Bahali mengatakan:

    kalau teori konvensional untuk ilmu komunikasi maknanya apa pak?

    • m dahry al farabi mengatakan:

      mau nanya pak kalau metotode konvensional di pakai dalam bidang pengorganisasial dan pengembangan masyarakat itu seperti apa pak .. mohon penjelasannya …!!!

  20. kalo konvensional obat impor itu apa ya maksudnya?

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih Nazrul Wahid Ikramsyah yang telah berkujung ke Website Explaining ini.
      Pertanyaan Sdr sudah bagus.
      Pertanyaan tersebut merupakan pokok persoalan yang dibahas di dalam tulisan di atas.
      Coba baca kembali paragraf pertama yang saya tulis yakni;

      ” Istilah konvensional sangat sering dipakai oleh para analis. Terkadang pemakaian sangat pas dan sering pemakaiannya hanya sekedar agar istilah yang dipakai terkesan keren dan tendensius. Tidak jarang kata ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang telah kuno yang tidak layak lagi untuk berfungsi atau digunakankan pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang “..

      Kemudian lanjutkan lagi kepada uraian berikutnya. Baca secara hati-hati dan renungkan lagi tentang penggunaan kata konvensional tersebut. Semoga Nazrul mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

      “Konvensional obat impor” secara sederhana berkaitan dengan obat-obat yang telah disepakati sebagai komoditas perdagangan.

      Wassalam Jalius.

  21. yulansi mengatakan:

    Terima kasih atas infonya,kunjungi kami di http://www.unsri.ac.id

    • Jalius HR mengatakan:

      Yup….. Terima kasih atas kunjungannya ke Website Explaining ini.
      Salam kenal dengan semua civitas akademika Universitas Sriwijaya.
      Semoga Unrsi kedepannya semakin maju.

  22. Villa Bali mengatakan:

    Ulasannya cukup bagus dan sangat bermanfaat

  23. kelvin mengatakan:

    pak kalo perbedaan ekonomi konvensional dan ekonomi digital apa pak ?

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih atas kunjungannya, selamat membaca.
      Pertanyaan yang diajukan sangat bagus, cukup up to date juga.
      Ekonomi dapat di definisikan sebagai cara-cara yang dilakukan oleh manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam untuk memenuhi berbagai kebutuhan untuk mencapai kesejahteraan. Secara konvensional kegiatan ekonomi meliputi sistem produksi, sistem distribusi dan konsumsi.
      Berdasarkan realitas yang ada sekarang, muncul istilah “ekonomi digital” atau juga disebut sebagai ekonomi virtual. Istilah ekonomi digital konsepnya sangat terbatas. Yakni hanya mengambil bagian pada sektor sistem “distribusi”. Dimana sistem perdagangan dikelola berdasarkan sisi kemajuan teknologi informasi (internet). Juga ada sedikit di sektor produksi infomasi.

      Jika secara tradisional orang berjual beli langsung menukarkan uang dengan barang secara Real (nyata). Pada sistem digital orang menawarkan barang didunia maya (gambar). Transaksi juga dilaksanakan di dunia maya (misalnya kartu kredit).
      Ingat sistem digital itu hanya sekedar membantu kemudahan dalam hal-hal tertentu saja.Artinya lagi adalah ekonomi digital sebenarnya belum lagi dapat dinyatakan sebagai sebuah sistem yang utuh, dan tetap saja merupakan bagian dari sistem ekonomi konvensional.

      Demikian uraian singkat semoga ada manfaatnya.

