Pengertian Wahyu


  1. Pengertian Wahyu belum pas dari banyak ulama.
  Istilah wahyu tidak asing lagi bagi umat manusia khususnya umat Islam. Berbagai pengertian telah banyak dikemukakan oleh para pakar agama. Tidak ketinggalan para pakar filsafat juga sering mengusung istilah wahyu sebagai kebenaran mutlak. Muhammad Rasyid Ridla juga membahasnya lebih luas di dalam bukunya yang berjudul Wahyu Ilahi Kepada Muhammad. Dari berbagai literatur yang saya baca dan dari ceramah yang saya dengar semua pengertian yang dikemukakan cenderung menjelaskan konsep wahyu sebagai “pesan” atau “firman Tuhan” yang diturunkan kepada Rasul atau para Nabi. Misalnya pengertian yang dikemukakan dibawah ini;
  Wahyu atau al-wahy adalah kata mashdar (infinitif); dan materi katanya menunjukkan dua pengertian dasar, yaitu; الإعلام الخفي السريع  (pengetahuan tersembunyi dan cepat). T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy menyatakan bahwa wahyu itu ialah yang dibisikkan ke dalam sukma, diilhamkan dan isyarat cepat yang lebih mirip kepada dirahasiakan daripada dilahirkan. Pengertian wahyu secara terminologi adalah firman (petunjuk) Allah yang disampaikan kepada para nabi dan awliya. Defenisi yang lebih ringkas, namun jelas adalah

“كلام الله تعالى المنزل على نبي من أنبيائه”

Kalam Allah kepada Nabi-Nya
TM. Hasbi Ash-Shiddieqy mendefinisikan bahwa wahyu secara terminologi adalah nama bagi sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada nabi-nabi-Nya, sebagaimana dipergunakan juga untuk Al-Quran. Wahyu yang dimaksud di sini adalah khusus untuk Nabi, sedangkan ilham adalah khusus pula selain Nabi. Jadi, beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa mengetahui dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih dan senang.
Pendapat yang lain sebagai contoh adalah, menurut bahasa (lughah), kata wahyu berasal dari bahasa Arab al-wahy yang memiliki beberapa arti, di antaranya; suara,  bahasa isyarat, bisikan, paham dan juga api. Tetapi ada juga yang mengartikan bisikan  yang tersembunyi dan cepat. Dengan demikian, pengertian wahyu secara etimologis  adalah penyampaian  firman tuhan kepada manusia melalui RasulNya tanpa diketahui orang lain. Firman Tuhan itu merupakan seperangkat informasi yang akan diteruskan kepada umat manusia untuk dijadikan  pedoman dalam kehidupan.
Pemberitahuan Allah swt kepada hambanya yang terpilih mengenai segala sesuatu yang ia kehendaki untuk dikemukakannya, baik berupa petunjuk atau ilmu, namun penyampaiannya secara rahasia dan tersembunyi serta tidak terjadi pada manusia biasa. Sedang wahyu Allah kepada para nabi-Nya secara syar’i  definisikan sebagai kalam Allah yang diturunkan kepada seorang nabi. Definisi ini menggunakan pengertian maf’ul, yaitu almuha (yang diwahyukan).
Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah Tauhid adalah pengetahuan yang didapati oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahawa pengetahuan itu datang dari Allah, melalui perantara ataupun tidak. Yang pertama melalui suara yang menjelma dalam telinganya atau tanpa suara sama sekali. Beda antara wahyu dengan ilham adalah bahawa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa mengetahui dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih, dan senang.
2. Wahyu merupakan metodologi
  Sejatinya wahyu merupakan metodologi turunnya firman Allah. Firman Allah adalah merupakan seperangkat informasi yang telah dikemas secara sistematis (dibukukan) disebut dengan kitab suci (misalnya Al Quran). Sistem penyampaianya oleh Allah kepada manusia melalui perantara malaikat, malaikat menyampaikannya kepada Rasul. Proses turunnya sangat cepat dan tersembunyi, cara turunnya itulah yang dinamakan wahyu. Wahyu bukan pesan (firman Tuhan), melainkan cara atau prosedur turunnya pesan tersebut.
Al Quran diturunkan (diwahyukan) Allah Kepada Muhammad SAW

Al Quran diturunkan (diwahyukan) Allah Kepada Muhammad SAW

Lihat firman Allah dibawah ini;

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ [١٢:٣

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. ( Yusuf ; 3)
 Dan…
 إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا [٤:١٦٣]
Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (An Nisa; 163)
 Jadi makna yang terkandung di dalam ayat  di atas adalah apa yang diturunkan Allah yakni Al quran dan Zabur. Sedangkan wahyu merupakan cara Allah menurunkanya kepada Rasul.
Pesan (firman Allah) yang diturunkan kepada Rasul dapat juga kita katakan sebagai “Risalah yakni seperangkat informasi yang diturunkan oleh Tuhan (Allah) kepada umat manusia melalui RasulNya. Didalam risalah itu terdapat informasi terutama mengenai suruhan dan larangan. Suruhan dan larangan tersebut ada yang berkenaan dengan sistem kehidupan bermasyarakat (muamalah) dan sistem ritual  atau perayaan  (sistem beribadat) tentang hak dan kewajiban atau tentang makanan. Berita tentang sesuatu misalnya tentang masa lalu dan yang akan datang, apa yang baik dan yang buruk. Penjelasan tentang fenomena alam dan sebagainya. Disamping itu juga ada berita berbagai kisah atau sejarah. Risalah ini berfungsi sebagai pedoman untuk mencapai kehidupan yang  harmonis di dalam bermasyarakat dan kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Risalah tersebut biasanya dihimpun dalam sebuah buku yang disebut dengan kitab-suci (misalnya Al-Quran). Kitab suci dapat dikembangkan lagi  dengan  kitab tafsir  (penjelasannya)
Demikian semoga ada manfaatnya.
 

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

4 Responses to Pengertian Wahyu

  1. SADDAM mengatakan:

    ass,wr,wb….pak,boleh kami meminta referensi ya?

    • Jalius. HR mengatakan:

      Referensinya hanya Al Quran.
      Jika Saddam ingin membaca buku yang membicarakan wahyu
      Ada bukunya yang berjudul ” Wahyu Ilahi Kepada Muhammad ”
      Oleh Muhammad Rasyid Ridha

  2. insan beragama mengatakan:

    alquran merupakan wahyu yg diturunkan kpd muhammad melalui perantara malaikat,sedangkan injil itu firman allah yg diturunkan allah tanpa melalui perantara malaikat,melainkan allah sendiri yg turun ke dunia,dan mengambil wujud yesus,jd kemurnian injil 100% asli,karena injil llangsung di dapat dari sumbernya ( allah ) itu sendiri.

  3. Prince Farisi mengatakan:

    Lalu, bagaimana status kitab Wahyu kepada Yohanes itu bro?
    …. Tuhan yang mana lagi kah yang menurunkan Wahyu kepada Yohanes dari pulau Patmos sehingga kitabnya dijadikan kitab suci umat Kristiani yg terakhir setelah Kitab injil Matius-Markus-Lukas-Yohanes & kumpulan surat2 Paulus (Gospel).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s