ALVIN TOFLER Juga keliru


Barangkali Alvin Tofller apakah mungkin benar dalam membagi evolusi sejarah peradaban dunia dalam tiga gelombang ?, yaitu 1.  Era pertanian.  2     Era industri,  3  Era informasi.

Memang pemikiran Alvin ini sangat populer sekitar 20 tahun yang lalu. Hampir semua ilmuan di Perguruan Tinggi di Dunia, juga termasuk di Indonesia selalu merujuk pemikiran Alvin ini. Kemudian redup dan hilang ditelan perkembangan massa. Rupanya sekarang muncul sebuah artilkel yang ditulis  oleh Baskoro Adi Prayitno Dosen FKIP UNS Surakarta . Judul artikelnya adalah Reformasi pendididkan dan pembelajaran; mempersiapkan Generasi di abad 21. Dimuat dalam E – Newsletter Disdiksumbar pertengahan Februari 2010. Artikel tersebut mengambil referensi salah satunya adalah pemikiran Alvin tofler tersebut. Makanya saya memberikan sedikit analisa terhadap pemikiran yang dihidupkan kembali itu.

Kekeliruan pemikiran Alvin tofler terletak pada konsep tiga gelombang perubahan peradaban umat manusia. Dalam sistem berfikir, yang dimaksud dengan tiga gelombang adalah bila tahap awal disebut gelombang pertama, maka tahap berikutnya kita sebut gelomang kedua. Bila gelombang kedua sudahdah selesai maka muncul gelombang ketiga. Tentu saja kalau sudah terjadi gelombang ketiga berarti gelomang pertama dan gelombang kedua telah berlalu.

Dalam realitas di dunia sekarang tidak terbukti perubahan tiga gelombang tersebut. Dewasa ini kita hanya melihat pertumbuhan kehidupan manusia tanpa gelombang. Kehidupan manusia tumbuh dan berkembang.  Dewasa ini bolehlah kita sebut, bahwa kita sedang memasuki abad ke 21. Di dalam kehidupan umat manusia dibumi saat ini semua bentuk dan pola yang telah pernah dialami pada abad-abad sebelumnya tetap saja ada samapi hari ini. Mulai dari masyarakat yang pola kehidupannya sangat primitif sampai kepada masyarakat yang mengaku bahwa peradabannya sudah   tinggi. Masyarakat yang   meramu makanan masih saja ada, hidup dalam era pertanian ( ada pertanian tadisional dan ada juga pertanian yang modern), masyarakat industri ( baik industri manual dan juga modern) semua ada. Masyarakat yang dibilang modern yang hidupnya sudah berada di alam maya atau abad informasi, semuanya bersamaan.

Para pembaca yang budiman.

Kedepan, kehidupan manusia semakin beragam. Kondisi ini dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan penduduk dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Manusia berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan kemudahan, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dampaknya spesialisasi semakin tajam, persaingan semakin ketat saja. Memang hal itu tidak dapat dihindari. Karena itulah dampak dari dinamika pertumbuhan umat manusia.

Semuanya itu sangat erat pengaruhnya terhadap pengelolaan pendidikan. Berbagai model manjement pendidikan diciptakan. Berbagai   strategi dan metodologi direkayasa atau dimodifikasi. Berbagai disiplin ilmu baru tercipta dan berkembang. Banyak orang berkompetisi bagaikan binatang berebut makanan.

Namun semuanya itu   berarti  bahwa umat  manusia tidak  meninggalkan pola apa yang telah pernah dikerjakannya, tidak akan terjadi penggeseran seperti yang diangankan oleh Baskoro Adi Prayitno. Umat manusia tidak bisa meninggalkan era pertanian demikian pula era industri. Perlu juga kita menyadari semua, bahwa umat manusia dibumi ini tidak bisa hidup hanya dengan mengadalkan era kecanggihan informasi saja. Pertanian dalam semua skala dan industri dalam semua bentuk harus hadir dalam kehidupan umat manusia secara bersamaan. Jangan kita berangan – anagan umat manusia itu  kedepannya akan hidup hanya dalam satu gelombang seperti yang dipolakan Alvin Tofler tersebut. Kita harus tahu bahwa Alvin Tovler telah lupa bahwa di Amerika masih ada suku Indian yang mendiami Lembah Amazone dan suku terasing di Basil atau Peru. Mereka pun konon khabarnya dipelihara sebagai cagar budaya. Kehidupanya belum bersentuhan dengan kemajuan bangsa Amerika. Sayang sekali Alvin Tovler dan kawan-kawannya juga belum pernah mampir ke Indonesia guna melihat dari dekat Masyarakat Papua.

