Keluarga Berencana dan Kekeliruan Ulama


oleh Jalius HR. Tenaga pengajar di Universitas Negeri Padang
Tulisan ini bermula dari isi sebuah artikel di Harian Republika, sebuah koran nasional terbit di Jakarta. Setelah saya baca secara reflektif di dalam otak saya muncul saja pemikiran-pemikiran yang kontroversial dengan pesan yang ada di dalam artikel itu. Berikut ini saya kutipkan artikel itu secara utuh, kemudian analisisnya.

Bolehkah KB dalam Islam?

REPUBLIKA.CO.ID, HALIM – Kontroversi program Keluarga Berencana (KB) dalam agama Islam masih simpang siur. Sebagian ulama pro terhadap KB, sisanya kontra. “Fatwa ulama sudah menyatakan KB itu boleh,” ujar M. Yamin Waisale, Direktorat Jalur Wilayah Khusus Lokasi Tertinggal dan Terpencil BKKBN kepada wartawan saat konferensi pers di kantor BKKBN, rabu (28/3).
Yamin mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, dan fatwa ulama sudah menjelaskan bahwa pilihan-pilihan darurat itu halal hukumnya. Pertimbangan-pertimbangan medis yang dianjurkan untuk kesehatan manusia.
Timur Tengah merupakan wilayah mayoritas muslim terbanyak di dunia. Iran merupakan salah satunya, dan menjadi negara dengan penduduk pengguna kontrasepsi pria terbanyak. Hal ini membuktikan bahwa agama islam terbuka untuk program KB yang memang berguna bagi kesehatan manusia.
Yasmin menjelaskan, ulama-ulama lain yang kontra dengan program KB sudah pasti ada. Tetapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberikan fatwa bahwa KB diperbolehkan.

