Nabi Isa Juga Menikah


Nabi Isa Juga Menikah

Oleh Jalius HR

Adalah Irwan Prayitno selaku Gubernur Sumatera Barat pada hari selasa tanggal 6 Agustus 2013 atau 28 Ramadhan di dalam tayangan Televisi….acara Tayangan Sesudah Sahur menyampaikan ceramah perintang waktu (santapan Rohani) bersama dengan SKPD selingkungan Pemda Sumatera Barat menyatakan “Nabi Isa as tidak kawin”. Untuk membuat para pemirsa untuk yakin dia Irwan mengulangi kata-kata “tahu ndak kawain?” …..”tahu ndak kawin?”. Karena pesan itu mendapatkan penekanan khusus dengan mengulang dua kali kata-kata “tahu ndak kawin?”, sentak pikiran saya ingin tahu apa pesan Allah yang ada di dalam Al Quran. Setelah saya membuka terus  membaca ayat  Al Quran, ternyata ada ayat yang menjelaskan sebagai beriku:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Qs. 13. 38

Berdasarkan ayat Al Quran itu kita mendapatkan informasi yang sangat layak dipercaya. Kita harus meyakini bahwa setiap nabi beristeri dan berketurunan atau beranak. Tentu saja tidak ada pengecualianya walaupun dia Nabi Isa as sekalipun. Dengan demikian jika tidak mengakui Nabi Isa as. tidak pernah kawin berarti telah kafir (menentang) salah satu ayat dari pada Al Quran.

Di dalam dunia Kristen atau Nasrani telah disepakati bahwa Yesus tidak pernah kawin, kita umat Islam boleh saja percaya boleh tidak. Sebab Yesus tidak sama dengan Nabi Isa as. Dalam sejarah kenabian Isa as. Yesus yang disalib itu bukanlah Nabi Isa as. Akan tetapi adalah orang yang Allah miripkan dengan Nabi Isa as. Itulah orang yang disalib di tiang berpalang.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ

وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

 dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Jika umat  Islam ada yang mengakui Nabi Isa tidak menikah, itu bermakna umat Islam ikut memberikan dukungan kepercayaan kepada kelompok Nasrani bahwa Yesus memang tidak menikah, alih-alih mendukung keberadaan Pastor memang harus tidak boleh menikah.
Sesungguhnya Nabi Isa as itu diangkat oleh Allah;

بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 Akan tetapi sikap yang seperti itu sesungguhnya menujukan bahwa mereka belum membaca dan menganalisa Al Quran secara cermat.

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

14 Responses to Nabi Isa Juga Menikah

  1. yasrizal says:

    Pak Yus, Nabi Isa itu juga beristri, lihat di Kitab Injil Markus 14:3, Yohannes 12:3, Lukas 7: 37 seterusnya.Lebih mantabnya baca ini: Apakah Yesus (Nabi Isa AS) pernah menikah…?
    Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, ketuhanan Yesus menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak misteri sejarah hidup Yesus.

    Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus, beristri, bahkan lebih dari satu, alias poligami.

    Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah kawin bahkan dua kali. Dan upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri dalam Perjanjian Baru sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya.

    Markus-14:3.
    Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

    Yohanes-12: 3
    Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah oleh gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang perempuan pendosa. Lihatlah Injil Lukas-7:37.

    Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari Injil yang sama: Lukas-7:38
    Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

    Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi ke kepala, ke kaki, dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi. Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun, yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

    Yang perlu dipertegas lagi, Yesus adalah orang Yahudi yang meneruskan ajaran Nabi Musa as. Berdasarkan tradisi Yahudi, seseorang justru hanya akan diakui sebagai Rabi dan guru apabila seseorang itu menikah. Diperkuat dengan kenyataan bahwa orang Yahudi berpegang teguh pada perintah “Beranak cuculah dan bertambah banyak” (Kej. 1:27) dan pernyataan “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja” (Kej. 2:18) serta tradisi bahwa seorang laki-laki Yahudi pertama-tama harus mempelajari Taurat (sebagai orang Yahudi Yesus juga mempelajari Taurat) sedangkan untuk mempelajari Taurat syaratnya adalah menikah.

    Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

    Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, “Ada tiga orang yang selalu berjalan bersama Yesus: Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya. Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya. Murid-murid yang lain berkata kepadanya: “Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami?”. Sang Juru Selamat menjawab dan berkata: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?” (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)

    Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada hari Jumat tgl 22 September tahun 30 Masehi. Acara resepsinya diselenggarakan tiga tahun kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun 33 Masehi, jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.

    Pada tgl 14 Juni 37 M, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak Yesus yang pertama, yang diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir pada 10 April 44 M. Namanya tidak diketahui. Anaknya yang ke-2 tidak ada informasi. Perkawinan Yesus yang kedua berlangsung dengan seorang perempuan yang bernama Lidia.

  2. Jalius HR says:

    Terima kasih Yas….
    Yang penting sekali diingat adalah sekali-kali jangan disamakan Nabi Isa dengan Yesus. Coba perhatikan kalimat pertama yang tertulis di atas ” Apakah Yesus (Nabi Isa AS) pernah menikah…?
    Sangat keliru…. karena telah dijelaskan di dalam Al Quran. (lihat kutipannya dalam tulisan saya di atas).
    Jika ada penelitian para Ilmuan Nasrani yang membuktikan Yesus beristeri dan beranak itu berarti kaum nasrani banyak tertipu. Hasil penelitian itu juga membongkar kepalsuan yang tersimpan selama ini. Tidak salahnya…akan tetapi para pastor menyimpan sebagian kitabnya dan membuka sebagian yang lain untuk kaumnya.

    • dony says:

      saya percaya kalo Nabi Isa itu sebenarnya telah beristri dan meninggal layaknya manusia diusia 120 tahun yang makamnya ditemukan di Kasmir India … Quran suci memang tidak menyebutkan makamnya tapi tentang kematian Nabi Isa itu jelas2 sudah dituliskan dalam Alquran, begitu juga tentang pernikahannya .. Jadi sepertinya orang2 islam yang tidak percaya Nabi Isa (Yesus) menikah dan wafat itu mesti banyak baca Quran lagi ya biar kebuka akalnya dan tidak hanya percaya dari doktrin yang keliru yang telah disebarkan oleh Umat Kristen sehingga berpengaruh juga pada pandangan Umat Islam yang tidak mau membaca Quran …. sebagai contoh ayat2 Quran dan Hadits yang menyatakan Isa telah wafat adalah sebagai berikut : a. (QS.5 : Al Maidah :116-117), ”Sesungguhnya Engkau Yang Maha Tahu barang-barang gaib. Aku tak berkata apa-apa kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku yaitu: Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu; dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka, tetapi setelah engkau mematikan aku, Engkaulah Yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Yang Maha menyaksikan segala sesuatu.”, b. (QS.21: Al Anbiya : 34) “Dan tiada Kami menciptakan manusia sebelum engkau (hai Muhammad) itu kekal (Khuld). Apakah jika engkau mati, mereka itu kekal (Khalidun)” c. (QS. 19 : Maryam : 33), “ Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Nabi Isa alaihissalam) pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali “d. Dalam Hadist (Hajaj at-Kiramah, p. 428: Kanz al-Ummal, vol. 6, p. 160, dari Hadrat Fatima; dan Mawahib al-Ladinya, vol. 1, p.42) : Aishah a.s. berkata bahwa, pada saat menjelang kematiannya, Nabi Suci saw. Bersabda :’ setiap tahun Jibril biasanya mengulangi pembacaan Qur’an Suci denganku sekali, namun pada tahun ini dia melakukan hal tersebut dua kali, dia memberitahukan padaku bahwa tak ada nabi melainkan hidup selama separuh dari usia nabi yang terdahulunya. Dan dia juga berkata padaku bahwa Nabi Isa a.s. hidup selama seratus dua pulu tahun, dan aku menyadari bahwa aku akan meninggalkan dunia ini diawal usia enam puluhan” e..Nabi Suci saw. Bersabda: “seandainya Musa atau Isa masih hidup, mereka pasti mengikutiku (Al-Yawaqit wal-Jawahir, hal. 240; Fath al-Bayan, vol. 2 hal 246; tafsir Ibn Kathir, dibawah ayat 81, surat Ali-Imran. Sedangkan mengenai Nikahnya Isa disebutkan dalam Qs. 13 Ar Ra’d : 38 : “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami memberikan istri-istri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”.

