Sunny dan Syiah Serta Lainnya Wajib Bersaudara


Jika tidak bersatu Allah akan menetapkan orang  kafir sebagai pengaturnya

Tidak ada hak seseorang untuk mengatakan bahwa kelompoknya yang yang betul dan baik. Islam itu pedomanya adalah  Al Quran dan dijelaskan dengan as-sunnah. Jika ada perbedaan itu sebagai bukti pengetahuannya belum sempurna tentang itu. Jika Islam diembeli dibelakangnya berarti juga ada usaha memisahkan diri  atau mereka membuat cabang Islam, kelompok yang lainnya membuat  Islam  tandingan. Sesungguhnya mereka yang seperti itu termasuk  musuh  Islam juga. Islam itu hanya satu. Umatnya laksana satu tubuh dengan persaudaraan.  Apa yang membuat mereka berbeda itu bukan perintah Allah di dalam Al Quran. Perbedaan itu hanya bersumber dari hawa nafsu (keinginan) mereka.  Ingat bahwa  orang  beriman bersaudara  sesamanya. Makanya orang mengaku beriman wajib bersatu dalam satu wadah institusi. Secara sosiologis harus selalu berintraksi dalam berbagai urusan. Tidak mengikuti banyak pemimpin dalam setiap urusan.

Sekat harus disingkirkan.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptaka manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah  Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah  kamu termasuk  orang-orang  yang mempersekutukan Allah,  yaitu  orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjad beberapa golongan.  Tiap-tiap  golongan  merasa bangga  dengan apa yang ada pada golongan mereka. Rum 29-32

Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa perbedaan itu datangnya setelah mereka mendapatkan pengetahuan yang baru. Kebanyakan orang akan memilih apa yang terbaik menurut kehendaknya, bukan mengikuti yang terbaik menurut ketentuan Allah swt. Itulah penyebab sering terjadinya perpecahan. Tidak ada jaminan bahwa apa yang terbaik menurut keinginan itu “sungguh baik”, kecuali yang  mengikuti ketentuan  Allah.

Kita juga sering melihat seperti apa yang difirmankan Allah di dalam Al Quran:

 ” Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim”. Ali-Imran 86

Ada orang atau kelompok mereka menerima pengajian agama Islam dan meyakini materi yang disampaikan kepada mereka. Bahkan mereka mengatakan bahwa pesan yang disamapaikan tersebut memang benar. Tidak ada embel-embel lain. Akan tetapi mereka menginkarinya dalam perbuatan. Maka dalam hal ini mereka menjadi dua kelompok, pertama kelompok yang disebut dengan “ murtad” . Kelompok ini memang betul-betul meninggalkan agama Isalam. Kemudian mereka masuk ke dalam kelompok agama lain atau tidak beragama sama sekali. Kelompok kedua adalah mereka yang diberi nama kelompok fasikin (orang-orang fasik). Kelompok ini tetap saja mengaku beragama Islam, akan tetapi pengetahuannya tentang suruhan dan larangan mereka ingkari, aturan tidak mereka indahkan. Mereka tahu tentang sesuatu larangan atau perintah,  tetapi perbuatan-perbuatannya selalu berlawanan dengan itu. Bekerja sering tidak sesuai dengan aturan. Mereka sering melaksanakan apa yang terlarang. Termasuk mengingkari persaudaraan. Terhadap  orang yang seperti itu Allah sekali-kali tidak akan memberikan petunjuknNya (hidayah). Ingat saat ini semua negara Islam kendali ekonomi dan politiknya berada di tangan non muslim. Bahkan sistem ilmu dan teknologi selalu merujuk pada mereka.

Bayangkan betapa banyaknya orang-orang yang mabuk dengan organisasi keagamaan di Indonesia, mereka hanya rukun sesama anggota kelompok dan selalu menjauh diri dari kelompok lainnya. Sungguh mereka telah tenggelam ke dalam Lautan Kefasikan.  Mereka selalu membangun kokohnya tembok pemisah hati sesama muslim dengan berbagai bentuk organisasi. Apakah mereka menyangka bahwa nama dan lambang organisasinya akan membawa mereka ke surga kelak ?  Jika tidak sudah sepantasnya sekat pemisah itu dirobohkan, agar kita menemukan jalan yang lempang menujuNya.

 Semoga ada manfaatnya.

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

3 Responses to Sunny dan Syiah Serta Lainnya Wajib Bersaudara

  1. Chairun Nisa says:

    dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ALLAH pernah mengabulkan 2 doa Rasulullah dan menolak 1 doa yang lain,,
    allah mengabulkan doa rasulullah bahwa ummat Islam tdk akan hancur karna kelaparan, dan ummat Islam tdk akan hancur karna peperangan, dan ALLAH menolak bahwa ummat islam akan selamat dari perpecahan…

    Rasulullah bersabda bahwa kaum muslim akan terpecah mnjadi 73 golongan,
    72 masuk neraka dan hanya ada 1 yg selamat, siapa dia? ahlus sunnah wal jama’ah,,

    siapa ASWAJA itu?
    mereka yg berjamaah dan menjadikan sunnah Rasul dan sahabat’y sebagai uswah dlm hidupnya,,

    jdi dimana sunni dan syiah berada?
    selama mereka msh 1 rukun iman, 1 rukun islam,
    msh mnjalankan apa yg diperintahkan allah dan mnjauhi apa yg dilarang allah
    mereka msh saudara qt

    wallahu’alam

    • Jalius HR says:

      Rasulullah bersabda bahwa kaum muslim akan terpecah mnjadi 73 golongan,
      72 masuk neraka dan hanya ada 1 yg selamat, siapa dia? ahlus sunnah wal jama’ah,, siapa ASWAJA itu?
      Ya… orang beriman dan beramal shaleh yang Islamnya tidak ada “ber-merek” atau tidak ada embel-mel lain di baik dibelakang atau didepan “Islam” itu.

  2. yasrizal says:

    Bagus di perbanyak kawan dari pada lawan, tapi kalau kita mau berkawan sama orang lain, tapi orang lain tak mau, ya sudahlah tak usah di paksa ” Piring Tak Retak Nasi Tak Dingin” Saya Nak Hendak Mereka Tak Ingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s