Ada yang Keliru

I. Pernyataan M. Yamin Waisale; “Kontroversi program Keluarga Berencana (KB) dalam “agama Islam masih simpang siur.  Menurut pemikiran saya tidak ada yang simpang siur di dalam agama Islam. Yang simpang siur itu adalah pemikiran para ulama atau para pakar (BKKBN) yang tidak memahami Islam (Al-Quran) secara baik. Terutama mereka yang  suka berfatwa untuk kepentingan politik atau penguasa.
II.  Di dalam Islam, Allah memberikan  dua  pilihan, mau Fujur (kefasikan) atau mau Takwa (beriman dan beramal saleh). Untuk kedua pilihan itu Allah memberikan izinNya. Bagi orang yang memilih jalan untuk bertakwa tidak perlu mencegah kehamilan, karena orang bertaqwa itu selalu berserah diri kepada Allah swt. Orang yang bertaqwa tidak ada kecemasan dalam dirinya. Mereka sangat yakin bahwa Allah yang memberi rezeki   semua makhluk. Disamping itu yang sangat penting diketahui adalah jumlahnya masih sangat sedikit. Pada akhir zaman nanti Rasulullah sangat bangga dengan umatnya yang jumlahnya banyak (inilah yang tidak dipahami oleh kebanyakan ulama). Kehidupan orang beriman dan bertaqwa dijamin oleh Allah di dunia dan di akhirat. Lain halnya dengan orang kafir dan munafik, di dunia dijamin tetapai di akhirat tidak. Karena mereka suka membuat kefasikan, memang bagi mereka sangat penting KB (mencecah kehamilan). Tegasnya tidak ada yang simpang siur di dalam Islam, seperti yang dikatakan oleh M. Yamin Waisale “  di atas. Yang simpang siur hanya para ulama atau ilmuan yang tidak membaca dan tidak memahami Al-Quran secara baik. Kita prihantin terhadap berbagai pemikiran yang tidak cocok dengan fakta.
III. Sekaitan dengan itu kita perlu memahami secara baik hal-hal sebagai berikut:
1. Banyak para ulama ( ahli kependudukan, pakar ekonomi dan juga yang mengaku cendekiawan Muslim) keliru (mengandung penipuan) memberikan pengertian megenai KB  (keluarga berencana). Dalam pemahaman yang diterima oleh masyarakat, setiap keluarga  harus ikut program KB dan untuk itu keluarga harus “mencegah kehamilan” agar tidak beranak lebih dari dua, motto yang mereka usung “dua cukup”. Panduan berfikirnya tidak rasional. Mereka melihat apa yang ada pada orang lain, jika ada keluarga dua nanaknya kebetulan kondisi ekonominya memadai serta tingkat pendidikan formalnya relatif tinggi, maka keluarga itulah yang dinyatakan sebagai keluarha bahagia yang pantas dijadikan contoh untuk diteladani. Sebaliknya jika ada keluarga yang jumlah anaknya banyak apakah kondisi ekonominya termasuk kelompok orang kaya atau miskin, tinggi atau rendahnya tingkat pendidikan formalnya, maka keluarga yang seperti itu mereka pandang hanya sebelah mata. Keluarga yang seperti itu tidak akan pernah mereka jadikan sebagai contoh yang baik.  Walaupun mereka termasuk keluarga kaya dan tingkat pendidikan formalnya relatif tinggi. Apa yang mereka inginkan dan yang tidak diinginkan logika tidak salah tetapi alasan tidak tepat alias keliru. Artinya apa yang baik atau buruk kriterianya hanya menurut keinginan mereka atau hanya mengikuti hawa nafsu belaka.  Mereka tidak berfatwa sesuai dengan pesan Allah yang ada dalam Al-Quran. Pada hal apa yang baik atau buruk kriterianya harus berdasarkan Al Quran,  dan Sunnah RasulNya. Di samping itu kita juga harus merujuk kepada realita yang ada di dalam masyarakat (sunnatullah). Kaya atau miskin orang, bahagia atau tidak orang, tidak  ditentukan oleh jumlah anak (kelhiran).
2. Pengertian “untuk keadaan darurat”  di dalam Islam boleh dan juga penting, tapi tidak harus di generalisasi.  Dengan alasan yang sedikit petugas KB menjaring  sasaran yang banyak (untuk semua). Misalnya dengan alasan kesehatan ibu yang kurang baik, dibolehkan. Pada hal para ibu yang kurang baik kondisi kesehatannya (sebagai alasan darurat) pada saat kehamilan dan melahirkan sangat sedikit jumlahnya,  sedangkan para ibu yang kesehatannya yang normal jumlahnya besar. Untuk itu tentu tidak berlaku konsep darurat. Lagi pula banyak keluarga yang mampu untuk hidup layak dengan jumlah anggota keluarga  lebih dari dua. Dengan demikian rasionalitasnya tidak memadai.
3. Setiap keluarga  wajib “berencana” sudah keharusan atau wajib sepanjang masa,  karena setiap pekerjaan wajib direncanakan secara  baik.  Setiap keluarga selayaknya berencana di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan hubungan sosial. Semua kegiatan yang  direncanakan secara baik, efektifitas dan efisiensinya akan tinggi, tujuan akhirnya adalah hasil yang maksimal. Makanya persoalan keluarga harus berenca merupakan tanggung  jawab kita semua, dalam berbagai hal. Bukan hanya persoalan program (penyuluhan kesehatan dan dengan menebar alat kontrasepsi saja). Yang lebih tidak rasional lagi dengan melaksanakan program pekan kondom nasional.
4. Kalau menghalangi kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi tidak boleh, kalau ingin masuk kelompok orang beriman. karena bagi orang beriman hal yang demikian termasuk kedalam  “membatasi ketentuan Allah dan Rasulnya” (lihat Qs.9: 63). Sekali-kali jangan beranggapan bahwa Allah tidak mampu mencukupkan rezekimu dan anakmu. Semua makhluk hidup Allah yang menjamin kebutuhannya, bukan manusia atau para ahli. Dalam hal ini yang terjadi pada orang yang tidak beriman,  terutama orang yang dilebihkan nikmat untuknya tidak atau enggan membagi sebagian dari rezekinya kepada orang lain, terutama kepada orang yang sedikit memperoleh  rezeki dari Allah. Memang kikir adalah tabi’at mereka. Mereka lebih senang menggunakan hartanya   untuk kepentingan yang mubazir (berfoya-foya) atau pemenuhan hawa nafsunya belaka.
