Pengertian Jujur
28/03/2010 19 Komentar
Jujur adalah sebuah kata yang telah dikenal oleh hampir semua orang. Bagi yang telah mengenal kata jujur mungkin sudah tahu apa itu arti atau makna dari kata jujur tersebut. Dengan memahami makna kata jujur ini maka mereka akan dapat menyikapinya. Namun masih banyak yang tidak tahu sama sekali dan ada juga hanya tahu maknanya secara samar-samar. Indikator kearah itu sangat mudah ditemukan yakni masih saja banyak orang belum jujur jikadibandingkan dengan orang yang telah jujur. Berikut ini saya akan mencoba memberikan penjelasan sebatas kemampuan saya tetang makna dari kata jujur ini.
Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Jika ada seseorang berhadapan dengan sesuatu atau fenomena maka orang itu akan memperoleh gambaran tentang sesuatu atau fenomena tersebut. Jika orang itu menceritakan informasi tentang gambaran tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.
Sesuatu atau fenomena yang dihadapi tentu saja apa yang ada pada diri sendiri atau di luar diri sendri. Misalnya keadaan atau kondisi tubuh, pekerjaan yang telah atau sedang dikerjakan serta yang akan dilakukan. Sesuatu yang teramati juga dapat mengenai benda, sifat dari benda tersebut atau bentuk maupun modelnya. Fenomena yang teramati boleh saja yang berupa suatu peristiwa, tata hubungan sesuatu dengan lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan apa saja yang ada dan apa saja yang terjadi. Jika gambaran dari pengamatan itu kita ceritakan kepada orang lain tanpa ada perubahan sedikitpun, peristiwa itulah atau keadaan itulah yang dinyakan sebagai jujur
Perlu juga diketahui bahwa ada juga seseorang memberikan berita atau informasi sebelum terjadinya peristiwa atau fenomena. Misalnya sesorang mengatakan dia akan hadir dalam pertemuan di sebuah gedung bulan depan pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan. Kalau memang dia hadir pada waktu dan tempat yang telah di katakannya itu maka orang itu dinyatakan (diakui) sebagai orang yang bersikap jujur. Dengan kata lain jujur juga berkaitan dengan janji. Disini jujur berarti mencocokan atau menyesuaikan ungkapan (informasi) yang disampaikan dengan realisasi (fenomena yang menjadi kenyataan).
Mungkin kita pernah melihat atau memperhatikan Tukang bekerja. Dia bekerja berdasarkan sebuah pedoman kerja. Dalam pedoman kerja (tertulis atau tidak) ada ketentuan sebuah perbandingan yakni 3 : 5. Tapi dalam pelaksanaan kerja Tukang tersebut tidak mengikuti angka perbandingan itu, dia membuat perbandingan yang lain yakni 3 : 6, Peristiwa ini jelas memperlihatkan si Tukang tidak mengikuti ketentuan yang ada dalam pedoman kerja. Dengan demikian berarti si Tukang tidak bersikap jujur. Dalam kasus ini sang Tukang tidak berusaha menyesuaikan informasi yang ada dengan fenomena (tindakan yang dilaksanakan ). Hal yang seperti itu juga disebut dusta.
Kejujuran juga bersangkutan dengan pengakuan. Dalam hal ini kita ambil contoh , orang Eropa membuat pernyataan atau menyampaikan informasi, bahwa …. orang pertama sekali yang sampai ke Benua Amerika adalah Cristofer Colombus… Padahal menurut informasi sejarah yang berkembang, sebelum Colombus mendarat di Benua Amerika telah ada di sana suku bangsa yang mendiami atau menetap di sana, yakni suku Indian. Di lain cerita juga di muat dalam sejarah bahwa sebelumnya (Cristofer Colombus) telah sampai kesana armada Laksmana Cheng ho dari Negeri China. Artinya apa, tidak ada pengakuan oleh orang yang baru datang. Orang Eropa tidak jujur, karena tidak mengakui bahwa suku Indian adalah manusia seperti mereka juga. Demikian juga mereka tidak mengakui Laksamana Cheng Ho, karena merasa superior (barangkali). Dalam hal ini kita melihat persoalan ketidak sesuaian antara fenomena (realitas) dengan informasi yang disampaikan. Atau tidak ada pengakuan terhadap realitas. Inilah namnya sikap ” tidak jujur “.
