Tobat Jangan Dilupakan


Tobat  wajib bagi setiap orang dan setiap kesalahan, Oleh Jalius HR Dosen Universitas Negeri Padang

Tulisan ini diawali dengan firman Allah dalam surat Al An-anam ayat 54 seperti berikut:

أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ٦:٥٤

…….    “bahwasanya barang siapa yang  mengerjakan yang buruk (salah) di antara kamu lantaran kejahilan (tidak mengerti), kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”……Al-an’am 54

Kata tobat adalah sebutan terhadap orang yang mau  kembali .  Biasanya orang yang telah terlanjur berbuat salah atau  buruk . Kemudian dia sadar, bahwa dia telah berbuat salah atau buruk. Kesadaran tersebut ada yang muncul dengan sendirinya ada juga yang disadarkan orang lain. Orang tersebut kembali ke jalan yang betul dan baik. Jalan yang salah dan buruk dihindarinya. Dia (bisa saja orang perorangan atau juga kelompok) berupaya selalu di jalan yang lempang, jalan yang diredhai oleh tuhan dan manusia. Makanya tobat sangat dibutuhkan dalam pembangunan peradaban umat manusia.

Tobat bermakna sangat luas dan penting, dalam arti meliputi semua perbuatan manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Kesalahan apapun yang telah dilakukan, berapapun banyaknya, berapapun besarnya dan dimanapun diperbuat   harus ada proses tobat. Itupun kalau orang yang bersalah tersebut berkeinginan dikemudian hari supaya ia menjadi orang yang baik, dan orang yang akan mendapat ganjaran yang baik. Dalam Al-quan dinyatakan …hendaklah setiap diri memperhatikan (mengevalusi) apa yang telah ia kerjakan untuk hari esok (masa yang akan datang).

Pada setiap pekerjaan yang telah dilakukan adalah baik pekerjaan itu sederhana atau yang bersifat komplek atau rumit. Waktunya juga tidak terhingga baik satu hari atau bulan telah berlalu ataupun telah berabad lamanya. Dari segi kepentingannya yaitu untuk hari esok (masa yang akan datang), baik satu jam yang akan datang ataupun seabad yang akan datang. Semua bentuk amal atau kerja yang diusahakan harus dalam kondisi betul dan baik. Dasarnya (niatnya) harus betul dan baik, prosesnya pelaksanaannya harus betul dan baik, peralatan yang digunakan harus sesuai dan tujuannya juga harus betul dan baik. Dengan kata lain sistem kerja harus harmonis.

Dewasa ini tobat itu sangat terasa atau terkesan hanya berada dalam wilayah sempit. Banyak orang,  tidak luput para ulama menjelaskan soal tobat ini  hanya soal agama (dalam pengertian ibadah yang sempit). Bahkan sering juga persoalan tobat disengaja menyempitkan ruang lingkupnya.  Misalnya dengan memunculkan berbagai istilah yang enak didengar, seperti hijrah dan muhasabah.

Tobat, dapat saja  berhubungan dengan kesalahan kecil yang berdampak kecil atau sedikit, seperti menulis sebuah kata, teringgal  sebuah huruf . Sedikit kesalahan besar akibatnya, seperti sebuah kata tertukar sebuah huruf, dan sebagainya. Ada juga kesalahan yang besar yang dampaknya sangat luas atau besar, misalnya berzina atau membunuh orang tanpa alasan yang baik. Temapat kejadian dari kesalan yang diperbuat  bisa saja di rumah, dalam masyarakat ataupun dimana saja manusia itu hidup. Yang jelas adalah dalam proses kerja.

Mempermudah menutup kesalahan tulisan, kemudian ulangi menulis...

