Bukan Columbus, Tidak Pula Cheng Ho


Tulisan ini sengaja saya sampaikan untuk para pendidik atau para guru yang mengajar di sekolah. Menurut hemat saya, tulisan ini dapat dijadikan sebagai dasar logika atau cara berfikir memahami suatu berita atau analisa bacaan. Semoga ada manfaatnya, selamat membaca……..

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” ….Al-Maidah; 72.

Ayat  Al-quran tersebut sengaja saya kutip bukan dalam rangka menafsirkan pesan yang terkandung didalamnya. Akan tetapi kutipan tersebut akan saya gunakan untuk landasan atau boleh juga sebagai panduan untuk bernalar atau berfikir. Yang akan dijadikan sebagai panduan atau acuan adalah “adanya pengakuan orang terhadap Isa as sebagi Tuhan, padahal Isa as mengatakan  sembahlah Allah …Tuhanku dan tuhanmu “.

Didalam kehidupan dunia ilmiah khususnya di dunia pendidikan sekolah, ada contoh yang sangat penting utuk diperhatikan, khususnya guru-guru disekolah. Yakni dalam pelajaran sejarah dunia, kita mempelajari dulunya dan sekarang mengajarkannya pada anak didik, bahwa yang  pertama kali menemukan Benua Amerika adalah Christopher Columbus dari Spanyol atau Eropa. Baca kutipan berikutnya ; Christopher Columbus (lahir 30 Oktober 1451 – meninggal 20 Mei 1506 pada umur 54 tahun) adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian Spanyol. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Kemudian ada lagi versi lain tentang orang yang pertama kali menemukan benua Amerika yakni ……” Seorang kolektor peta China telah menemukan kopi peta kuno yang menurutnya membuktikan teori kontroversial bahwa laksamana China, Cheng Ho, merupakan orang pertama yang menemukan Benua Amerika dan mengelilingi dunia. Liu Gang mengemukakan peta itu mendukung teori baru-baru ini bahwa orang China menemukan Amerika sebelum Christopher Columbus dan memetakan bagian-bagian dunia seperti Antartika dan Kanada utara jauh sebelum tibanya para penjelajah Barat.
“Peta itu memperlihatkan kepada kami bahwa orang China menemukan kawasan itu 70 tahun sebelum Columbus,” kata Liu dalam pengumumannya di depan publik mengenai peta itu. “Peta itu mengatakan kepada kita bahwa Cheng Ho menemukan Amerika.”
Peta tersebut berasal dari tahun 1763, namun juga menandai dengan jelas bahwa itu merupakan kopian yang dibuat pada 1418. Masa itu bertepatan dengan pelayaran Cheng Ho, yang berlansung antara 1405 hingga 1432.

Colombus mengira bahwa pulau tersebut masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorientasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol. Setelah menerobos masuk menjelahi hutan belantara, Colombus bertemu dengan sekelompok yang  telah menetap di situ.  Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Colombus banyak mendapat resistensi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus.

Dari situs Wikipedia bahasa Indonesia diperoleh penjelasan sebagai berikut;

Suku Indian adalah pemukim pertama Amerika Utara datang dari Asia lebih dari 20.000 tahun lalu. Karena mengikuti hewan buruan, mereka mengembara melewati Selat Bering (dulu tanah genting, kini pemisah Asia dan Amerika Utara). Lambat laun mereka menetap dan berkembang menjadi berbagai suku. Berabad-abad mereka membangun masyarakat teratur. Pada abad ke-16, orang Eropa tiba di Amerika Utara untuk pertama kali. Karena mengira tiba di India (Asia), mereka secara keliru menyebut penduduk asli itu orang “Indian”. Orang Eropa menginginkan tanah. Karena itu keberadaan penduduk asli terancam. Kaum Indian lalu bertempur melawan para pemukim baru. Pada abad ke-19, suku Indian melawan pemerintah Amerika Serikat yang berusaha menggusur mereka. Lewat perjuangan sengit, kaum Indian dipindahkan ke reservat, daerah khusus buat mereka. Hingga kini banyak orang Indian masih hidup di sana.

Sementara itu berita terakhir tentang suku Indian ini yang dirilis oleh Website Bisik-Bisik, Khabar Nompang Lewat  adalah sebagai berikut:

Satu suku Indian Amazon yang merupakan salah satu dari suku yang terakhir kali tak tersentuh modernisasi dunia berhasil diabadikan dari udara. Tubuh mereka dibalur cat berwarna merah cerah dilengkapi dengan panah dan busur.  Foto-foto dari suku yang bermukim di dekat perbatasan antara Brasil dan Peru ini merupakan suku yang sangat langka. Seorang pejabat Brasil yang terlibat dalam ekspedisi tersebut mengungkapkan banyak dari mereka merasa marah akibat penebangan liar di hutan mereka.

“Apa yang terjadi dalam kawasan ini merupakan suatu tindakan kriminal terhadap dunia alam, suku fauna dan juga ‘peradabaan’ manusia yang mengancam dunia,” tegas Jose Carlos Meirelles sebagaimana dikutip oleh kelompok Survival International. Salah satu gambar yang bisa kita saksikan adalah melalui situs Survival International (http://www.survival-international.org) yang menampilkan dua pria suku Indian yang dilabur warna merah cerah membidik panah berapi mereka ke pesawat pengintai, sementara yang lain tengah mengamati pesawat tersebut dengan terheran-heran.

Foto lainnya menunjukkan sekitar 15 orang suku Indian berada dekat gubuk kayu sangat primitif, di mana beberapa dari mereka tengah mempersiapkan panah berapi yang dibidikkan ke arah pesawat.  “Dunia harus menyadari hal ini dan memastikan bahwa wilayah mereka dilindungi oleh UU Internasional. Jika tidak mereka segera akan punah,” ujar Stephen Corry, Direktur Survival International yang mendukung keberadaan suku-suku di dunia.

Dari 100 lebih suku yang tak tersentuh peradaban modern di dunia ini, lebih dari setengahnya hidup di Brasil atau Peru, jelas Survival International. Dikatakannya, mereka semua mengungkapkan kemarahan mereka saat dipaksa hengkang dari tanah mereka. Sementara sebagian warga suku ini meninggal karena penyakit baru “tak dikenal”.

Maka dari uraian diatas jelas sekali kesalahan berfikir banyak orang yang mengatakan bahwa penemu Amerika adalah Christopher Colombus atau Cheng-ho. Padahal Colombus sendiri mengatakan bahwa dia menemukan penduduk asli Amerika yakni Bangsa Indian. Artinya apa,  telah ada orang yang mendahului,  tentu saja membatalkan istilah “penemu”.

Semoga menjadi bahan pelajaran bagi yang mau berfikir.

Wasalam

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

One Response to Bukan Columbus, Tidak Pula Cheng Ho

  1. Hmm..
    Benar jg nih. Sepertinya mereka dpt info dulu dr org lain. Mungkin aja dr Ibnu Batutah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s