PENGERTIAN MODERN


Sampai saat sekarang  dan juga masa yang akan datang pengertian modern bagi banyak orang tidak dipahami dengan baik. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah generasi demi generasi selalu saja bermunculan. Untuk itu mereka harus belajar tentang banyak hal, termasuk belajar memahami pengertian modern. Sebagai contoh adalah penulis sendiri, terlambat menemukan pengertian modern, yakni setelah berada di jenjang perguruan tinggi. Penulis berharap dengan tulisan ini bermanfaat bagi pembacanya, baik untuk kepentingan berbicara ataupun untuk menuliskan ide dan gagasan.

Istilah atau kata modern berasal dari kata latin yang berarti “sekarang ini ”. Dalam pemakaiannya kata modern mengalami perkembangan, sehingga berubah menjadi sebuah istilah. Kalau sebuah ” kata” hanya mengandung makna yang relatif sempit, sedangkan sebuah ” istilah”  akan mengandung makna yang relatif lebih luas. Modern sebagai sebuah istilah dalam  masyarakat kita sudah mulai familiar, walaupun masih banyak yang verbalisme.

Istilah modern ini terutama ditujukan untuk perubahan sistem kehidupan (  dalam kontek lebih luas : peradaban ), yakni dari peradaban yang bersifat telah lama menjadi peradaban yang bersifat baru. Kapan perubahan itu mulai terjadi, agak sulit juga melacaknya. Hanya saja ada orang yang mengira, misalnya ada orang mengatakan pada zaman Renaissance gejala perubahan itu sudah kelihatan. Ada juga yang mengatakan perubahan yang drastis terjadi pada masa revolusi industri, diteruskan dengan revolusi kebudayaan. Pada negara tertentu ditandai oleh terjadinya perubahan politik yang sangat mendasar, misalnya di Uni Soviet (sekarang Rusia) apa yang disebut dengan Peresteroika dan Glasnot. Di dunia Islam, perubahan dan pembaruan terjadi setiap lahirnya seorang Nabi dan Rasul.

Perlu disadari bahwa perubahan peradaban tersebut tidak dilewati begitu saja. Setiap langkah perubahan sering mendatangkan kegoncangan dibidang sosial, bidang politik, ekonomi dan bidang-bidang lainnya. Berbagai bentuk persiapan untuk  melaksanakan  perubahan harus direncanakan secara baik dan cermat untuk memudahkan bagaimana memulainya maupun untuk menghadapi akses yang akan ditimbulkannya di dalam berbagai pranata sosial. Tujuannya adalah agar proses perubahan tersebut sesuai dengan harapan dan dapat pula memajukan kehidupan masyarakat pendukungnya serta meminimalisir dampak negatifnya. Proses yang seperti ini dinamakan dengan modernisasi.

Segala sesuatu akan dilihat dari segi manfaatnya. Pemikiran menjadi pragmatis, sebab memulainya selalu dari aspek aspek yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Kebenaran adalah yang bersifat empiris, artinya konsep-konsep keilmuan disandarkan pada teori dan hukum. Lebih lanjut hampir semua aspek kehidupan termasuk ke dalamnya relasi-relasi sosial selalu diwarnai oleh rasionalisasi. Kata rasionalisasi  berarti :1. 1 proses, cara, perbuatan menjadikan bersifat rasional; proses, cara, perbuatan merasionalkan (sesuatu yg mungkin semula tidak rasional): untuk mempertahankan kebijakan politiknya, pejabat itu telah melakukan — yg lemah;2 proses, cara, perbuatan yg rasional (menurut rasio) atau menjadikan nisbahnya patut (baik); 3 Ek perbaikan dl perusahaan dng menghemat tenaga kerja dan biaya serta mempertinggi produksi; perbaikan nisbah antara berbagai komponen dl perusahaan sehingga perusahaan menjadi sehat: komite — perusahaan itu mengambil langkah penghematan biaya dan pengefisienan kerja; pengurangan karyawan itu dilakukan dl rangka — perusahaanme·ra·si·o·na·li·sa·si v melakukan rasionalisasi; melakukan perbaikan nisbah antara berbagai komponen (dalam perusahaan atau  lembaga); 2 Ek memperbaiki (misalnya perusahaan) dengan menghemat biaya dan mempertinggi produksi

Setiap anggota masyarakat harus memiliki sikap modern, hal ini merupakan suatu persyaratan dalam proses pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan yang berkelanjutan akan dapat mencapai  tujuannya secara efektif dan efisien mana-kala mayoritas masyarakatnya menghayati (internalisasi) sikap modern. Dengan kata lain kalau dalam suatu negara atau masyarakat melaksanakan pembangunan yang mengarah kepada pembaharuan berarti modernisasi harus dijalankan, yang didukung oleh sikap modern  warga masyarakat.

