Harun Yahya Terseret Oleh “Laba-Laba”


Harun Yahya adalah salah seorang pemikir muslim yang cukup di kenal di banyak cendekiawan muslim. Pemikirannya terkadang boleh diterima. Tetapi ada juga yang tidak disadari yang dapat menyesatkan dia sediri ataupun  pengikutnya. Salah satu tulisannya yakni buku yang berjudul  Deep Thinking isinya mengajak  seorang muslim berfikir. Dalam buku itu Harun Yahya membahas “bagaimana sarang laba-laba mendorong seseorang untuk berfikir “.

Ceritanya sangat menarik karena dia menceritakan   ciptaan Allah tentang sarang laba-laba. Harun Yahya menceritakan dalam buku itu sebagai berikut:

…..”Sarang laba-laba tersebut memiliki bentuk simetri yang sempurna. Ia kagum terhadap seekor laba-laba yang mungil tetapi memiliki kemampuan dalam membuat sebuah disain yang sedemikian menakjubkan. Setelah itu ia membuat sebuah pengamatan sehingga mendapatkan fakta lain. Serat yang digunakan laba-laba  ternyata lebih fleksibel dari serat karet dengan ketebalan yang sama. Serat yang diproduksi oleh laba-laba ini memiliki mutu yang demikian tinggi sehingga ditiru oleh manusia dalam pembuatan jaket anti peluru. Sungguh luar biasa sarang laba-laba yang dianggap sederhana oleh kebanyakan manusia, ternyata terbuat dari bahan yang mutunya setara dengan bahan industi paling ideal di dunia”….(Harun Yahya hal. 75)

Kalau mau mencermati pesan yang ditulis oleh Harun Yahya tersebut sungguh tidak realistis. Sebab dari berbagai pengamatan yang saya lakukan di lapangan dunia laba-laba dan dunia industri sungguh tidak bersesuaian.

Yang paling fatal kesalahnnya adalah dalam kaitannya dengan penafsiran ayat Al-Quran:

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. Q.s. 29:41.

Yang sangat penting kita pahami adalah , bahwa Harun yahya “memberikan” makna kepada ayat tersebut. Tentu saja pemikirannya yang ditonjolkanya untuk kontek ayat tersebut. Pada hal seharusnya yang dilakukan adalah  “mengambil” makna yang terkandung di dalam pesan ayat tersebut. Pesan utama adalah “pelindung yang lemah”. Pelindung selain Allah sangat lemah, perbandingan lemahnya diumpamakan dengan sarang laba-laba. Maka dalam kontek ayat tersebut kita harus mengambil makna bagaimana “lemahnya” sarang laba-laba tersebut.

Logika yang digunakan untuk menceritakan lemahnya sarang laba-laba tersebut adalah, bahwa sarang laba-laba tersebut terbuat dari kotorannya atau cairan yang bisa mengental itu berasal dari dalam tubuhnya sendiri. Artinya apa, cairan itu adalah produk dirinya sendiri. Kalau produk dari diri sendiri berarti produk itu jauh lebih lemah dari dirinya sendri. Kalau demikian halnya maka kwalitas dari rumahn laba-laba itu jauh lebih rendah dari kwalitas dirinya yang akan berlindung di dalam rumahnya itu. Sudah barang yang sangat nyata kelemahan dari sarang laba-laba yang kita temui dalam dunia laba-laba.

Makanya Allah menyuruh manusia supaya berlidung kepada yang lebih kuat dan lebih kuasa dari dirinya sendiri, yakni yang menciptakan dirinya sendiri. Bukan kepada yang lemah, lebih lemah dari diri sendiri. Yakni yang tidak mampu mendatangkan kebaikan dan tidak pula mampu menolak berbagai kemudaratan yang di datangkan Allah. Dalam hal ini sudah sangat jelas, bahwa yang mencipta lebih mampu dan sangat kuasa dalam hal memberikan perlindungan dan pertolongan. Kuasa memberikan perlindungan dalam bentuk apapun yang menggangu manusia itu. Tentu  saja adalah hanya  Allah swt.

Lubuk Buaya  Padang     15 Juli 2010

Wassalam        Jalius.  HR

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

One Response to Harun Yahya Terseret Oleh “Laba-Laba”

  1. Nanang says:

    Ngomong apasih Boss? Dosen kok menyalahkan interpretasi. Anda bicara masalah sains, padahal anda bukan bidangnya.

    Mana ngerti saudara ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s