Sidney Hook


Karir filosofis dari Sidney Hook ditandai oleh panjang dan keteguhan komitmen kepada filsafat John Dewey. Hook adalah seorang penerjemah terkemuka dan penganjur naturalisme Deweyan pragmatis dari tahun sebagai mahasiswa pascasarjana Dewey di Columbia pada tahun 1920 melalui enam dekade pengajaran filosofis dan menulis hingga kematiannya pada tahun 1989. Dia diidentifikasi dengan atribusi yang diberikan kepadanya sebagai “bulldog Dewey.”

Hook advokasi tentang posisi Deweyan memiliki fokus khusus di bidang teori pragmatis pengetahuan dan naturalisme etis. Berkaitan dengan teori pengetahuan, Hook percaya bahwa hanya rekening pragmatis pengetahuan, dengan menekankan instrumental nya, memberikan penjelasan yang memadai dari nilai dianggap berasal dari pengetahuan dalam pengalaman manusia dan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan mengapa pengetahuan adalah penting bagi kehidupan manusia . Dalam kaitan dengan naturalisme etis, Hook berpendapat bahwa rekening naturalistik tentang asal-usul dan justifikasi etis yang ditawarkan laporan secara belum dibenarkan dan tujuan penting bagi keputusan moral. Dalam pembelaannya terhadap naturalisme etis, Hook melakukan kritik terus-menerus menentang tesis. Tesis ini termasuk segala bentuk absolutisme moral yang berasal dari warisan tradisi keagamaan atau sistem metafisik dari Idealisme atau intuisionisme. Mereka juga termasuk varian dari apa yang dianggap sebagai relativisme moral atau nihilisme moral, apakah berasal dari komitmen sewenang-wenang seperti dalam filsafat eksistensialis, atau didukung sebagai ekspresi dari sikap emosional seperti dalam Positivisme Logis.

Dalam tradisi pragmatisme Deweyan, Hook mencoba menerapkan penafsiran pragmatis etika untuk berbagai bidang aksi sosial termasuk masalah kebijakan pendidikan, kebebasan budaya dan perubahan sosial. Aplikasi Hook tentang penilaian etis normatif untuk isu-isu sosial dan politik kontemporer ditandai dengan pembalikan signifikan. Pada tahap awal melalui 1930-an, pendekatan Hook itu dapat dipahami sebagai bentuk liberalisme radikal yang terutama ditandai dengan dukungannya terhadap Marxisme sebagai aplikasi metode ilmiah untuk resolusi situasi problematis dari masyarakat kapitalis selama periode tersebut.  Keterlibatan Hook dalam Marxisme, Namun, akhirnya membuatnya   menjadi penganjur terkemuka kebijakan anti-komunis, baik dalam urusan luar negeri dan lembaga-lembaga dalam negeri. Pada tahap selanjutnya dalam karirnya,  setelah reaksinya terhadap program-program dari   ”  Waktu Baru ” di tahun 1960-an, pendekatan Hook itu dapat dipahami sebagai bentuk liberalisme konservatif. Stresing awal Hook’s atas kebebasan penyelidikan dalam praktek pendidikan ditambah dengan penekanannya atas kesinambungan dalam kurikulum tradisi budaya  humanistik. Demikian pula, dukungan awal Hook untuk demokrasi sosial ditambah dengan penentangannya terhadap potensi totaliter yang muncul dalam gerakan sosialis dan radikal dalam sejarah kontemporer. Dengan demikian, dalam tahap akhir Hook sebagai seorang filsuf publik, tulisan-tulisannya diidentifikasi dengan gerakan neoconservative.

Makanya kita sangat berterima kasih atas pemikiran dan kecemerlangan pemikirannya. Hook menemukan kebajikan-kebajikan kemana pikirannya dia arahkan. Hook sebenarnya telah mendapatkan hidayah. Dalam Al Quran dinyatakan “Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu”(Al Quran  29 : 49.  Hanya saja dia Hook tidak mengakui ke Esaan Allah. Tetap sajalah dia sebagai non Muslim, kasihan.

Wassalam   –    Jalius  HR

Padang    –      Indonesia      September ‘10

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s