Sifat Allah Dan RasulNya


لَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ذَلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

Terjemahannya;

Tidakkah mereka (orang-orang munafik termasuk orang musyrik) mengetahui bahwasanya “Barang siapa yang membatasi Allah dan RasulNya” maka neraka jahannam baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang sangat agung.  (Attaubah, ayat 63)

Di dalam ayat tersebut diatas ada kalimat يُحَادِدِ yang berarti  memberi batas atau membatasi. Kalau kita analisis akan ditemui antara lain;

  1. Memberi batas atau membatasi  sifat Allah.
  2. Memberi batas atau membatasi  kekuasaan Allah.
  3. Memberi batas atau membatasi kemampuan Allah
  4. Mamberi batas atau membatasi zat Allah
  5. Memberi batas atau membatasi antara Allah dengan rasul.
  6. Memberi batas atau membatasi sifat rasul atau nabi
  7. Memberi batas atau membatasi kemampuan Nabi.
  8. dll.

Yang akan saya jelaskan disini adalah bahwa selama ini (sudah berabad-abad) ulama mengajarkan kepada umat islam bahwa katanya sifat Allah 20. Yang kita kenal dengan sifat 20. Sifat kita saja lebih dua puluh, apalagi sifat Allah. Kita sebagai manusia tidak akan tahu sifat Allah semuanya artinya sifat Allah itu tidak terhingga. Dapat kita lihat sebuah contoh yang sederhana, misalnya kita sering membaca

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  dalam kalimat tersebut ada 2 sifat Allah yaitu “Pengasih “ dan “ Penyayang” .Semua kita mengakui itu sifat Allah, kenapa tidak dimasukan kedalam sifat 20 ? Kalau ditambahkan kan menjadi 22.

Coba perhatikan pula “ Asmaul Husna” yang 99 itu. Kan disana ada lagi sifat Allah. Kalau dijumlahkan sudah berapa jumlahnya itu. Pantas  sekarang kita bertanya, kenapa pembatasan tersebut terjadi? Jadi permasalahn pokok adalah sistem penalaran ulama yang tidak beraturan.

Berikut, sifat Nabi  ada 4. Pertama siddiq, kedua amanah , ketiga fathonah dan keempat tabligh. Sama juga dengan uraian diatas, sifat kita saja kalau mau menghitungnya jauh lebih banyak dari  empat sifat tersebut. Kenapa Nabi yang unggul dari kita mempunyai sifat hanya 4 ? kenapa sifat nabi yang nyata diungkapkan dalam Alquran tidak masuk, yaitu  nabi itu “ pemberani “ alias tidak penakut (QS.27:10), kecuali hanya kepada Allah ? Nabi itu lemah lembut dan penyantun . Banyak lagi sifat Nabi yang mulia yang kita juga tidak mampu menghitungnya semua.

Satu lagi contoh kesalahan yang menyatakan sifat Nabi itu 4, yaitu  “Tabligh”. Kenapa ulama menerimanya turun temurun kesalah ini. Di dalam Alquran terang dinyatakan bahwa “tabligh” atau menyampaikan adalah “kewajiban” Nabi dan Rasul bukan sifatnya.

Jadi dengan pembatasan seperti itu akibatnya adalah  pengkajian atau analisa tentang Alquran menjadi sempit dan tidak pas. Wajar saja Allah mengingatkan ancamanNya dengan ayat tersebut diatas. Yaitu untuk mereka neraka jahannam dan mereka kekal didalamnya, serta kehinaan yang agung di dunia. Al Quran selalu terpelihara dengan berbagai berita petakut dan ancaman yang berlebihan. Akibatnya kita menghindar karena  takut diterkam harimau, rupanya tidak sadar terperangkap dalam mulut buaya.

Untuk sementara cukup demikian, bila diperlukan dapat disambung lagi dan kalau penulis yang keliru mohon penjelasan untuk meluruskanya kembali,  Semoga Allah selalu menunjukiku.

wassalam    –   Jalius HR

Lubuk Buaya, Agus 09

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s