Tahun Masehi, Tahun Kelahiran Nabi Isa as.


      Tahun “Masehi” adalah tahun kelahiran Nabi Isa  as, Nama tahunya  berasal dari kata Isa Al Maseh.  Tiap tahun masyarakat kita selalu memperingati atau menyambut “tahun baru” dengan berbagai perayaan. Ada tahun baru Hijriah dan ada pula tahun baru Masehi. Saya pernah menerima kiriman dari kerabat kerja E-Newsletter Disdik Sumbar ucapan “Selamat Tahun Baru Islam” (maksudnya tahun hijrah).,tapi sayangnya tidak pada tahun baru masehi, ada apa ?
Tahun Hijriah disebut juga Tahun Qomariyah, adalah sistim penanggalan (perhitungan hari dan bulan yang didasarkan atas peredaran Bulan [qomariyah]). Pemberian nama yang lebih populer saat ini adalah Tahun Hijriah (Karena umat Islam bersepakat menggunakan hitungan kalender menggunakan peristiwa Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah sebagai nama hitungannya). Artinya awal tarikh hijriah sekarang dihitung  mulai dari hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, dari kota Mekkah ke kota Madinah (Saudi Arabia). Sebelumnya diberi nama tahun Gajah atau tahun lahirnya Muhammad.
        Sedangkan sistim penanggalan yang didasarkan pada waktu perputaran bumi mengelilingi matahari disebut sistim penanggalan Syamsiah atau disebut juga kelender Masehi. Karena awal hitungan sistem penanggalannya didasarkan pada  tahun kelahiran Nabi Isa Almasih. Nama bulan yang di pakai adalah mulai dari Januari  sampai  Desember. Yang dianggap hari hijrah ialah hari tanggal 8 Rabi’ul Awwal – bersaan dengan 20 September 622M. Penetapan tahun Hijriah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab. Tepatnya pada tahun ke-empat ia berkuasa, yakni hari Kamis, 8 Rabi’ul Awwal 17 H.
     Tarikh atau kalender tahun Hijrah mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622 M. Menurut perhitungan, kalender Hijrah 11 hari lebih singkat dari tahun menurut perhitungan peredaran matahari (kalener Masehi). Sedikit informasi untuk menghitung bagaimana tahun hijriah (H) bertepatan atau sebaliknya dengan tahun masehi (M) maka dapat dipakai rumus M = 32/33 ( H+622 ) atau sebaliknya H = 33/32 (M-622). Penjelasannya tentang sistem penanggalan tahun Qomariah dan Syamsiah  diatas cukup baik dan jelas. Namun demikian ada  kekeliruan,  yakni pernyataan  kebanyakan orang-orang islam tentang (hanya) : “Tarikh tahun Hijrah mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622″.

Menggunakan kalender Masehi, kita dapat menentukan keadaan    Iklim dan cuaca serta pencatatan sistem administrasi.

Ada di antara mereka orang Islam yang tidak mengakui sistem penanggalan yang menggunakan kalender Masehi. Pernyataan itu tidak memiliki dasar atau dalil yang kuat dan justru tidak sesuai dengan Sunnatullah dan firmanNya. Ketetapan menolak itu sangat bersifat emosional dan  tidak populer. Pada hal  Allah sudah  menjelaskan dalam  Al-Quran surat Yunus ayat 5 sebagai berikut;

   هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia tentukan perjalannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hisab. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
          Di dalam ayat tersebut sangat jelas mengandung kedua sistem perhitungan penanggalan dan perhitungan tahun yang telah di uraikan di atas, yakni sistem “qomariah” dan sistem “Syamsiah”. Sangat keliru lagi jika perhitungan  kalender masehi tidak diakui termasuk kedalam sistem perhitungan kalender  umat Islam. Kedua sistem perhitungan tanggal dan tahun tersebut sangat berguna dalam kehidupan muslim khususnya dan umat manusia umumnya. Sistem penanggalan masehi dapat digunakan untuk menentukan perhitungan iklim dan musim (misalnya) atau kepentingan pencatatan sistem administrasi. Sedangkan sistem penanggalan Qomariah sangat penting untuk menetapkan jadwal-jadwal ibadah (misalnya).
       Makna  yang terkandung di dalam ayat al-Quran tersebut jangan  dipilih hanya satu sistem saja. Coba anda bayangkan dalam kehidupan sehari-hari yang belaku sepanjang masa, hampir semua muslim dewasa ini mencatat tanggal lahir dan sitem administrasinya menggunakan kalender tahun Masehi. Itu apa maknanya ? Suka atau tidak itulah ketentuan Allah, baik dalam firmanNya maupun dalam ciptaanNya. Bias sekali perkiraan banyak orang, bahwa …”kebanyakan kaum Muslim tidak tahu dengan penanggalan tahunnya”…Sudahlah lupa dengan sistem penanggalan kalender Hijriah tidak pula mengakui penanggalan sistem syamsiah atau kalender masehi.
     Ingat,… nama atau kata “Masehi” juga sudah merupakan nama yang sesuai dengan Al Quran…..yang bersal dari;… Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Maseh putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Berarti nama tahun masehi adalah diambil dari nama Rasulullah “  Al Maseh ” atau Masehi.
Pemakaian kalender Masehi dikokohkan kenapa pengakuannya tidak ?
Baca juga berita terkait;
PBNU: Tahun Baru Masehi Milik Umat Kristiani, Umat Islam Tidak Baik Merayakannya
https://www.islampos.com/pbnu-tahun-baru-masehi-milik-umat-kristiani-umat-islam-tidak-baik-merayakannya-154928/

Iklan

Perihal Jalius. HR
[slideshow id=3386706919809935387&w=160&h=150] Rumahku dan anakku [slideshow id=3098476543665295876&w=400&h=350]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s