Jadi dari uraian di atas dapat diambil semacam rumusan, bahwa apa yang disebut dengan jujur adalah sebuah sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara Informasi yang disampaikan dengan fenomena atau realitas. Dalam agama Islam sikap seperti inilah yang dinamakan shiddiq. Makanya jujur itu ber-nilai tak terhingga. Karena semua sikap yang baik selalu bersumber pada ” kejujuran “.
Demikian saja untuk sementara, kalau ada yang kurang tolong beri tambahan dan kalau ada yang keliru tolong diperbaiki. Banyak Maaf, wassalam.
Lubuk Buaya, Maret 10




Salam kenal bang,
Saya guru smp di Kab. Pekalongan.
Kalo mengukur kejujuran kira2 pake alat ukur apa ya?
Terima kasih
Pakdar :haddooowww……..ini bapak ngaku guru smp pertanyaannya sangat gk bermutu…..
bego….ni bapak bapak gimana dengan siswa/i yg diajarnya ya???mudah2an gak kayak gurunya ini
siank…
He,,jujur itu kepribadian yg sulit ditemui…
andai pendidikan kita bisa berjln degan kata “jujur” apa mungkinn???
matur nuwun..
———————-
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
———————-
Komentar Astuti sangat bagus, memang kita harus berupaya untuk itu. Oleh sebeb itu kita mulai dari diri sendiri dan rumah tangga juga seterusnya.
Tapi penulis mengakui sungguh sulit dilakkukan oleh banyak orang. Hanya sedikit orang bisa bersikap jujur.
Semoga kita diberi hidayah oleh Allah supaya kita bisa selalu bersikap ” Jujur “,
Wassalam Jalius HR
like this …
——————–
اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُ اللهِ وَبَرَ كَا تُهُ
———————————-
Trima kasih Pak Dar dan Astuti yang telah berkunjung ke My Blog. Semoga keduanya dirahmati Allah.
Pertanyaan Pak Dar: Alat ukur sebuah kejujuran banyak sekali. Semua alat ukur yang ada akan terpakai. Disamoing alat ukur juga ada alat bukti yakni semua realitas (fakta) juga alat . Misalnya alat ukur Km. Kalau ada seseorang yang mengatakan Jarak antara Jakarta dan Bandung 125 km. Tentu saja untuk membuktikannya harus diukur dengan menggunakan km. Demikian pula alat bukti, kalau sesorang mengatakan “salju berwarna putih” , maka realitas yang ada atau fakta yang ada di lapangan adalah alat buktinya, yakni salju yang ada di daerah yang dilanda musim dingin.
Ya,…. begitulah untuk seterusnya.
Mohon dikembangkan sendiri ya Pak Dar.
apakah ini menurut ajaran islam
Ping-balik: MANUSIA DAN KEADILAN « Maulana200992's Blog
kerend…..
Ping-balik: Karakter Cerdas « Jalius HR
Benar kata Anda jujur adalah kunci dari segalanya, maka dari itu kita d tuntut untx jujur.
makasi infonya
Alhamdulillah dpat lagi yang baru tentang “Jujur”,………….yang sedang sy cari2…
dan kita semua akan berusaha untuk di jalankan sebagai syarat mutlak mmperoleh kesuksesan..
Hanya yang paling berat ternyata jujur terhadap diri sendiri ya…
Thanks
Terima kasih atas kunjungannya,
Semoga Allah memberkatinya.
Wassalam,
Ping-balik: Pendidikan Kewarganegaraan-soal nomor 1 « My Blog
Ping-balik: manusia dan keadilan « rajarayuprabawati
Ping-balik: MANUSIA dan KEADILAN « Thika07's Blog
terimakasih gan informasinya saya sedikit tertarik menjawab beberapa komenter yang mau ngukur kejujuran bisa pake angket kejujuran pada buku psikologi yang ada
jujur itu membawa pd kebaikan, ketenangan, kelegaan pikiran, tdk ada kekhawatiran, kenyamanan dan kebaikan itu membawa kpd surga.