Niat atau Rencana


Niat  sebagai Rencana  adalah dasar sah  amal.

Persoalan niat selalu menjadi fokus perhatian bagi ahli ibadah. Sering juga persoalan niat menjadi alasan untuk berkilah bagi kelompok hipokrit. Tidak jarang kita mendengarkan kata-kata dari seorang teman “pekerjaan itu kan tergantung pada niat “. Jika kita telusuri dengan saksama banyak orang memahami niat itu hanya sebatas maksud dari sebuah pekerjaan yang dilakukan. Jika demikian ada kemungkinan sebuah pekerjaan  yang tidak sesuai dengan prosedur, peralatan yang digunakan tidak sesuai, waktu dan tempatnya tidak cocok, asalkan “niat” (maksud)nya sudah baik tetap dianggap sebagai pekerjaan yang baik (amal saleh). Sejatinya tidak demikian. Niat sebagai dasar amal (perbuatan) seseorang atau sekelompok orang. Apakah amalnya itu tergolong baik  atau saleh dan amal yang tergolong jelek atau terlarang.

Terdapat sebuah hadist Rasullullah saw yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, yang  berkenaan dengan niat . Berikut redaksi hadistnya:

 عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أَنَّهُ قَالَ عَلَى الْمِنْبَرِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ– يَقُولُ: « إِنَّمَا الأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُه إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ و مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ » رواه البخاري و مسلم.

 Dari Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkhotbah di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya amal itu harus  dengan niat, dan sesungguhnya pahala yang diperoleh seseorang sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang niat hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya maka dia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya dengan niat mendapatkan dunia atau wanita yang ingin dinikahi maka dia hanya mendapatkan hal yang dia inginkan.’” (HR. Al-Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

Dari redaksi hadist tersebut penulis mengutip  إِنَّمَا الأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ  yang akan dijelaskan dalam tulisan ini. Persoalan niat yang telah banyak dijelaskan oleh banyak ulama, namun menurut pemikiran penulis masih ada lagi sisinya yang lain perlu dijelaskan. Mengingat urgensi dari niat didalam kehidupan umat manusia umumnya dan umat Islam khususnya, maka penjelasannya sangat diperlukan.

Pada potongan hadist tersebut ada dua kata kunci yang perlu menjadi perhatian kita, yakni kata “ amal “ dan kata “ niat “. Kata amal ini menunjukan semua bentuk perbuatan manusia. Bentuk perbuatan itu belum jelas apakah sudah bernilai baik atau buruk, sudah betul atau salah. Agar perbuatan atau usaha manusia dapat mencapai tujuan  yang diinginkan maka sangat diperlukan atau harus dengan “ niat “. Dalam hal ini penulis menjelaskannya dengan menggunakan bahasa manjemen yakni; niat adalah sebagai sebuah rencana – pada lingkup yang luas dapat berupa program kerja.

 Agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terkoordinasi, sangat diperlukan adanya sebuah rencana yang matang. Sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok, rencana  harus dibuat  sepraktis mungkin.  Untuk membuat sebuah rencana yang baik di dalam ilmu manajemen disebut perencanaan.

Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan. Ilmu manajemen menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.  Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas atau usaha sehubungan dengan pencapaian tujuan yang ingin dicapai adalah dengan melakukan perencanaan.  Perencanaan merupakan suatu proses penentuan seluruh aktivitas, dana, tenaga,  waktu, tempat  dan prosedur untuk mencapai tujuan  usaha secara menyeluruh. Dalam perencanaan tersebut diatas dapat  diidentifikasi kegiatan utamanya, secara sengaja di antaranya yakni:

  1. Penentuan maksud dan tujuan yang akan dicapai.
  2. Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternatif pilihan.
  3. Usaha-usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan  (prosedur).
  4. Menetapkan pelaku, tempat dan waktu kegiatan.
  5. Penetapan sumber daya yang dilibatkan termasuk peralatan yang digunakan.

 Bagi siapa saja sebuah rencana akan sangat bermanfaat seperti untuk:

  1.  Pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan   dengan efektif dan efisien.
  2. Jelas jadwal mulai dan berakhirnya kegiatan.
  3. Dapat  mengukur pencapaian target atau tujuan.
  4. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang akan timbul.
  5. Dapat menghindari adanya kegiatan  dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.

Yang sangat penting diingat adalah bahwa di dalam sebuah rencana terkandung 2 aspek yang sangat penting  atau urgen , pertama tujuan dan maksud dari tindakan yang akan dilakukan. Dan kedua adalah prosedur pelaksanaan kegiatan. Bagi seorang muslim tujuan itu mengacu kepada hasil yang diinginkan, sementara maksud adalah hasil yang diperoleh tersebut diredhai oleh Allah swt. Sedangkan prosedur lebih menekankan kepada sistem kerja yang akan dilakukan. Semakin rumit sebuah pekerjaan yang akan dilaksanakan menuntut tenaga yang profesional sebagai pelakunya.

Sebuah niat arau rencana bentuknya ada yang dituliskan dan ada cukup di dalam hati dan pikiran saja. Jika pekerjaan itu sangat sederhana rencana tidak perlu sering tidak ditulis.  Jika pekerjaan itu relatif berat atau lingkupnya luas rencana sangat penting ditulis atau dibuat dalam bentuk  gambar atau master plane

Jika pekerjaan sudah dilakukan berdasarkan rencana (program) yang  baik maka hasilnya akan baik dan maksimal. Dan jika maksud dari pekerjaan tersebut untuk mendapatkan  ridho Allah…. Itulah yang termasuk amal saleh. Makanya kalau niat itu hanya sebatas tujuan dan maksud  saja belum ada jaminan sebuah pekerjaan bernilai baik dan di ridhoi oleh Allah.

Demikian semoga bermanfaat.

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

One Response to Niat atau Rencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s