Istiqomah Seperti Etnis Cina


Di Indonesia banyak orang yang  melihat negatifnya etnis Cina atau Tionhoa. Pada hal sebaiknya etnis Cina dapat kita jadikan sebagai contoh dalam mengelola pendidikan yang baik.  Dalam tulisan ini penulis menyampaikan bahwa pada etnis Cina ada jiwa istiqomah.

Diantara indikatornya  adalah mereka memelihara intuisi, mereka tidak membiarkan  intuisinya berkelana kenegeri antah barantah. Etnis Cina juga meretas kaedah satu jalan, yakni dunia usaha yang terfokus pada sektor ekonomi sangat terbatas, tapi mereka mengelola secara profesional.  Karena demikian di Indonesia etnis Cina sangat terkesan dia yang monopoli.

Faktor penting lainnya yang mendukung keistiqomahan etnis Cina adalah senantiasa dengan dua kekuatan, yakni kekuatan ilmiah dan kekuatan amaliah. Dengan kekuatan ilmiah etnis Cina mengetahui dan memahaminya dengan baik seluk beluk sistem dunia usaha bisnis yang  ditekuninya. Bayangkan semenjak anaknya lahir ke dunia mereka sudah mendidik anak-naknya  di lingkungan dunia  bisnis yang mereka tekuni sampai anak tersebut dewasa, tua dan mati. Seorang anak etnis Cina pada seusia  murid SMA, kemampuan dan pemahaman dagangnya mungkin melebihi kemampuan seorang pribumi yang telah meraih gelar Doktor dibidang ekonomi. Anak etnis Cina tersebut sudah bisa melakukan kegiatan ekspor dan inpor ke Singapura atau ke Hongkong. Apalagi menggeluti soal perbankan dan dunia valas.

Anak-anak etnis Cina belajar pada orang tuanya secara informal.  Ada salah satu hal sangat penting   difahami  oleh kita semua adalah kalau orang tuanya meninggal dunia, mereka mendapat warisan, mereka tidak hanya sekedar mewarisi harta kekayaan saja, tetapi yang lebih penting dari itu adalah mewarisi “dunia usaha” orang tuanya. Mereka tidak mengalami kesulitan untuk melanjutkannya.

Dalam hal ini  berbeda dengan pribumi.  Kalau seorang anak pribumi dari keluarga petani misalnya, sang anak dididik atau pendidikan anak diusahakan untuk berhijrah ke dunia jasa atau dagang. Pokoknya nasehat orang tua  kepadanya  adalah rajin-rajinlah bersekolah, agar kamu jangan seperti saya ini.. Demikian juga dalam bidang lainnya. Kalau ada masyarakat kita yang berusaha satu, dua atau tiga orang didunia bisnis, maka anaknya diorbitkan sebagai pegawai negeri atau perusahaan, pengacara, dan sebagai-sebagainya. Akibatnya apa, setelah orang tuanya meninggal dunia, dunia usahanya tidak berkesinambungan lagi.

Demikian Juga dengan kekuatan amaliahnya. Seperti yang terurai di Atas, bahwa anak-anak Cina sebagian besar waktunya sangat terkait dengan praktek dunia  bisnis. Saking tingginya mereka menghabiskan waktu untuk menggeluti   usaha bisnis orang tuanya, sehingga mereka tidak banyak yang berkeluyuran di sembarang tempat. Bahkan bersosialisasi dengan pribumi atau etnis lain mereka tidak punya waktu lagi. Walaupun sudah berbagai program yang dijalankan dalam rangka “pembauran“, namun selalu gagal.

Dalam meretas jalan istiqomah, etnis cina selalu mengisi perjalanan masa. Artinya mereka selalu sibuk mengikuti perkembangan, Sehingga berbagai macam kebutuhan yang bersifat terpakai setiap hari oleh masyarakat luas mereka segera mengisinya. Disamping itu jalan kearah itu selalu mereka bangun. Agar mereka selalu berada dalam keadaan lempang dan berkesinambungan.

Salah satu kata kunci lagi yang dipakai dalam menempuh jalan istiqomah yang telah diretas adalah memahami kwalifikasi manusia. Mereka sangat mahir menggolong-golongkan manusia, masing-masing golongan mereka menghadapinya sesuai dengan karakteristiknya. Tiap golongan ada manfaatnya dan juga di  manfaatkan .  Apakah  dia orang kebanyakan atau dia  adalah pejabat tinggi negara.  Ada salah satu filosofi lagi bagi etnis Cina yaitu kita harus menaklukan lawan. Tapi lawan jangan dibunuh atau tidak boleh dicederai  . Dampaknya apa, ya diseluruh penjuru dunia orang bisa bersahabat dengan etnis Cina.

Demikian saja untuk sementara dalam rangka ikut serta membangun kecerdikan dan kepintaran pemikir.

Lubuk Buaya,  Agustus  10. Wassalam            Jalius.HR

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

One Response to Istiqomah Seperti Etnis Cina

  1. Salman/ Ican says:

    Mantap Pak. Rata-rata orang China adalah pebisnis sukses. Yang membedakan kita dengan mereka menurut ambo adalah mentalnya Pak. Chino bermental bos, urang awak jadi anak buah selah. Kalau ndak ba minantu, yang nyo tanyo lai namuah usaho ndak? Kalau urang awak lai pagawai ndak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s