  3. vina says:

    yang kita tuju adalah sorga (kehidupan kekal). tuhan siapakah yg menyelamatkan kita dari dunia ini?
    Tuhankukah? atau tuhanmu?
    apakah hanya orang baik yang akan masuk surga?
    sampai sebatas mana kebaikan seseorang sehingga ia layak masuk sorga?
    apakah pengemis dijalan yang memberi makan seorang yatim piatu tidak akan masuk sorga?
    ato pendeta dan ustad yang setiap hri berceramahkah yang akan masuk sorga?
    aku seorang pemuda. brbicara tentang agama berarti brbicara tentang iman. iman seperti apa yg harus kumiliki spya aku masuk surga?
    siapa yg harus kuimani?
    apa jaminan jika aku mengimaninya maka aku akan masuk surga. beri tahu aku pak supaya aku dapat percaya..
    trimakasih.

  4. verry says:

    sayang sekali Bapak adalah salah seorang tenaga pengajar di jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. memiliki analisa yang perlu di analisa kembali… tidak akurat dan mengada-ada…

  5. rahadikiki says:

    Qs. 13. 38
    Beberapa Rasul bukan semua Rasul
    Baca lagi pelan pelan dan pahami betul pak..
    Baca juga (Ali Bin Abhi Thalib -Radhiyallahu ‘anhuma-. Nahjul Balaghah Halaman 359)

    • Jalius. HR says:

      Terima kasih Rahadiki,… semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita.
      Wassalam.

    • dony says:

      mungkin anda yang harus lebih menyimak .. karena diayat tersebut artinya tertulis .. “Rosul2 sebelum Rosul Muhammad” dan bukan “beberapa Rosul” …. itu artinya semua Rosul sebelum Rosul Muhammad adalah mempunyai istri …. !!!!

    • dony says:

      bandingkan juga dengan pendapat muallaf yang dulu pernah menjadi Pemuka Agama Kristen :

      Hj. Irena Handono (Pakar Kristologi dan Pendiri Irena Center)

      Tak akan ada umat Kristen yang mau mempercayai bahwa Yesus mempunyai istri dan keturunan. Karena, mana mungkin Tuhan menikah dan mempunyai anak? Bahkan kita umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan, maka mustahil seorang Tuhan menikah bahkan mempunyai anak.

      Kita umat Islam meyakini Yesus (Isa as) adalah seorang manusia, seorang nabi sebagaimana nabi-nabi yang telah berlalu sebelumnya. Sehingga tidak mustahil bahwa Yesus menikah dan mempunyai keturunan. Namun sosok Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan sedemikian rupa, sehingga sejarah asli Yesus benar-benar gelap bagi sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus dengan pakaian ketuhanan sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya, menganggap Yesus benar-benar sebagai Tuhan.

      Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, ketuhanan Yesus menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak misteri sejarah hidup Yesus.

      Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap Gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada kesimpulan yang ditulis dalam bukunya JESUS THE MAN bahwa Yesus beristeri, bahkan lebih dari satu, alias poligami.

      Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah kawin bahkan setidaknya dua kali. Dan upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri dalam Perjanjian Baru sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya.

