Alam Ghaib


Dalam berbagai literatur yang saya baca khususnya dalam bidang filsafat, belum saya temui pengertian dan defenisi tentang alam ghaib. Sejumlah filsuf membicarakan alam ghaib dalam berbagai tema, misalnya mystic, supernatural, fairry, magical, infisible, hidden, uncanny dan  Demons. Namun mereka tidak  menjelaskan pengertian dan defenisi yang dapat berlaku secara universal. Hampir semuanya hanya menjelaskan dengan baik contoh-contoh apa saja yang mereka anggap ghaib. Seperti Christianised pagan deities, Changelings, Demons, changelings in medieble folklore  dan lainnya. Cerita-cerita tersebut tetap saja digolongkan orang ke dalam cerita dongeng menjelang tidur.

Di dalam tulisan ini akan dijelaskan secara ringkas apa yang dimaksudkan dengan “Alam Ghaib”. Pengertian sekaligus juga defenisi dari Alam ghaib adalah alam yang tidak dapat  disaksikan dengan panca indera kita. Artinya sesuatu (yang ada di alam) tidak dapat kita lihat dengan mata, tidak dapat didengar, tidak dapat dicium, tidak dapat diraba dan dicicipi dengan lidah. Ada beberapa alasan yang menyebabkan sesuatu itu ghaib, di antaranya adalah;

Pertama, sesuatu  dikatakan ghaib dapat di sebabkan oleh  sesuatu itu telah berlalu masa keberadaannya, seperti nenek kita yang telah meninggal, Kerajaan Sriwijaya dan sebagainya. Kita hanya sekedar tahu berdasarkan cerita dari mulut ke mulut atau membaca buku sejarah. Tapi seperti apa persis realitanya kita tidak tahu. Kita hanya tahu dengan informasi yang ada dalam tulisan. Gambaran realitasnya tentu hanya dengan perkiraan pikiran saja.

Kedua, sesuatu dapat dikatakan ghaib dikarenakan tempatnya jauh dari kita. Banyak sekali di alam raya ini yang tidak mungkin kita dapat mengetahuinya, seperti apa saja yang ada di luar angkasa. Jutaan bintang dalam kelompok Andromeda atau Glaksi tidak seorang pun yang   mampu menginderai semuanya. Namun juga hanya sebagian kecil para ilmuan yang bisa melihatnya dengan bantuan teleskop Hubble.

 Ketiga, ghaib sesuatu  disebabkan  indera kita terhalang oleh sesuatu yang lain. Seperti proses pemisahan darah dan susu di dalam tubuh seekor kambing. Dalam hal ini pandangan kita terhalang oleh kulitnya. Demikian pula apa yang ada di dasar Samudera atau apa yang ada di dalam perut bumi.

Keempat. Ada pula alam ghaib atau sesuatu yang ghaib belum tiba waktu kehadirannya. Artinya hadirannya pada masa yang akan datang. Misalnya setiap orang percaya bahwa pada hari akhirat nanti akan ada Sorga dan Neraka. Seorang petani menanam sebatang pohon mangga, hari ini pohon mangga tersebut baru berumur  lebih kurang dua tahun. Menurut perhitungan, pohon mangga itu mulai berbuah pada usia lima tahun, maka buah pohon mangga tersebut untuk masa sekarang adalah masih ghaib.

Kelima, ghaib sesuatu karena belum tercipta / muncul,  seperti  HP (hand phone) belum ada  50 tahun yang lalu di Kota Padang, makanya HP adalah suatu yang ghaib bagi masyarakat Kota Padang waktu itu. Demikian pula kita sekarang (2011), apa yang mungkin ada sepuluh tahun yang akan datang, bagi kita hal yang demikian adalah  ghaib, seperti misalnya jembatan antara pulau Sumatera dengan pulau Jawa. Peristiwa apa yang akan terjadi besok, Allahu a’lam bissawab. Yang dapat dijadikan sebagai sebuah keyakinan pada saat sekarang adalah bahwa besok atau lusa akan banyak terjadi peristiwa di berbagai belahan bumi dan ruang angkasa.

Keenam, Ada makhluq yang tidak diberi tubuh (jasad) oleh Allah swt. Makhluq ini dapat diketahui bila mereka menjalankan fungsinya. Misalnya jin dan malaikat. Disini dapat kita contohkan, Kita percaya bahwa Malaikat adalah makhluq yang selalu diprintah oleh Allah untuk melaksanakan tugas untuk berbagai keperluan dalam mengatur alam semerta ini, misalnya mengatur peredaran angin, mengatur turunnya hujan. Ada contoh yang mungkin belum banyak kita ketahui, seperti system pencernaan dan peredaran makanan dalam tubuh kita. Mulai dari proses mencerna makanan, kemudian beredar keseluruh tubuh dengan ukuran yang teratur, sampai kepada pertukaran dan pergantian sel-sel, semuanya dikerjakan oleh malaikat, peristiwa itu  tidak termasuk secara mekanik. Karena pada orang yang telah meninggal, funsi-fungsi itu tidak lagi dapat berjalan. Di samping itu jiwa kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apa jenis zat yang harus dikirim ke ujung rambut dan mana yang harus ke ujung kuku dan berapa takaran atau ukurannya, juga tidak secara mekanik.

Pernahkah, atau cobalah anda mengamati atau memikirkan kenapa air yang ada dalam tanah dapat saja berkumpul dalam buah kelapa. Bagaimana proses unsur hara yang ada di dalam tanah, dapat naik dan berubah menjadi daun yang rindang pada sebatang pohon. Bagaimana proses berwananya aneka buah-buahan, itulah fungsi-fungsi yang dijalankan oleh malaikat. Dalam ilmu biologi atau fisika ada juga orang mengatakan itu adalah gejala kapilaritas, namun gagal dipahami bila pohonnya sudah mati.

Tidak jarang terjadi dalam masyarakat, ada Jin, yakni Jin yang dapat diperintah oleh seseorang (misalnya dukun  dan tukang sihir),  dia dapat menemukan barang yang hilang, atau untuk menyakiti orang lain. Karena memang Jin itu dapat menjalankan funsi itu. Tapi ingat tidak untuk semua barang yang hilang. Sama saja dengan kita manusia. Kalau ada orang lain kehilangan sesuatu, kebetulan kita tahu letak barang tersebut, maka kita  dapat dengan  mudah menunjukan di mana letak barang yang di cari tersebut kepada pemiliknya. Dalam hal ini makhluq jin ini hanya dapat diketahui melalui fungsi-fungsi yang dijalankannya.

Penting untuk diingat, ada sesuatu  ghaib bagi banyak orang tetapi tidak pada seseorang. Atau sebaliknya. Allah   memberitahu berita tentang yang ghaib kepada siapa yang Dia kehendaki. Seperti Nabi Muhammad saw,  diberitahu oleh Allah tantang kejadian masa lalu, misalnya kisah Yusuf as, dan memperlihatkan kepada mata kepalanya pertempuran kaum muslim di medan perang, walaupun beliau tidak berada dilokasi. Allah juga memberi tahu tentang beberapa peristiwa   yang  terjadi pada masa yang akan datang. Termasuk kedalam kelompok ini (orang yang di beritahu oleh Allah) para ilmuan yang sering melakukan penelitian dan ekperiment.

Makanya meyakini adanya Alam Ghaib adalah salah satu pilar keimanan.

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s