Tahun Hijrah Dan Masehi


Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhtungan (waktu)., Al-Quran surat Yunus ayat 5;

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

 Umar bin Khattab menetapkan tahun Hijrahnya Nabi Muhammad saw sebagai permulaan Tarikh Islam yang dikenal dengan Tahun Hijriah. Sistem perhitungannya didasarkan peredaran bulan/qamar. Alasan utamanya karena Hijrahnya Nabi sangat besar artinya dalam sejarah perkembangan da’wah Islamiyah. Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, da’wah Islam mulai mencapai kejayaan awal yang gemilang.

Diharapkan peristiwa hijrah akan dikenang oleh umat Islam bagaimana perjuangan yang gigih, pengorbanan tenaga, jiwa dan raga Nabi serta para sahabatnya dalam menegakkan Islam.

Tahun masehi sesungguhnya juga perhitungan sistem penanggalan umat Islam. Karena sistem perhitungannya tetap berdasarkan fenomena alam atau ayat-ayat Allah di alam semesta. Lagi pula Umat Islam juga perlu sadar bahwa kata “masehi” berasal dari kata al-masih. Bilangan tahunnya dimulai semenjak tahun kelahiran Nabi Isa as. Maka dari itu tidaklah salah jika kita memperingati riwayat hidup Nabi Isa as seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Sebab Nabi Isa as juga salah seorang Nabi dan Rasul Allah yang wajib dipercaiai oleh semua muslim).

Umat Islam jangan sampai tertipu. Kita harus sadar bahwa sistem penaggalan juga merupakan keterangan dari ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta ini. Apa yang ada di alam ini dengan segala sifat atau tabiatnya wajib diimani.  Umat Islam sering terperangkap dengan kebodohan, jika suatu ilmu tentang  gejala alam datangnya dari pihak nonmuslim lantas keberatan menerimanya. Pada hal Allah telah menyatakan bahwa Allah menunjuki siapa yang Dia kehendaki. Orang-orang yang di kehendaki Allah (diberi ilmu) tidak hanya orang-orang Muslim saja.

Al-Masih adalah nama dari  Nabi Isa.

 Satu hal yang tidak disadari oleh umat Islam adalah  kata “masehi” berasal dari khasanah bahasa Kitab suci umat Islam juga. Kata tersebut tercantum dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 45

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ ٣:٤٥

”(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”

Namun yang perlu di ingat adalah bahwa  Al Masih ( Isa as.) tidak sama dengan “Yesus Kristus” di kalangan kaum Nasrani.  Pengikut Al-masih adalah orang beriman kepada Allah, sedangkan pengikut Yesus  kristus  adalah orang-orang yang membangkang  kepada  Nabi Isa. Mereka itulah yang digolongkan kaum Nasrani.

Perlu juga digali fakta sejarah bagaimana penyimpangan-penyimpangan di zaman pengikut-pengikutnya. “Pengikut Al-masih” tidak sama dengan “pengikut Yesus Kristus”.

Kembali lagi pada tahun hijriah dan qamariah. Sistem penanggalan syamsiah (masehi) ataupun qamariah (hijriah) keduanya bermanfaat bagi kehidupan manusia atau muslim. Sistem penanggalan syamsiah untuk menentukan  iklim dan musim (misalnya). sedangkan sistem penanggalan Qomariah sangat penting untuk menetapkan jadwal-ibadah (contohnya). Yang terpenting janganlah kita meniru nonmuslim yang merayakan tahun baru dengan berpesta, , bergembira-ria, berhura-hura (pada  waktu lain pun muslim tidak boleh berhura-hura). Selalulah muhasabah diri karena waktu yang berlalu takkan pernah kembali.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman (terhadap ayat-ayat Allah di alam semesta) dan mengerjakan amal saleh (yang bermanfaat untuk kehidupan manusia) dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran (termasuk fenomena alam) dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (sungguh-sungguh di dalamsemua urusan) (Al-Ashr)

Wallahualam.

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s