Jangan diganggu kami
Vista aérea de la última tribu localizada en Brasil. / GLEISON MIRANDA/FUNAI/SURVIVAL

 Apa artinya semuanya itu ? Ialah bahwa pengelolaan sistem kehidupan, khususnya pengelolaan pendidikan tetap saja sesuai dengan situasi dan kondisi di mana manusia itu berada. Dalam dunia pendidikan yang seperti itu semua metoda pembelajaran akan terpakai, semua strategi pembelajaran akan berguna. Artinya lagi adalah semua metodologi akan terpakai bersamaan di seluruh dunia ini. Tidak akan terjadi penggeseran  atau meninggalkankan sebagiannya. Kita boleh saja memakai istilah paradigma baru, namun hanya berlaku pada ruang dan waktu yang sangat terbatas seperti tempat atau waktu tertentu saja. Konsepnya sekali-kali tidak dapat digeneralisasi.

Pendidikan dipedesaan atau pendidikan di perkotan pengelolaannya tetap saja menyesuaikan dengan kondisi lingkunganya. demikian juga para nelayan, pekerja atau buruh dan sebagainya. Jika kita hanya memakai suatu ide atau pemikiran dari seorang pakar, maka akan rusaklah sistem kehidupan umat manusia alias tidak mungkin dapat terlaksana. Jika banyak para ahli yang sepaham dengan Alvin Tofler, saya teringat dengan firman Allah di dalam Al Quran seperti brikut:

…..”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap realitas)”….Al-an-am 116.

Semoga para analis bisa menggunakan kontrol dalam berfikirnya sebelum melontarkan pemikiarannya ke ruang publik.

Wassalam      –      Jalius.HR

Padang    –    Indonesia

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

4 Responses to ALVIN TOFLER Juga keliru

  1. ciptro says:

    assalmkm…saya sangat apresiasi sekali mengenai analisis2 bapak yang dalam dan komprehensif serta dilihat dari berbagi pespektif. namun yang ingin saya tanyakan disini apa beda gelombang dengan fase dan apakah setiap fase juga tidak bisa meninggalkan secara keseluruhan fase-fase yang lain? terimkasih

  2. Jalius HR says:

    Ciptro :
    Gelombang dapat juga diartikan sebagai ” sejumlah atau sekelompok energi yang bergerak maju dari suatu tempat ke tempat lain yang dituju. Misalnya gelombang air, di situ ada energi yang bergerak, energi itu berpindah dari suatu titik ke titk berikutnya. atau dari suatu tempat tempat berikutnya.

    Sedangkan fase dapat juga diartikan sebagai “serangkaian peristiwa” atau “situasi dan kondisi” yang ter -jadi pada setiap kurun waktu tertentu dari urutan perkembangan atau pertumbuhan. Misalnya pada urutan perkemangan dan pertumbuhan pada seorang anak, dapat kita kelompokan bentuk-bentuk peritiwa atau kejadian pada perubahan yang terjadi dalam perkembangan anak, misalnya peristiwa menyusui,,,,,, peristiwa belajar berdiri dan berjalan,…. peristiwa belajar mengangkat dan memindahkan barang……. dan sebagainya. Pada setiap kelompok peritiwa yang terjadi pada kurun waktu tertentu itu disebut fase.

  3. mas bowo tenan says:

    Sebagian ketakutan memahami maksud pemikiran dia,ketika sebuah kelompok belum siap eksistensinya ia takut jgn2 seperti itu beratnya,ketika amnusia terlindas kecepatan waktu,masa dan arus informasi dikiranya hilang eksistensi diri kelompok komunitas bangsa atau apapun,saya justru positif melihatnya.
    Justru pada gelombang terakhir kejujuran,itikad baik,kasalehan,moralitas manusia teruji.Disitu tofler menginspirasi kita dengan arus tehnologi,informasi,manusia bermoral secara konsisten yg mampu bertahan hidup dimasa itu.manipulasi,markup apapun sejenis namanya menjadi tdk ada artinya semua akan ter-delete secara sistem.Baik secara tehnologi maupun tatanan sosial kemasyarakatan dunia sekalipun.

  4. Jalius HR says:

    Terima kasih Mas Bowo atas masukannya.

    Wassalam dari Jalius.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s