Pengertian Nilai


Sampai saat ini dan juga pada masa yang akan datang, semua orang berkepentingan dengan konsep yang satu ini. Tidak terhingga para ahli filsafat dan juga tokoh pendidikan telah banyak menghabiskan waktu dan  fikiran membahas tentang nilai ini. Karena memang yang namanya manusia sangat berkepentingan dengan segala sesuatu yang bernilai baik dan menjauhi yang bernilai buruk.

Nilai adalah sesuatu yang abstrak, tidak berupa barang kongkrit. Nilai hanya bisa difikirkan, dipahami dan dihayati. Nilai berkaitan dengan cita-cita, keyakinan,  harapan dan hal-hal yang berkaitan dengan bathiniah. Menilai berarti  menimbang, mengukur dan membandingkan, yakni kegiatan manusia   menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil suatu keputusan.

Namun sampai saat ini masih saja pengertian nilai yang telah pernah muncul belum menyentuh pengertian yang lebih mendasar. Dalam arti kata pengertian nilai yang dikemukakan belum menyentuh hakikat dari konsep nilai itu sendiri. Pada umumnya pengertian-pengertian yang dikemukakan berkenaan dengan fungsi-fungsi dari apa-apa yang  ada (objek yang di bereri nilai), atau peran-peran dari sesuatu dalam mengatur perilaku manusia di dalam suatu komunitas. Dengan pemahaman yang seperti itu tentunya nilai dipahami dalam linkup  yang  sempit yakni sebatas niali-nilai sosial. Padahal konsep nilai sangat luas dan bahkan mungkin tidak terhingga.

Di dalam tulisan ini secara ringkas akan di jelaskan kepada kita semua tentang hakekat dan pengertian dari konsep nilai. Pada hakikatnya kata nilai ditujukan untuk menjelaskan kepada kita tentang kesesuaian sesuatu dengan sesuatu yang lainnya ( dalam hal ini adalah kebutuhan). Dalam kalimat lain dapat dijelaskan, nilai adalah penunjukan kepada kita tentang kesesuaian sesuatu dengan kebutuhan. Sesuatu itu tentu saja apa yang ada, dalam konteks Al-Quran yakni, apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Sedangkan   sesuatu yang lain adalah menunjukan kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud bukan hanya mengacu kepada kebutuhan manusia saja akan tetapi juga kebutuhan makhluq yang lain. Boleh juga kebutuhan sebuah sistem.

Kebutuhan dalam tataran konsep (dalam alam pikiran) atau juga dalam tataran realitas (kenyaataan) berada di antara dua kutub, yakni antara  baik (cocok denga kebutuhan) dengan buruk (tidak cocok dengan kebutuhan). Maka sebuah nilai dinyatakan dengan istilah baik dan istilah buruk. Dalam hal ini saya menggunakan istilah “baik” dan istilah “buruk” dimaksudkan sebagai konsep-konsep umum ( universal).  “Baik” dan “buruk” sebagai konsep umum  dalam arti ke dalamnya dapat dimasukan apa yang dikatakan bagus, cantik, enak, indah, dan sebagainya.

Bila sesuatu sesuai dengan kebutuhan seseorang, dia akan menyatakan suka dan bila tidak sesuai dengan kebutuhannya dia akan menyatakan benci (menolak).  Terhadap apa yang disukai disebut dengan“baik”. Terhadap apa yang ditolak disebut dengan “buruk”. Misalnya bila sebuah kembang gula bersentuhan dengan lidah akan terasa enak dan manis, hati kita dengan spontan mengatakan suka. Dari banyak pengalaman yang telah berlalu, rupanya kembang gula itu tidak membahayakan, berarti  cocok dengan kebutuhan. Maka kembang gula itu dinyatakan sebagai bernilai baik. Bila seseorang meminum air sungai yang belum dimasak atau kotor, seseorang itu sakit perut, berarti air itu tidak cocok  sebagai kebutuhan (untuk kesehatan ).  Maka air sungai itu dinyatakan sebagai bernilai buruk.

Demikian pula halnya dengan yang lain dari kebutuhan manusia. Misalnya kebutuhan hewan dan tumbuhan. Pupuk urea sangat cocok untuk tanaman padi, maka pupuk itu dinyatakan sebagai bernilai baik. Rumput dinyatakan bernilai baik karena sangat digemari oleh sapi dan kerbau, maka jadilak rumput itu sebagai makanan pokoknya.

Cairan Baygon dinyatakan sebagai bernilai baik, karena sangat efktif untuk membunuh nyamuk di dalam ruangan kamar tidur, dan dinyatakan sebagai bernilai buruk bila diminum oleh binatang ternak (tidak cocok dengan kebutuhannya, karena dapat menimbulkan kematian).