      Markus-14:3.
      Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

      Yohanes-12: 3
      Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

      Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah oleh gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang perempuan pendosa. Lihatlah Injil Lukas-7:37.

      Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari Injil yang sama: Lukas-7:38
      Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

      Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi ke kepala, ke kaki, dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi. Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun, yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

      Yang perlu dipertegas lagi, Yesus adalah orang Yahudi yang meneruskan ajaran Nabi Musa as. Berdasarkan tradisi Yahudi, seseorang justru hanya akan diakui sebagai Rabi dan guru apabila seseorang itu menikah. Diperkuat dengan kenyataan bahwa orang Yahudi berpegang teguh pada perintah “Beranak cuculah dan bertambah banyak” (Kej. 1:27) dan pernyataan “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja” (Kej. 2:18) serta tradisi bahwa seorang laki-laki Yahudi pertama-tama harus mempelajari Taurat (sebagai orang Yahudi Yesus juga mempelajari Taurat) sedangkan untuk mempelajari Taurat syaratnya adalah menikah.

      Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

      Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, “Ada tiga orang yang selalu berjalan bersama Yesus: Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya. Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya. Murid-murid yang lain berkata kepadanya: “Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami?”. Sang Juru Selamat menjawab dan berkata: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?” (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)

      Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada hari Jumat tgl 22 September tahun 30 Masehi. Acara resepsinya diselenggarakan tiga tahun kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun 33 Masehi, jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.

      Pada tgl 14 Juni 37 M, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak Yesus yang pertama, yang diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir pada 10 April 44 M. Namanya tidak diketahui. Anaknya yang ke-2 tidak ada informasi. Perkawinan Yesus yang kedua berlangsung dengan seorang perempuan yang bernama Lidia.

      INILAH DATA PERNIKAHAN YESUS MENURUT PARA ILMUWAN NON ISLAM

      Profesor King bukan satu-satunya ilmuwan yang menyimpulkan Yesus adalah manusia yang menikah, beristri dan beranak pinak. Inilah para ilmuwan yang mengungkapkan data pernikahan Yesus:

      SIMCHA JACOBIVICI, mengungkapkan kabar pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dalam “The Jesus Family Tomb” yang populer melalui The Discovery Channel’s TV. Ia menampilkan beberapa bukti yang kuat mengenai hubungan romantis antara Yesus dengan Maria Magdalena, yang berlanjut ke jenjang pernikahan dan disinyalir memiliki anak yang diberi nama Yehuda (Judah).

      DAN BROWN, melalui sejumlah karyanya, antara lain: film “The Last Temptation of Christ,” buku “Holy Blood, Holy Grail” dan buku “The Davinci Code” juga memaparkan hubungan rahasia Yesus dengan Maria Magdalena. Ia berargumen bahwa Yesus hidup di lingkungan Yahudi yang secara sosial, adat dan pergaulan pada masa itu melarang seorang laki-laki Yahudi untuk tidak menikah. Kebiasaan Yahudi pada masa itu mengutuk hidup pembujangan (selibat), sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua Yahudi untuk mencarikan istri yang sesuai bagi anak laki-lakinya.

      Jika benar bahwa Yesus tidak menikah, lanjut Brown, maka seharusnya salah satu dari Injil kanonik menyebutkan fakta itu dan memberikan beberapa penjelasan untuk keadaan yang tidak alami yang dimiliki Yesus karena pembujangan itu.

      MAGGY WHITEHOUSE. mengungkap status pernikahan Yesus dalam bukunya “The Marriage of Jesus: The Lost Wife of the Hidden Years.”

      Teolog dan ahli metafisika Alkitab ini mengungkapkan bahwa Yesus telah menikah pada usia sekitar 14 tahun. Penulis yang mendalami Kabbalah (sistem mistik sebagai sumber pengetahuan mengenai tradisi lisan zaman Yesus) ini mendasarkan argumennya kepada tradisi pada waktu itu.

