Menjelaskan Dan Bahasa


Hampis memua orang terlibat dengan menjelaskan. Baik dari yang tua kepada yang muda atau sebaliknya. Menjelaskan juga dilakukan oleh orang yang tinggi tingkat pendidikannya kepada orang yang rendah tingkat pengetahuannya atau sebaliknya. Orang sakit akan menjelaskan gejala yang ia alami kepada seorang dukun atau dakter  juga  sebaliknya. Yang sering teringat oleh kita hanya seorang guru kepada muridnya saling menjelaskan. Yang jelas adalah diantara kita selalu saling menjelaskan.

Untuk kepentingan pendidikan atau seorang guru kepada  muridnya, maka “menjelaskan” dapat didefenisikan sebagai memberikan pengertian dan pemahaman kepada murid (orang lain). Penjelasan dapat saja diberikan dimana saja dan kapan saja. Memang dalam hal yang spesifik penjelasan dapat diberikan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Ada pelajaran tertentu memang belum cocok kalau diberikan kepada seorang anak yang belum dewasa, dan lain sebagainya.

Apa yang harus dijelaskan ? Berdasarkan analisa terhadap gejala kehidupan umat manusia, maka penjelasan selalu terkait dengan:

  1. Konsep-konsep dari sesuatu yang telah dikenal sebelumnya. Seperti Indah, baik, kebenaran dan jentelman.
  2. Hukum kausalitas, yaitu hubungan sebab dan akibat, misalnya kenapa hujan bisa terjadi ?
  3. Tata – aturan, atau prosedur dari suatu pekerjaan. Membuka dan memasang onderdil sepeda motor. Atau urusan administrasi.
  4. Menjelaskan maksud dan tujuan dari suatu rencana kegiatan. Misalnya maksud dan tujuan pergi karya wisata ke Lokasi lumur Lapindo.
  5. Hubungan, misalnya hubungan seseorang dengan orang lain atau hubungan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lain.
  6. Proses, penjelasan tentang serangkaian kegiatan mulai dari awal samapi ke akhirnya, seperti proses pengolahan karet menjadi ban mobil.

Itulah contoh-contoh yang dijelaskan oleh seorang guru kepada muridnya. Banyak lagi hal-hal yang harus dijelaskan, seperti    fakta dan  prinsip-prinsip. Yang paling penting dalam hal menjelaskan ini, bila ditinjau dari arah murid kemampuan menjelaskan sangat dihargai murid. Dalam hal itu pulalah intinya proses belajar dan mengajar. Salah satu faktor pendukung yang sangat fital adalah soal penggunaan bahasa. Dalam Alquran Allah telah mengingatkan kita tidak seorang rasulpun Kami utus kecuali dengan bahasa kaumnya. Jadi seorang guru ataupun mubalig yang akan menyampaikan penjelasan kepada muridnya harus menggunakan bahasa muridnya.

Terang sekali maksudnya adalah agar apa yang disampaikan gurunya mudah diterima dam dipahami… “Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”. 41:44

Dalam ayat tersebut diatas juga mengingatkan kita bila menjelaskan bahan pelajaran kalau menggunakan bahasa asing bagai memanggil dari tempat yang jauh, tentu saja panggilan tidak kedengaran, atau sayup-sayup sampai. Bila panggilan tidak kedengaran terang saja informasi (pengertian) tidak sampai. Walaupun sampai tapi kabur.

Parlu juga kita ketahui, bahwa bahasa itu memiliki dua aspek wujudnya, pertama aspek fisik yakni berupa tulisan, bunyi dan loghat. Kedua aspek zhuq (keruhanian), menyangkut dengan pemahaman maksud dan tujuan. Kita sering hanya tahu aspek pertama dari bahasa asing, sedikit sekali kita yang menguasai aspek kedua dengan baik. Lain halnya dengan bahasa keseharian kita dan anak. Kedua aspek tersebut dapat dikuasai dengan baik. Kitapun mudah dan lancar berkomunikasi. Tidak menyakitkan kepala lagi. Itu pula maksudnya “penawar” bagi orang yang beriman (yang melaksanakan ketentuan tersebut).

Demikan saja tulisan pendek ini semoga ada manfaatnya.

Wassalam.

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s