Keadaan suatu tempat, situasi dan kondisinya membuat senang mata memandangnya, maka dinyatakan sebagai bernilai indah. Sejumlah bunyi-bunyian yang diatur sedemikian rupa membuat enak didengar dinyatakan sebagai bernilai seni (seni musik). Hal ini menunjukan kesesuaian dengan keinginan dan perasaan.

Maknya segala sesuatu yang berperan sebagai suatu komponen dalam sebuah sistem operasi, sehingga sistem menjadi harmonis, sesuatu itu dinyatakan sebagai bernilai baik. Dan sebaliknya bila sesuatu berada dalam sebuah sistem, kemudian sistem itu menjadi terganggu atau rusak, maka sesuatu itu dinyatakan tidak baik atu bernilai buruk. Dengan demikian berarti juga tata aturan yang sangat penting peran dan fungsinya dalam keharmonisan sistem itu juga adalah nilai. Seperti agama dan adat – istiadat.

Biasanya kita akan memberikan pembagian terhadap nilai di dalam kehidupan ini. Yakni  membagi nilai itu bertingkat-tingkat. Kita selalu menempatkan nilai terendah yakni nilai buruk di bagian bawah dan nilai tertinggi adalah “baik”di bagian atas. Kita juga sering menyusun tangga-tangga nilai itu seperti buruk, agak buruk, kurang baik dan baik. Bahkan juga dapat dibagi skalanya dalam rentangan 5 tingkatan atau 10 tingkatan, seperti sistem penilaian guru bidang studi di sekolah. Dalam hal ini tentu saja ada kebebasan untuk menetapkan skala pembagiannya ( dalam arti sesuai dengan kepentingan). Skala tingkatan-tingkatan nilai dimaksudkan sebagai penunjukan kwalitas-kwalitas. Di dalam ilmu penelitian persoalan ini tentu saja dibahas lebih operasional lagi.

Disamping pembagian menurut tingkatannya (vertikal) juga ada pembagiannya menurut bidang atau sektor kehidupan (secara horizontal). Misalnya dapat dikelompokan berdasarkan secara  manajemen, kita mengenal efektifitas dan efesiensi. Berdasarkan secara tata-tertib, kita mengenal istilah etika. Berdasarkan secara keharusan kita mengenal istilah norma dan hukum (termasuk hukum alam atau sunatullah). Dan lain sebagainya. Kalau kita mengkajinya lebih lanjut, kita akan dihadapkan kepada persoalan yang sangat luas, karena menyangkut persoalan semua kebutuhan dan prosedur pemenuhannya yang tanpa batas.

Suatu hal yang sangat penting kita pahami lagi adalah, bahwa eksistensi suatu nilai sangat dipengaruhi oleh misalnya waktu, tempat, usia, kondisi, situasi dan tujuan-tujuan. Dengan demikian akibat yang ditimbulkannya yang  secara imperatif adalah  adanya dua sifat nilai yang sangat mendasar, yang pertama ada nilai yang bersifat universal dan ada nilai yang bersifat alternatif atau adaptif. Nilai-nlai universal adalah nilai mutlak, atinya sesuatu harus ada  (cocok) dalam atau pada  sebuah sistem. Kalau tidak maka sisitem akan tusak atau tidak berfungsi dan bahkan dapat menimbulkan kematia. Terhadap nilai-nilai yang bersifat alternatif atau adaptif   yang sering disebut orang sebagai nilai itu bersifat relatif, karena sesuatu itu di beri nilai sesuai dengan situasi atau keadaan.

Suatu hal lagi yang penting kita pahami sekaitan denga nilai ini adah konsep harga. Harga  dapat kita fahami sebagai perbandingan sesuatu dengan sesutu yang lain dari yang telah kita beri nilai. Misalnya sebuah buku tulis dengan sejumlah uang, atau sebidang tanah dengan sejumlah emas dan sebagainya. Dalam hal ini harga juga menyangkut harga diri. Biasanya disebut oleh masyarakat sebagai nilai kerhormatan, yakni perbandingan antara seseorang dengan orang lain atau benda lain. Tentu saja yang dibandingkan disisini adalah kegunaanya atau fungsinya (kecocokanya dengan kebutuhan) dalam suatu sistem untuk diambil manfaatnya.

Demikian saja, untuk sementara waktu, insyaAllah  tulisan terkait  dengannya akan menyusul.

Lubuk Buaya, Agustus 2010.                                                                                                                                                                                  Wassalam Jalius HR.

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s