5. Logika “petugas program KB ” sering tidak rasional, suka menipu masyarakat. Misalnya, mereka sering bilang,,,, kalau keluarga memiliki anak dua akan sejahtera, pendidkan dan kesehatannya akan terjamin.  Tetapi jika keluarga yang memiliki  anak banyak kehidupannya akan miskin, pendidikan dan kesehatan anak akan terganggu. Kenyatannya tidak selalu demikian. Sampai saat ini belum ada bukti bahwa semua peserta KB hidupnya sejahtera dan kesehatannya terjamin. Contoh-contoh sering diambil dari berbagai keluarga yang beranak dua dari kehidupannya yang serba berkecukupan atau tergolong sejahtera. Kemudian contoh-contoh keluarga yang banyak anaknya dari keadaan ekonominya yang tergolong miskin. Padahal realitanya tidak semua keluarga yang dua anak yang sejahtera dan tingkat pendidikanya tinggi atau sukses. Dan tidak pula semua keluarga yang besar jumlah anaknya kehidupannya dalam keadaan miskin dan tingkat pendidikannya rendah atau tidak teratur. Rasionalitas tidak senantiasa seiring dan sejalan dengan realitas.
6. Ada semboyan atau motto yang diusung ” Dua Cukup”…… Persoalannya sekarang dua anak cukup untuk apa, bagi siapa, kapan dan tempatnya dimana ?  Mungkin saja bagi orang yang  berpikiran pendek, dengan dua anak akan mudah mencapai keluarga sejahtera. Pada hal mereka lupa bahwa dua anak tidak ada jaminan untuk sejahtera. Perlu diingat Allah selalu mengatur kehidupan manusia ini dalam keadaan…..sebagian  (perolehannya) ditinggikan atas sebagian yang lain.  Artinya akan selalu ada orang yang miskin, kaya, lemah, kuat, pintar, bodoh dan sebagainya sampai hari kiamat. Makanya yang harus ditata di dalam kehidupan bermasyarakat adalah  adalah  hubungan kasih sayang orang yang memili kelebihan  dengan orang memiliki kekurangan. Jangan dijadikan”KB” sebagai instrumen kehidupan hedonisme.
7. Alasan utama program KB bagi kebanyakan  masyarakat dunia Barat adalah untuk kepentingan  hedonisme. Seperti halnya di Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, tidak ketinggalan negara-negara Arab di Timur Tengah atau negara-negara Arab, dalam hal ini memang sangat didukung oleh Negara non Muslim, agar populasi muslim jangan berkembang. Jika perlu negeri yang kaya dengan  harta melimpah itu masyarakatnya dijadikan hanya tahu kesenangan atau kemewahan dan lupa bahkan tidak mau berjuang untuk menegakan kebenaran Islam. Untuk mendukung hal itu negara barat telah berupaya membangun berbagai fasilitas berbagai objek wisata yang sangat menyenangkan pada taraf kebebasannya setara dengan negara negara Barat. Semua fasilitas tertutup dari pemandangan masyarakat. Mereka sangat menjaga “kesan” bahwa negara Timur-Tengah adalah  negara sangat menjunjung tinggi agama Islam. Proses pernikahan dipersulit dengan sistem administrasi modern ala barat. Uang  maharnya sangat mahal dan tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakatnya. Tidak itu saja, negara timur tengah juga diberi pengawasan yang sangat ketat oleh negara Amerika dan Eropa dengan kekuatan militer yang siap tempur kalau ada yang menggangu sistem yang sedang dibangun atau yang menghalangi program deislamisasi.
8. Di  Amerika dan Eropa telah muncul gerakan anti hamil oleh wanita-wanita mudanya. Mereka betul-betul memperjuangkan “kesetaraan gender”. Mereka juga bebas mau berkeluarga atau tidak, mau berzina atau menikah. begitulah hak azazi mereka. Bahkan Obama (Presiden Amerika Serikat) juga membolehkan pernikahan sesama jenis. Tujuan utamanya salah satu di antaranya  tentu saja menyalurkan kesenangan hubungan seks dan membantu menghindar dari tanggung jawab hamil atau pengasuhan anak. Bagi mereka yang mendambakan kebebasan, kehamilan dan mengasuh anak adalah suatu tanggung jawab yang sangat berat yang harus dan bisa dihindari. Mereka menginginkan hidup mewah tanpa beban. Dalam hal ini banyak petugas KB menjadikan masyarakat tersebut sebagai referensi, sebagai contoh yang baik menurut mereka.
9. Sampai saat ini ungkapan “Banyak anak banyak rezeki” masih berlaku. Akan tetapi banyak pakar ekonomi dan kependudukan yang saya temui membantah ungkapan tersebut. Katanya ” itu zaman dahuulu ” memang iya, tetapi sekarang tidak demikian lagi halnya. Katanya lagi ” zaman telah berubah “. Pada hal…. kalau sebelumnya penduduk Bumi ini hanya 3 – 4 milyar, mereka makan dan minum tiap hari. Sekarang manusia Bumi sudah lebih 7 milyar masih tetap juga bisa makan dan minum seperti orang-orang sebelum mereka. Tambahkan lagi kemajuan yang dicapai pada berbagai bidang kehidupan saat ini semakin sangat signifikan, fasilitas kesejahteraan semakin membaik. Allah di dalam Al Quran sering menggunakan pertanyaan untuk orang yang seperti itu ” apakah mereka tidak berfikir ? “.
Ingat realitas yang seperti itu adalah merupakan takdir (ketetapan) dari Allah, wajib kita percayai (imani). Itulah salah satu ayat Allah yang tidak dapat kita nafikan begitu saja.
10. Di dalam Al Quran Allah mengatakan…”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka “…. dan….” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap  mereka (lemah iman) “….   Perintah Allah tersebut sering juga dijadikan alasan untuk membatasi jumlah anak, mereka beralasan kalau anak banyak mereka khawatir tidak akan mampu memberinya makan dan pakaian sehingga anak mereka akan menjadi lemah. Perintah Allah itu lebih menekankan segenap umat atau orang beriman saling membantu kebutuhan saudara mereka, baik dengan harta, keamanan, kesehatan maupun dengan ilmu. Mereka beranggapan bahwa kalau anak hanya dua mereka   mampu memenuhi kebutuhannya, sehingga nak-anak mereka dapat menjadi anak yang kuat baik fisik maupun imannya.  Perlu diingat perintah Allah itu adalah merupakan kewajiban (atas sesama muslim) yang harus dijalankan  untuk membina rumah tangga. Perintah untuk selalu berbuat kebajikan atau beramal saleh, selalu tolong menolong sesama muslim. Kenapa kebanyakan ulama memberikan penafsiran terhadap   perintah Allah itu dengan “pembatasan  kehamilan dengan kontrasepsi”? Atau mungkin juga petugas di BKKBN itu yang memelesetkan tafsir ayat itu. Tidak ada terimplisit di dalam perintah itu bahwa Allah membolehkan membatasi kehamilan dengan kontrasepsi. Allah melarang membunuh anak karena takut miskin. Bahkan Allah telah menjamin akan mencukupkan rezeki bila orang sudah menikah (membina keluarga).
Makanya jangan cemas, karena Allah  selalu bersama kita.
Banyak Anak Banyak Rezaki