  24. kelvin mengatakan:

    mau tanya aja pak ,

  25. bunda eni mengatakan:

    As wb, mohon maaf pak Julius sebagai tugas kuliah saya, saya mohon informasinya apa kelebihan media pembelajaran konvensional dan apa kekurangan media pembelajaran konvensional itu? mohon teori dari tokohnya.
    Trims pak

    • Jalius HR mengatakan:

      Terima kasih Bunda Eni…
      Sebaiknya B Eni baca lagi dengan seksama tulisan di atas…. nanti akan mudah dipahami apa yang dimaksud dengan istilah “konvensional”..
      Kemudian persoalan teori dan tokahnya itu,…itulah yang terkoreksi dengan penjelasan tulisan di atas. Karena kerancuan dan latah menggunakan istilah “konvensional” .
      Logika yang pas untuk dipertanyakan B Eni adalah, sebutkan saja salah satu media….misalnya globe atau peta, kemudian analisis apa manfaatnya. akan lebih jelas dan mudah dimengerti.Namun demikian kalau ingin tahu pendapat ahli tentang media lihat saja; http://muhfurqanmediapembelajaran.wordpress.com/2012/05/15/pengertian-media-pembelajaran-menurut-beberapa-ahli/
      Jika “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”, maka media konvensional merupakan media-media yang yang telah dilegalkan pemakaiannya atau dijadikan komoditas dagang. Legalitas dasarnya adalah telah disetujui atau disepakati.
      Ada juga media (untuk pembelajaran) yang tidak dilegalkan, hal ini mungkin karena berbagai faktor. Misalnya tidak sesuai dengan usia atau adat kebiasaan dsb.
      Jadi media konvensional keuntungan utamanya adalah kita boleh menggunakannya secara leluasa.

  26. eldesra mengatakan:

    assalamualaikum Pak, terima kasih atas informasinya. kalau boleh saya mohon informasi, apa literatur/buku sumber yang memuat tentang metode konvensional ini? Mohon maaf dan terima kasih atas jawaban Bapak. wass El

    • Jalius. HR mengatakan:

      1. Made Pidarta, Cara Belajar Mengajar di Universitas Negara Maju, (Jakarta: Bumi Aksara, 1990)

      2. Wina Wijaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Kencana, 2008),

      3. Rostiya, Didaktik Metodik, (Jakarta: Bina Aksara, 1989)

      4. UPT PPL UNNES, 2006

  27. Henywardaningsih mengatakan:

    Ass pak
    saya mau tanya kalau d teori belajar bahasa konvensional itu apa ,,?

  28. Wulan Dita mengatakan:

    makasih atas infonya tapi saya mau tanya pengertian konvensional dari kata sumber daya alam non konvensional itu apa ya pak?

    • Jalius. HR mengatakan:

      Ok, Ingat…. Baca pengertian “konvensional” tersebut secara hati-hati.||�Maksudnya jangan sampai salah penggunaannya.|| Sumberdaya alam konvensional atau non konvensional pada dasarnya sama saja.||�Yang membedakanya adalah perjalan waktu pemakaian.||�Jika SDA yang baru saja ditemukanan �dan atau penggunaannya sangat terbatas, itulah yang dimaksud dengan “non konvensional”.||�Misalnya energi sel surya atau panas bumi itu masih digunakan istilah non konvensional.||�Berbeda dengan minyak bumi, yang penggunaanya hampir tanpa batas, itu diberikan istilah SDA konvensional.||

      Sebenarnya istilah tersebut tidak cocok. Karena tidak membedakan esesnsi.

      Demikian semoga bermanfaat.

  29. saguh mengatakan:

    maaf sebelumnya, saya ingin bertanya mengenai kejahatan konvensional sendiri apa? thanks

    • Jalius. HR mengatakan:

      Sebetulnya pernyataan seperti itu yang tidak cocok. Penggunaan kata konvensional tidak pas. Itulah yang saya bilang di awal tulisan saya.|

      Wassalam Jalius

  30. dwi mengatakan:

    permisi gan, presiden / pemimpin kita yang menerapkan sistem manajemen konvensional siapa ya? dan bagaimana contoh konkritnya

  31. Irene Chan 陈慧芳 mengatakan:

    terima kasih buat info dan penjelasannya. saya ingin bertanya arti dari rekrutmen dan seleksi secara konvensional itu seperti apa ya? thx

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.