Karakter Cerdas


Kecerdasan untuk Apa ?

Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan  membentuk  watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”.

“Kecerdasan” kehidupan bangsa harus dilandasi oleh kemampuan, watak atau karakter dalam koridor peradaban yang bermartabat. Dengan demikian fungsi pendidikan menurut Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 itu adalah untuk membentuk karakter serta peradaban kehidupan bangsa yang bermartabat.

Pengembangan kemampuan dan pembentukan watak yang dimaksudkan itu terutama melalui pendidikan. Pendidikanlah yang pada dasarnya membawa kehidupan manusia sesuai dengan kehendak Sang Maha Pencipta, Tuhan yang Maha Kuasa, sesuai dengan fitrah kehidupan manusia itu sendiri. Dalam kaitan ini, ilmu pendidikan yang menghimpun berbagai kaidah keilmuan pendidikan secara langsung diarahkan implementasinya untuk pengembangan nilai-nilai karakter-cerdas.

Tema  Karakter Cerdas  sudah merupakan bahan usungan bagi banyak pakar Pendidikan. Bahkan tidak tangung-tanggung Prof. DR. Prayitno. M.Sc. Ed.  juga telah menulis buku yang berjudul Karakter Cerdas Dalam Pembelajaran. Seminar pun telah pula digelar di UNP bulan yang lalu yang bertemakan  The Smart Teacher is the Great Teacher dikuti  peserta yang terdiri dari guru, siswa dan mahasiswa se-Sumbar. Paslimulzani sebagai ketua pelaksana mengatakan  latar belakang diadakanya acara ini sebagai perwujudan dari pilar ketiga dari nilai-nilai umun pancasila yaitu pembentukan karakter cerdas. Tujuannya untuk membangun pendidik dan siswa yang berkarakter dalam urgensi pendidikan.

Sekarang yang menjadi persoalan bagi penulis adalah karakter cerdas itu untuk apa? Yang saya maksud dengan pertanyaan itu bukan berarti tidak berguna atau tidak perlu. Akan tetapi tidak lebih dari sekedar menyatakan bahwa para pakar hanya untuk latah membuat tema baru dalam pembangunan dunia Pendidikan kita di tanah air. Secara ringkas dalam tulisan ini akan saya jelaskan berbagai defenisi dari karakter “cerdas”.

Istilah cerdas dapat kita lihat pengertiannya yang diungkapkan oleh Prof. DR Prayitno. M.Sc. Ed. lebih-kurang sebagai berikut  Kemampuan memanipulasi unsur-unsur kondisi yang dihadapi untuk sukses mencapai tujuan”.  Dalam pengertian ini kita dapatkan sebuah kata kunci yang perlu dicermati maksudnya yakni kemampuan “memanipulasi”.  Di dalam kamus Bahasa Indonesia kita temukan pengertian manipulasi sebagai berikut; manipulasi n 1. tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan; perabaan; penjamahan; 2. perbuatan curang (dng cara mencari kelemahan peraturan; menimbun barang, mengubah mutu barang, dsb); memanipulasi(kan) v 1 mengerjakan sesuatu dengan menggunakan tangan; mengatur (mengerjakan) dng cara yang pandai sehingga dapat mencapai tujuan yg dikehendaki: pembicara yang pandai dapat ~ sidang sehingga semua hadirin diamterpaku; 2 berbuat curang (memalsu surat-surat, menggelapkan barang, dsb): ia dihukum krn ~ anggaran; manipulatif a  bersifat manipulasi;  secara manipulasi: para pedagang banyak yang menerima kredit bank itu secara —manipulator n orang yang melakukan  manipulasi.

Pengertian cerdas yang laindapat kita lihat pada Arti Kata.Com

1 sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg — lagi baik budi; 2sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang — nya; 

 cermat pertandingan adu ketajaman berpikir dan ketangkasan menjawab (pertanyaan, soal matematika, dsb) secara cepat dan tepat; — tangkas cerdas cermat;
men·cer·das·kan v mengusahakan dsb supaya sempurna akal budinya;

menjadikan cerdas: usaha ~ bangsa harus mendapat prioritas pertama dl rencana pembangunan; ~ akal budi;

pen·cer·das·an n proses, cara, perbuatan mencerdaskan;

ke·cer·das·an n 1 perihal cerdas; 2 perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (spt kepandaian, ketajaman pikiran): perpustakaan didirikan untuk meningkatkan ~ masyarakat;

~ emosional kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar; ~ intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain; ~ spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa

Sedangkan menurut Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Universitas Harvard, menyatakan ada delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, diantaranya adalah:

Kecerdasan linguistik

Orang yang memiliki kecerdasan ini merupakan seseorang yang pandai mengolah kata-kata saat berbicara maupun menulis. Orang tipe ini biasanya gemar mengisi TTS, bermain scrable, membaca, dan bisa mengartikan bahasa tulisan dengan jelas. Jika orang memiliki kecerdasan ini, maka pekerjaan yang cocok adalah jurnalis, penyair, atau pengacara.