Banyak Anak Banyak Rezeki

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

4 Responses to Keluarga Berencana dan Kekeliruan Ulama

  1. yasrizal says:

    Allah itu memberikan jaminan riski kepada Makluknya baik dilangit maupun di bumi, baik yang melata maupun tidak. Ini sebagai contoh tentang Keluarga Besar bahagia (KBB). Mertua saya janda punya anaknya 8 orang, otomatis anak-anaknya jadi yatim. Apa usaha untuk menghidupi anak anak 8 rang itu yaitu mengajar anak-anak mengaji tanpa bayar, nah siapa yang bayar dan menjamin atas usaha itu adalah Allah. Untuk makan dan biaya sehari adalah usaha jualan kerupuk cincang dari singkong, kalau di sidimpuan Beteng-beteng namanya. Tapi alhamdulillah ke selapan anaknya untuk ukuran dunia lah jadi PNS semua, kalau tak anaknya yang jadi PNS menantunyalah. Anak menantunya baik-baik semuanya, hidup rukun dan damai, tidak ada yang ” Berlegoh Pegoh” alias baku hantam seperti orang anak 2 yang tak ada rukun dan damai. Nah mana yang lebih baik 8 anak rukun dan damai dan berbaik-baik semuanya atau anak 2 yang berlegoh pegoh dan mengganggu ketenangan orang tuanya.

