Harun Yahya juga membelok


Harun Yahya dalam bukunya yang berjudul  Deep Thinking, Bagaimana Seorang Muslim Berfikir. menulis sebagai berikut;  “Padahal, sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan,  Allah mewajibkan manusia untuk berfikir secara mendalam, atau merenung.  Allah berfirman bahwa Al-Quran diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan atau direnungkan: “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang mempunyai pikiran” (QS. Shaad, 38:29). Yang ditekankan di sini adalah bahwa setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir”. (Harun Yahya, Deep Thinking. Halaman -9) . Bagi orang yang tidak terbiasa membaca Al-Quran akan terasa indah dan logisnya  ungkapan  yang disampaikan oleh Harun Yahya pada bagian terakhir dari kutipan diatas yakni “setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir”. Adapun makna yang  ditekankan (diberikan) oleh Harun yahya  terhadap ayat tersebut di atas adalah upaya “meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir”.  Artinya  ayat  tersebut  hanya dijadikanya sebagai referensi dari pemikirannya.  Dia tidak menjelaskan   makna apa yang terkandung di dalam ayat tersebut. Tetapi dia hanya membelok setelah melontarkan ayat  tersebut.  Berikut ini saya cantumkan teks ayat  yang  dikutip Harun Yahya tersebut, karena  dalam  buku Deep Thinking tersebut  teks  arabnya  tidak  ada dituliskan.

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran  Para Ulul Albab”. QS. 38:29.

Kalau kita mau memperhatikan pokok pikiran yang ada dalam ayat tersebut di atas, maka kita akan mendapatkan hal-hal sebagai berikut; pertama,  sebuah kitab telah diturunkan yakni Al-Quran. Kitab AlQuran itu penuh berkah. Kedua perintah untuk memperhatikannya. Ketiga adalah tujuan agar  mendapat pelajaran bila diperhatikan atau dipelajari. Dan keempat adalah orang  yang  mempelajari Al-Quran,   kalau dia sebagai  sebagai ‘ulul albab ‘.. Jadi kalau dianalisa kandungan pesan yang ada di dalam ayat tersebut dapat ditemukan ketidak sesuaian dengan apa yang diinginkan oleh Harun Yahya.

Ayat tersebut bukan perintah yang berhubungan dengan “meningkatkan” kemampuan berpikir  atau meningkatkan kedalaman berpikir. Akan tetapi ayat tersebut mengingatkan kepada kita bahwa ada sebuah kitab atau Al-Quran telah diturunkan kepada kita. Kitab itu mengandung sangat banyak berkah. Karena kitab itu banyak mengandung berkah maka jadikanlah Al-Qurana itu sumber utama untuk diperhatikan atau dipelajari. Kata “perhatikanlah”  disini  berarti  kita diperintah oleh Allah untuk  mempelajari dan memahami kandungan yang terdapat di dalam ayat-ayatnya. Dalam hal ini berarti juga bermakna perintah untuk mempelajari isi  kitab Al-Quran tersebut.  Jadikanlah  Al-Quran  itu sebagai  objek  studi,  kitab  atau  Al-Quran itulah yang  harus  menjadi  perhatian,  isinya  yang  harus  dipelajari sampai mengerti dan paham. Apa saja informasi yang ada didalamnya harus dipelajari sampai mendapatkan pelajaran  atau pemahaman.

 Di samping itu lagi ada makna yang terkandung di dalamnya, yakni orang-orang  yang disebut dengan  “ulul albab”.  Salah satu pengertian ulul albab dijelaskan dalam surat Az-zumar ayat 18 yakni orang-orang : …………. yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya “.. Bukan dalam pengertian umum (orang yang mempunyai pikiran) seperti  terjemahan tersebut  yang disampaikan oleh Harun Yahya di atas. Kalau seperti itu, kita semua tahu, bahwa semua orang mempunyai pikiran. Tetapi tidak semua orang yang mempunyai pikiran  yang tergolong ulul albab.

Jika pengertian Harun itu yang dipakai maka tidak akan bersesuaian pesan yang ada dalam ayat terebut. Sebab tidak semua orang yang punya pikiran yang bisa belajar secara baik. Jadi  dapat dijelaskan  bahwa bila ada orang yang selalu melakukan studi atau belajar, kemudian dia memilah mana yang baik dan mana yang buruk, setelah itu dia mengambil yang terbaik di antaranya,  orang seperti itulah yang akan mendapat pelajaran,  dia  akan  mendapat   berkah atau kebaikan yang  ada di dalam  kitab  Al-Quran tersebut.

Padang, Lubuk Buaya 16 Juli 2010

Wassalam. Jalius. HR.

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

4 Responses to Harun Yahya juga membelok

  1. Nanang says:

    Gak ngerti apa yang anda maksud? Berbelit-belit. To the poin aja.

    Kalo mau menfsirkan ayat coba juga dari arti harfiahnya secara bahasa arab Boss.

    • Jalius HR says:

      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Terima kasih atas kunjungan Nanang ke Blog saya. Semoga Nanang mendapat Hidayah dari Allah swt. Wassalam. dari Jalius HR.

      ________________________________

  2. AganNcop says:

    Yang saya lihat malah kata-kata bapak “Tetapi tidak semua orang yang mempunyai pikiran yang tergolong ulul albab” dan “Sebab tidak semua orang yang punya pikiran yang bisa belajar dengan baik.” itu adalah kata-kata yang Buruk dan Sangat Pesimis.
    hati-hati pak, pemahaman bapak bisa-bisa membuat orang tidak semangat memahami Al-Qur’an.

    Malah yang saya lihat kata-kata Harun Yahya “setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir”, ini merupakan Solusi yang tepat dari kutipan ayat di atas.

    karena sangat berbeda sekali orang yang mendalami Fisika dengan yang bukan ketika mendengar Ayat “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya (sama dengan) Lima puluh ribu tahun. (QS Al Ma`arij 70:4)”

    meskipun sekiranya saya belum sampai pada level “Ulul Albab” seperti yang bapak pahami. tapi saya benar-benar sangat bersyukur sekali yang mungkin tak dapat dirasakan oleh setiap orang.
    Hal itu karna saya “meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir”

    • Jalius. HR says:

      AganNcop…Sadarilah bahwa kebanyakan manusia di bumi ini adalah orang kafir dan musyrik….hanya sedikit sekali orang yang beriman….atau yang tergolong Ulil Albab.

      Kemudian gunakanlah etika yang baik dalam rangka berilmu….tolong jelaskan mana yang betulnya, jangan hanya sekedar mengatakan ” itu adalah perkataan yang buruk”…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s