Kecerdasan matematik atau logika

Tipe kecerdasan ini adalah orang yang memiliki kecerdasan dalam hal angka dan logika. Mereka mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi, berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis, dan pandangan hidupnya bersifat rasional. Pekerjaan yang cocok jika memiliki kecerdasan ini adalah ilmuwan, akuntan, atau progammer.

Kecerdasan spasial

Mereka yang termasuk ke dalam tipe ini memiliki kepekaan tajam untuk visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk, dan ruang. Selain itu, mereka juga pandai membuat sketsa ide dengan jelas. Pekerjaan yang cocok untuk tipe kecerdasan ini adalah arsitek, fotografer, desainer,pilot, atau insinyur.

Kecerdasan kinetik dan jasmani

Orang tipe ini mampu mengekspresikan gagasan dan perasaan. Mereka menyukai olahraga dan berbagai kegiatan yang mengandalkan fisik. Pekerjaan yang cocok untuk mereka adalah atlet, pengrajin, montir, dan penjahit.

Kecerdasan musikal

Mereka yang termasuk ke dalam tipe ini mampu mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk musik dan suara. Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan musikal yaitu suka bersiul, mudah menghafal nada lagu yang baru didengar, menguasai salah satu alat musik tertentu, peka terhadap suara sumbang, dan gemar bekerja sambil bernyanyi. Pekerjaan yang cocok untuk mereka adalah penyanyi atau pencipta lagu.

Kecerdasan interpersonal

Orang tipe ini biasanya mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, dan temperamen orang lain. Selain itu, mereka juga mampu menjalin kontak mata dengan baik, menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, dan mendorong orang lain menyampaikan kisahnya. Pekerjaan yang cocok untuk orang tipe ini antara lain networker, negosiator, atau guru.

Kecerdasan intrapersonal

Orang tipe ini memiliki kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertindak secara adaptif berdasarkan pengenalan diri. Ciri-cirinya yaitu suka bekerja sendiri, cenderung cuek, sering mengintropeksi diri, dan mengerti kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Pekerjaan yang cocok untuk mereka yaitu konselor atau teolog.

Kecerdasan naturalis

Orang yang memiliki kecerdasan ini mampu memahami dan menikmati alam dan menggunakannya secara produktif serta mengembangkan pengetahuannya mengenai alam. Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan ini yaitu mencintai lingkungan, mampu mengenali sifat dan tingkah laku hewan, dan senang melakukan kegiatan di luar atau alam. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh petani, nelayan, pendaki, dan pemburu.

          Dengan pengertian seperti itu yang perlu kita pahami adalah bahwa  karakter cerdas sebagai sebuah istilah belum mengandung nilai apa-apa. Dengan kata lain cerdas adalah sebuah istilah yang ambigu.  Dengan demikian kalau kita lihat realitanya di dalam kehidupan umat manusia, semua orang memiliki karakter cerdas. Manusia cerdas pada dunianya masing-masing. Dengan kemampuan itulah manusia menjalankan kehidupannya.  Perlu diingat kecerdasan manusia bertingkat-tingkat.

          Ada suatu hal yang perlu juga kita renungkan, banyak orang sudah cerdas tanpa mengikuti usungan karakter cerdas tersebut. Ada orang cerdas berperilaku baik atau berakhlaq mulia, ada orang juga orang cerdas bermoral jelek. Tidak perlu disangsikan lagi semua pelaku kecurangan dan semua koruptor adalah orang-orang yang cerdas. Dengan kecerdasannya dia mampu memanipulasi berbagai situasi dan kondisi. Maka kecerdasan  ada  bagi semua, ada yang kurang cerdas, atau sangat cerdas.