      Maggy menambahkan, seandainya Dan Brown, penulis buku “Da Vinci Code” benar bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, pastilah ia bukan istri pertamanya. Jadi, siapakah istri Yesus ketika Dia berumur 14-32 tahun? Tahun ini biasa disebut sebagai “tahun gelap” karena Injil tidak menceritakan kisah hidup Yesus pada masa ini.

      Maggy berkeyakinan, pada usia itulah Yesus menikahi wanita dan membangun keluarga. Dengan keyakinan bahwa Yesus menikah dan berketurunan, ia lantas bertanya, jika Yesus memang menikah dan dia diyakini sebagai Tuhan, apakah anak keturunannya juga Tuhan?

      Kepada pihak-pihak yang meyakini Yesus hidup selibat (pantang menikah), Maggy menantang: “… Tidak ada bukti Alkitabiah mana pun yang mengatakan bahwa Yesus tidak menikah. Memang, di dalam Alkitab atau teks historis tidak disebutkan adanya seorang istri Yesus, tetapi itu tak membuktikan apapun” ujarnya mengawali pembahasan pada halaman 2.

      PROF DR BARBARA THIERING. Sejarawan dan pakar teologi dari Sidney Australia yang mendalami Naskah Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), mengungkap pernikahan Yesus dalam bukunya “Jesus The Man,” yang dikorelasikan dengan ayat-ayat Bible. Menurutnya, Yesus bukan hanya menikah tapi bahkan berpoligami.

      Ia berargumen, Injil Markus 14:3 dan Injil Lukas 7:37-38 dikisahkan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Bila diparalelkan dengan kitab Kidung Agung 1:2-3, maka prosesi yang dilakukan Maria Magdalena itu adalah upacara Pernikahan Bangsawan Yahudi. Jika Maria Magdalena bukan istri Yesus, bagaimana mungkin ia berani mencium kaki Yesus?

      Mengenai kehidupan rumah tangga Yesus, Barbara Thiering mengungkapkan dalam bukunya “Jesus & the Riddle of the Dead sea Scroll,” Harper San Francisco, New York 1992. dalam buku ini dijelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan yang pertama dengan Maria Magdalena adalah kawin gantung yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 22 September 30 M, Jam 18.00, bertempat di Ain Feshkah (Palestina). Kemudian perkawinan dengan Maria Magdalena yang kedua kalinya dilangsungkan pada hari Kamis, 19 Maret 33 M, jam 24.00, di Ain Feshkah.

      Selanjutnya, pada malam Selasa pada tanggal 17 Maret 50 M (17 tahun setelah resepsi perkawinan dengan Maria Magdalena), Yesus kawin lagi dengan Lidya, istrinya yang Kedua. Jadi, menurut Naskah Laut Mati tidak hanya menikah tapi juga berpoligami

  6. tk ajalah says:

    Ngak ngertilah, mana rasul mana nabi, apa nabi apa rasul, siapa nabi siapa rasul, tulisan untuk ada tk

    • pudji says:

      Brother Islam hanya untuk kaum yang berfikir, Al-Quran paralel dengan ilmu pengetahuan berapa banyak kandungan IPTEK yang tersirat didalam Al-Quran akhirnya terbukti kebenarannya. mayat Fir’aun yang diselamatkan, ledakan besar Big Bang, alam semesta, proses terjadinya manusia dlsb

  7. Hamba says:

    Iman, Doa, dan Usaha.

  8. firman says:

    Allah telah memberi para rasul istri-istri dan keturunan, bagaimana bisa dikatakan seorang Rabi maupun nabi yang begitu dimuliakan bila tdk menikah? bukankah seorang yahudi bisa dikatakan rabi bila telah menikah? mengapa harus merasa hina jk yesus menikah dan mempunyai keturunan?, bukankah menikah itu suatu perbuatan mulia di mata tuhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s