Nilai Sosial


Satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti diterima oleh orang lain sebagai anggota kelompok atau komunitas, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan.  Dalam sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi kasalehan beribadah, maka apabila ada orang yang malas beribadah tentu akan menjadi bahan pergunjingan, cercaan, celaan, cemoohan, atau bahkan makian.  Sebaliknya, kepada orang-orang yang rajin beribadah, dermawan, dan seterusnya, akan dinilai sebagai orang yang pantas, layak, atau bahkan harus dihormati dan diteladani.

Dalam ini Jalius, HR menjelaskan, bahwa nilai merupakan sikap pandang terhadap kesesuaian apa yang ada dengan kebutuhan.  Sebuah benda jika dihubungkan dengan kebutuhan, kalau benda itu sesuai atau cocok dengan kebutuhan, maka benda itu dinyatakan sebagai “baik”. Demikian pula sebaliknya, jika benda itu tidak sesuai dengan kebutuhan, maka dinyatakan sebagai buruk. Dengan kata lain  nilai merupakan konsepsi yang menjelaskan hubungan- hubungan fungsional  (guna) antara sesuatu dengan kebutuhan. Konsep nilai selalu dinyatakan kata-kata yang bermakna “baik” atau “buruk”.

Sekarung tahi ayam jika dihubungkan dengan makanan manusia akan menunjukan keadaan tidak sesuai, maka tahi ayam itu bernilai buruk (tidak baik). Akan tetapi sekarung tahi ayam akan dinyatakan baik jika digunakan untuk pupuk tanaman. Karena tahi ayam itu memang cocok untuk meningkatkan kesuburan tanaman. Maka sekarung tahi ayam akan bernilai baik bahkan sangat baik. Pada tataran yang lebih umum kita sering menyaksikan di dalam masyarakat, bahwa pupuk kompos sangat dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Nilai sosial adalah merupakan nilai yang menjelaskan baik atau buruknya sesuatu jika dihubungkan dengan kepentingan kelompok atau masyarakat. Apa yang dinyatakan bernilai baik atau bernilai buruk didasarkan kepada kesepakatan bersama di dalam kelompok atau komunitas. Nilai sosial lingkupnya sangat luas, yakni meliputi semua kebutuhan hidup bersama (bermasyarakat). Misalnya kebutuhan akan makanan, jenis makanan, kaitannya dengan situasi dan kondisi serta kaitannya dengan berbagai aktivitas sosial. Kebutuhan akan pakaian, kaitannya dengan situasi dan kondisi serta kaitannya dengan berbagai kegiatan sosial.

Sepasang sandal dapat bernilai individual dan juga sosial. Bernilai individual karena menyangkut dengan kebutuhan keamanan kaki seseorang. Sepasang sandal akan bernilai sosial jika dihubungkan dengan kebutuhan akan kebersihan bersama. Sepatu akan bernilai sosial jika pada suatu lembaga telah disepakati pemakaiannya. Suatu perbuatan dinyatakan bernilai sosial jika perbuatan itu dapat memenuhi keinginan anggota komunitas, atau memang sangat diharapkan oleh anggota kelompok atau masyarakat. Misalnya orang kaya suka dan sering bersedekah atau menyantuni orang miskin.

Nilai Sosial dapat berfungsi; sebagai faktor pendorong, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan cita-cita atau harapan; Sebagai petunjuk arah mengenai cara berfikir dan bertindak, panduan menentukan piliha; Sebagai sarana untuk menimbang penghargaan sosial, pengumpulan orang dalam suatu unit sosial, dan sebagainya. Sebagai benteng perlindungan atau menjaga stabilitas budaya.

Oleh sebab itu nilai sosial  merupakan satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan  kebutuhan  yang disepakati. Kebutuhan itu dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan atau sesuatu itu diadakan. Biasanya nilai sosial mengandung  dua unsur pokok, yakni ganjaran bagi orang yang senantiasa menegakan nilai kebajikan dan sangsi bagi orang yang melanggarnya atau suka membuat yang tidak baik. 

 

 

About these ads

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.