Dengan demikian tema kecerdasan tidak perlu menjadi tema usungan dunia Pendidikan. Manusia itu akan selalu tampil merespon  stimulus dari lingkungannya dengan kecerdasan sekalipun dia tidak pernah  masuk sekolah. Di sekolah atau lembaga pendidikan tinggi kecerdasan itu di-supor  dengan berbagai asupan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Tepatnya  pada setiap mata pelajaran guru menggunakan Taxonomi Bloom. setiap pelajaran sudah jelas bentuk-bentuk materi dan tujuan yang akan dicapai. Setiap guru akan menggunakan berbagai metoda dan strategi untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pelajaran. Tidak perlu membuat kisi-kisi kecerdasan untuk itu. Dengan demikian berarti juga kecerdasan itu merupakan kemampuan seseorang menggunakan pengetahuan atau keterampilan memberikan respon terhadap tantangan dari lingkungannya atau memecahkan masalah yang dihadapinya. Jika seseorang telah memiliki pengetahuan atau keterampilan dia akan mampu memberikan respon atau menjawab persoalan. Kemampuan memberikan respon itu sangat dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya pengetahuan atau skill yang dimiliki. Dengan kata lain kecerdasan  merupakan dampak dari penguasaan dan penerapan ilmu dan teknologi atau suatu kondisi dari implementasi. Hal ini mengandung konsekwensi, untuk mencerdaskan orang adalah dengan memberikan pengetahuan dan skill sebanyak mungkin.

Yang penting bagi kita khususnya dalam dunia Pendidikan adalah kita mengharapkan perilaku yang baik atau akhlak mulia. Akhlak mulia ini harapan banyak orang atau masyarakat. Akhlak mulia ini berguna dimana saja dan kapan saja, tetapi tidak untuk siapa saja. Salah satu unsur  utama  yang membangun akhlak mulia adalah sikap jujur atau boleh juga kita sebut sebagai karakter “jujur”.  Jujur sebagai sebuah karakter hanya ada pada  orang yang berperilaku baik-baik saja. Karakter ini “tidak ada” pada orang yang bermoral bejat. Pada koruptor  tidak ada, pada pencurang apalagi. Sikap jujur dapat dan harus diimplementasikan pada semua bidang pelajaran dan pada semua dimensi kehidupan. Karena kita menjunjung tinggi nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat.

Jadi  sikap jujur adalah fondasi dari semua sikap-sikap baik lainnya.  Sikap ini atau karakter jujur inilah intinya kepribadian semua para Rasul (Siddiq).  Saling menghargai dan saling menghormati serta saling percaya- mempercayai dilahirkan oleh karakter jujur ini. Di dalam masyarakat kita lebih senang berkawan dengan orang yang jujur walau dia kurang pintar atau cerdas. Sebaliknya kita tidak suka berkawan dengan orang yang cerdas tapi perilakunya tidak jujur.

Sekian semoga bermanfaat….

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

3 Responses to Karakter Cerdas

  1. rino says:

    defenisi manipulasi yang pk yus kutip dari kamus kiranya tidak dijadikan sebagai defenisi tunggal untuk memberikan pengertian tentang manipulasi kecerdasan, perlu dengan mengkomparasikannya dengan defenisi dari berbagai pendapat yang lain untuk kemudian dapat diformulasikan menjadi rumusan baru yang lebih tepat dengan kontek pendidikan cerdas, namun disisi lain para guru besar kita belum mampu mengungkap dan menterjemahkan kecerdasan yang hakiki, bukunya pak prayit setahu saya buku yang ditulis hanya berdasarklan kajian literatur dan pengalaman akademik belaiu saja, namun tidak mengungkap sisi lain dari relaita kehidupan dengan eksplorasi pengalaman langsung dan eksperiman yang mendalam.

  2. rafzan says:

    dalam membahas tentang karakter cerdas disini banyak memberikan tentang tingkah laku dan sikap yang dilandas dengan iman dan ke jujuran. itu saya dapatkan dari argumen dari pak prof. prayitno. konsep ini merupakan sebuah wadah yang baik dan pembelajaran. karena yang di ajar adalah informasi jasmani dan rokhani yang ber karakter, sehingga dampaknya bermuara ke lingkungan pribadi dan keluarga mikro, dan ber masyarakat dan negara secara makro.
    jadi tidak sejalan dengan apa yang pak us terapkan di tulisan bapak. trmksh

    • Jalius HR says:

      Terima kasih Rafzan, Anda telah mengunjungi Blog Explaining ini. Semoga apa yang anda dapatkan dalam tulisan ini ada manfaatnya.
      Sehubungan dengan apa yang anda kemukakan dalam tanggapan di atas dengan argumen pemikiran Bapak Prayitno memang begitu adanya. Berarti anda berhasil membaca. Memang tulisan ini sudah di pastikan tidak sejalan dengan pemikiran Bpk Prayitno itu.

      Kalau anda ingin tahu lebih lanjut baca buku “Karakter Cerdas Dalam Pembelajaran”. Karangan Bapak Prayitno itu. Baca dengan baik temukan isinya dimana betulnya dan dimana kelirunya. Seandainya anda mengalami kesulitan, Insya Allah saya bersedia membantu anda menjelaskannya bagian mana yang keliru.

      Wassalam, Jalius HR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s