  2. Jalius HR says:

    Terima kasih atas kunjungan dan komentar yang ditinggalkan. Semoga Allah selalu melimpahkan hidayahnya kepada orang-orang yang yakin kepada Tuhannya.
    Wasssalam Jalius di Lubuk Buaya, Padang.

  3. Aryoko says:

    Assalamualikum Pak

    Sebelumnya mohon maaf jika saya berbeda pendapat sedikit saja
    Begini :
    Pada akhir zaman nanti Rasulullah sangat bangga dengan umatnya yang jumlahnya banyak (inilah yang tidak dipahami oleh kebanyakan ulama).
    Pertanyaan saya : Apakah Rosululloh juga bangga melihat banyaknya umat Islam yang melakukan pelanggaran (diluar pelanggaran menyetujui KB ini)
    Pelanggaran ini banyak penyebabnya (salah satunya kurangnya pendidikan ahklak). Orang tua dengan sedikit atau banyak anak juga tidak akan bisa menjamin pendidikan anaknya baik. Kemampuan setiap manusia tidak sama.

    Walaupun tidak segalanya, tetapi faktor ekonomi kalau menurut saya juga penting dicermati. Punya anak banyak bagi orang yang berpenghasilan rendah juga akan menyulitkan. Rejeki memang benar sudah diatur oleh Alloh, tetapi tidak semua manusia rejekinya sama. Jangan sampai anak banyak ekonomi kesulitan lalu ada donatur yang membantu tetapi minta imbalan luar biasa dampak negatifnya (tidak perlu saya sebutkan)

    Jika keluarga sudah mempunyai anak 10 orang termasuk banyak), apakah masih diwajibkan untuk punya anak lagi tanpa batas jika sang ibu masih sehat. Lalu mau sampai berapa anaknya (20, 50, 100, ….dst) ??? Apakah iya dalil-dalil yang disebutkan melarang KB itu mewajibkan demikian..??

    Mohon maaf juga / saya bukan ahli Tafsir

    “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu…” (QS. Al-Israa’ : 31).

    Penggalan ayat ini :

    1 “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan”
    Bukankan ayat ini bisa dpahami sebagai membunuh anak-anak yang sudah dikandung (sudah ditiupkan roh), atau yang sudah lahir..?? Sehingga untuk KB kontrasepsi (misal SUNTIK) kan si istri memang belum hamil (mencegah bertemunya sperma dan sel telur). Dengan demikian bukankan KB tidak sepenuhnya bertentangan dengan ayat tersebut walaupun untuk mencegah punya anak lagi karena sudah memiliki 3 anak…?? Beda halnya dengan suami istri yang belum memiliki anak lalu ber KB dengan alasan belum mau ada anak padahal ditinjau dari sisi manapun telah siap

    2. “Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu”
    Rizki yang dimaksud disini dapat dipahami :
    a. Bukan hanya yang bersifat materi (Income) tetapi juga bisa kesehatan, keselamatan dll.
    b. Rizki setiap manusia (keluarga) tidaklah sama. Ada keluarga pendapatannya hanya cukup untuk biaya hidup saja walaupun sudah berusaha maksimal. Ada keluarga yang diberi rizki materi lebih (Posisi suami di kantor melejit karirnya) sehingga pendapatan juga tinggi.
    Jadi menurut saya untuk punya anak (seberapa jumlahnya) tetap dengan perhitungan matang dari segala aspek (termasuk income keluarga), tidak asal-asalan melahirkan sebanyak-banyaknya setiap sekian tahun (walaupun sudah diatur jaraknya). Kemampuan manusia ada batasnya termasuk materi, kemampuan fisik si ibu mengasuh, kemampuan mengajari ilmu agama dan lainnya)

    Catatan :
    Ilmu Agama mencakup seluruhnya
    1. Baca Al Qur’an dan tafsirannya
    2. Hadits2 sholih
    3. Ilmu pengetahuan (Matematikan, Fisika, dll)
    4. Ilmu Sosial ( Ekonomi, pergaulan masyarakat, psikologi dll)
    5. dll

    Demikian Pak
    Wassalamualaikum

    • Jalius. HR says:

      Baca kembali artikelitu secara baik dan hati-hati memahaminya……Semoga lebih mengerti tentang apa maksud tulisan itu.

      Atas komentarnya Bpk ucapkan terima kasih. Wassalam Jalius. HR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s