Mempermudah menutup kesalahan tulisan, kemudian ulangi menulis…

Di sekolah mungkin ada anak membuat jawaban sebuah soal matematika, setelah diperiksa oleh gurunya  dinyatakan  jawabannya salah. Maka anak itu sadar bahwa dia salah menjawabnya dan mau memperbaikinya (kembali ). Maunya anak memperbaiki atau menyelesaikan soal itu sampai betul dengan baik, dapat saja atas  keinginannya sendiri   dan dapat juga atas perintah gurunya. Setelah anak itu dinyatakan betul jawabannya oleh gurunya dan gurunya pun senang anak didiknya mengerti. Itupun juga harus masuk kedalam konsep tobat. Tujuannya tidak lain adalah agar anak itu nanti dinyatakan atau diakui sebagai orang yang berkwalitas atau pintar dan pantas memperoleh nilai atau ganjaran yang baik.

Adapun persyaratan tobat yang sangat penting diketahui adalah, pertama kesadaran atas perbuatan salah ( menetapkan objek sebagai salah) yang telah dikerjakan. Artinya disini meninjau kembali semua pekerjaan yang telah dilakukan, kemudian melihat bagian mana yan ter-salah. Perbuatan (objek ) salah yang dikerjakan biasanya mengandung nilai tidak baik atau tidak disukai,  makanya seorang anak harus sadar bahwa hasil perbuatannya itu tidak baik. Tidak baik bagi dirinya atau tidak baik bagi orang lain atau masyarakat. Tapi lebih luas dari itu juga mengenai alam sekitar atu lingkungan. Bisa saja seseorang salah perbuatannya, karena dampaknya tidak baik bagi binatang atau tanaman. Makanya dalam proses menyadari itu harus muncul semacam peng– aku –an terhadap kesalahan yang telah diperbuat. Kesalahan yang di-aku-i itu baik yang disengaja atau tidak disengaja.

Persyaratan kedua adalah mengukur atau menghitung seberapa besaran kesalahan yang diperbuat.  Baik secara kwantitas maupun secara kwalitas dari kesalahnnya itu. Proses inilah yang disebut dengan menghisab diri terhadap kesalah yang telah diperbuat (muhasabah). Kalau didalam sistem penilaian dinamakan dengan pengukuran. Tentu saja  terus membandingkan  dengan ( menggunakan) kriteria atau alat ukur. Alat ukur itu dapat saja berupa ketentuan, hukum-hukum, adat kebiasaan dan lain sebagainya. Di akhir pengukuran akan kelihatan dengan nyata besaran kesalahan baik jumlah atau mutunya.

Persyaratan ketiga yang wajib dilakukan adalah melakukan perbaikan (ishlah). Sebagi contoh yang disebutkan diatas. Bila ada jawaban soal yang salah yang dilakukan murid tentu saja harus diperbaiki. Sang anak harus berusaha disitu, agar ia nanti bisa menjadi orang yang sungguh mengerti.  Kalu seorang anak mencuri sebuah barang, tentu saja harus dikembalikan. Kalau ada barang yang ter-“korupsi” maka wajib dikembalikan. Kalau ada yang hilang diganti, kalau ada yang rusak harus diperbaiki dan seterusnya.

Persyaratan keempat adalah meminta keredhaan, terutama kepada Tuhan dan manusia.  Permintaan keredhaan kepada Tuhan berupa ampunan dan kepada manusia berupa maaf. Banyak orang bertobat hanya minta ampun kepada Tuhan saja, sementara maaf sesama manusia sering terlupakan, atau sebaliknya.  Pada hal keduanya wajib dijalankan. Tiada artinya tobat itu kalau hanya redha salah satunya saja. Bagaimana kesalahan yang telah diperbaiki itu akan diterima, kalau tidak kita kembalikan penyelesaiannya kepada yang bersangkutan?

Sebagai penutup saya berkeyakinan bahwa Tobat adalah tiang penyangga kemajuan dan keberhasilan umat manusia. Sekian, mungkin ada yang keliru tolong diperbaiki.

Wassalam.
Jalius.HR.  di Lubuk Buaya. Padang

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s