Barang kali supaya memperjelas dan mempertegas pemahaman kita terhadap apa indikator dari sikap modern tersebut tidak ada salahnya kita merujuk kepada tulisan Alex Inkeles dalam buku “Modernisasi; Dinamika Pertumbuhan”. Dalam buku itu ada 9 sikap mental modern yang dapat mendukung proses modernisasi yaitu:

1. Manusia modern memiliki kesediaan untuk menerima pengalaman-pengalaman yang baru dan keterbukaan terhadap inovasi. Dalam hal ini penekanannya adalah pada alam fikiran (state of mind), kesiagaan dan kesediaan bathin menerima sesuatu yang baru dalam kehidupan. Tidak ditekankan pada teknik atau ketermpilan tertentu, misalnya walaupun seorang petani tetap menggunakan bajak dalam mengolah tanah pertanian, akan tetapi dia menyadari dan mau menerapkan apa yang disebut dengan istilah  Panca Usaha Tani

2. Manusia yang memiliki sikap modern mampu meambuat opini dan mengutarakannya pada orang lain dengan penuh rasa tanggung jawab. Opini meliputi semua kejadian di lingkungan kehidupannya. Tetapi ia juga dapat menerima dan menghargai pendapat orang lain. Yang lebih penting lagi adalah mampu menganalisis berbagai pemikiran yang mungkin bermanfaat untuk kepentingan bersama.

3. Orang modern sangat menghargai waktu. Waktu yang telah berlalu disadari dan diyakini  tidak dapat diulang kembali. Oleh karena itu dia berorientasi untuk masa yang akan datang. Dia menyusun jadwal yang harus dipatuhi, dengan itu dia sangat disiplin dan selalu tepat waktu. Dia menyadari bahwa kacaunya penggunaan waktu, bukan saja dirinya yang akan menderita resiko, orang lainpun akan ikut menanggungnya.

4. Orang modern bekerja menurut rencana (terprogram), baik rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap program kerja sudak difikirkan untung- ruginya dikemudian hari. Hidupnya telah terncana. Meskipun terkadang meleset dari tujuan atau keinginannya. Namun setiap kegiatan yang telah direncanakannya tetap lebih terarah.

5. Setiap orang modern yang berkeyakinan akan kemampuannya (percaya diri), dengan belajar akan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menguasai atau menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dengan demikian terkandung makna bahwa kegagalan bukan suatu hal yang mengharuskan dia berputus asa.

6. Manusia modern tidak percaya begitu saja pada pada keadaan. Berbagai keadaan dapat diperhitungkan secara tertib dan dikerjakan menurut rasio. Ini berarti selalu melakukan pendekatan ilmiah.

7. Manusia modern sangat menjunjung tinggi harga diri  (fitrah manusia), sadar akan martabat manusia, mulai dari anak-anak sampai lanjut usia. Dalam hal ini tentu terkandung makna bahwa penjajahan dan ekploitasi tidak berkenaan di hati mereka.

8. Manusia modern sangat berorientasi pada implementasi ilmu dan teknologi. Dalam hal ini lebih mengutamakan kemanfaatannya untuk kelangsungan hidup, bukan prestisenya.

9. Orang modern lebih sadar dan percaya bahwa ganjaran yang diterima sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Dia tidak mau menerima apa-apa yang tidak ada hubungannya dengan usahanya. Dalam hal ini orang modern tidak akan memakai atribut yang bukan prestasinya. Setiap orang yang berprestasi layak menerima imbalan yang baik.

Demikian ciri-ciri pokok tentang manusia yang berpredikat modern. Dengan demikian kita dapat menakar bahawa Barat belum tentu modern dan Timur belum tentu tidak modern. Dan juga setiap yang baru belum tentu modern. Boleh jadi yang tradisional atau konservatif telah modern.

Demikian saja uraian pendek ini semoga ada manfaatnya,  dan camkanlah siapa yang tidak mengikuti petunjuk akan tersesat di jalan.

Wassalam      Jalius  HR

Padang       –     Indonesia     –      Oktober ’09

Tulisan ini pernah dimuat Harian Haluan (Padang)

Terbitan Senin, 13 November 1989

About these ads

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

2 Responses to PENGERTIAN MODERN

  1. islamwiki mengatakan:

    Memang modern telah menjadi kata sehari-hari tapi tidak banyak yang tahu maknanya. Dalam aplikasinya modern telah memunculkan masalah-masalah kemanusiaan dan lingkungan hidup.

  2. Ping-balik: DAKWAH MODERN YANG PERSUASIF: BAGAIMANA MENJADI MUROBBI SUKSES | LUKMANUL HAKIM ABDULLAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.